
...Terakhir bestie...
...Sebagai permintaan maaf author karena akhir akhir ini author jarang update...
...Dan mumpung sempat author tulis yang banyak untuk kalian...
...Semoga kalian suka...
...Jangan lupa tinggal kan jejak ya besti...
...Hitung hitung buat nyemangatin author...
...Jangan main ilang gitu aja gak like cerita author dan juga gak koment...
...Please ya tinggal akan jejak...
...Baik lanjut ke cerita yang terakhir untuk hari ini semoga kalian senang...
Mereka berdua tetap sibuk berbebat dan saling menyalah kan tidak ingin ada yang mau mengalah semau nya sama sama mereka benar tapi tetap aja di sini Balgis yang kalah karena memang semua yang di kata kan olah Bara itu semua nya benar
Ke dua manusia yang baru saja di jodoh kan itu tetap melanjut kan apa yang menurut nya benar tidak ada yang mau memberikan ruang untuk satu sama lain nyocos aja
Itu selalu jadi andalan kamu, sebentar lagi aku juga akan menjadi istri kamu dan itu berarti aku juga berhak mengatur kamu juga " kata Balgis semankin emosi karena Bara semakin menjengkel kan
Ya terserah kamu, pokok nya aku nggak mau lagi lihat kamu pergi ke club Jefry lagi, kecuali sama aku " jawab Bara tak sengaja
Balgis terdiam tidak ingin lagi berdebat dengan Bara calon suami nya tersebut,karena dia sendiri tidak akan pernah menang melawan Bara untuk berdebat, dan mereka tidak menyadari kalau perdebatan di antara mereka sudah membuat sedikit getaran di hati mereka masing masing.
Di saat mereka sudah capek berbebat dan semua nya memilih diam Bara memutar musik karena hanya ada suara mesin dan itu sangat tidak menyenang kan
Lagu dari Elsa Pitaloka dan Thomas Arya
Walau menangis pilu hati ini
Sayangku akan tetap abadi
Sampai akhir masa kau kunanti
Hanya kau yang aku sayangi
Sumpah mati bukan maksud di hati
Tuk meninggalkan dirimu oh kasih
Ku melangkah pergi karna janji
Usah kasih engkau bersedih
Cintaku suci
Hanya satu untuk dirimu
Ku percaya padamu
Kasih ku akan menunggumu
Demi cintamu rela ku berpisah
Meski sekian lama kita takkan bersua
Pergilah kasih
Usah risaukan ku yang menanti
Sungguh berat hatiku meninggalkan
Dirimu kekasih air mata berlinang
Ku kan kembali kepada dirimu
Setiamu takkan kuduakan
Hanyalah dirimu kasih satu yang kusayang
Semoga kau dan aku
Satu hati sampai mati
Setia tak terganti
Walau menangis pilu hati ini
__ADS_1
Sayangku akan tetap abadi
Sampai akhir masa kau ku nanti
Hanya kau yang aku sayangi
Sumpah mati bukan maksud di hati
Tuk meninggalkan dirimu oh kasih
Ku melangkah pergi karna janji
Usah kasih engkau bersedih
Cintaku suci
Hanya satu untuk dirimu
Ku percaya padamu
Kasih ku akan menunggumu
Demi cintamu rela ku berpisah
Meski sekian lama kita takkan bersua
Pergilah kasih
Usah risaukan ku yang menanti
Sungguh berat hatiku meninggalkan
Dirimu kekasih air mata berlinang
Ku kan kembali kepada dirimu
Setiamu takkan kuduakan
Hanyalah dirimu kasih satu yang kusayang
Semoga kau dan aku
Satu hati sampai mati
Setia tak terganti
Hanyalah dirimu kasih satu yang kusayang
Semoga kau dan aku
Satu hati sampai mati
Setia tak terganti
Semoga kau dan aku
Satu hati sampai mati
Setia tak terganti
Hanyalah dirimu kasih satu yang kusayang
Semoga kau dan aku
Satu hati sampai mati
Setia tak terganti
Semoga kau dan aku
Satu hati sampai mati
Setia tak terganti
Hanyalah dirimu kasih satu yang kusayang
Semoga kau dan aku
Satu hati sampai mati
Setia tak terganti
__ADS_1
Ohhh
Semoga kau dan aku
Satu hati sampai mati
Setia tak terganti
Hanyalah dirimu kasih satu yang kusayang
Semoga kau dan aku
Satu hati sampai mati
Setia tak terganti
Dan tak terasa mobil yang di kemudian oleh Bara sudah tiba di mansion milik keluarga Keynat
Dan mobil Bara sudah masuk ke dalam perkarangan rumah keluarga Keynat dengan di buka kan gerbang oleh satpam biasa horang kaya 🤣🤣🤣
Saat Bara mematikan mesin mobil nya tanpa pamit Balgis segera turun dari mobil itu dan segera masuk ke dalam rumah, sedang kan Bara pun mengikuti Balgis dari belakang.
Padahal Balgis tidak menyuruh nya untuk turun
Tapi kan gak enak jika sudah ada di sana Bara tidak ikut masuk akan terasa aneh nanti
Eh anak bunda sudah pulang " kata Iin menghampiri Balgis
Eh ada calon mantu ganteng juga toh " kata nya lagi saat melihat Bara di belakang Balgis
Sore tan eh maksud nya bunda" kata Bara terbata bata, dan Iin hanya tersenyum
Ayah sini, lihat siapa yang datang " panggil Iin pada suami nya yang berada di ruang keluarga
Mendengar teriakan Iin istri nya Aan pun mendekat.
Eh ada Bara, sejak kapan datang " sapa Aan
Baru saja dia datang bareng Balgis " jawab bunda Iin
Ayah lagi menonton balap motor di tv, apa kau mau ikut " tawar Aan pada Bara
Boleh yah, kebetulan aku juga suka "jawab Bara setuju lalu mereka beranjak menuju ruang keluarga dengan sebuah tv berukuran besar.
Sedang kan Balgis langsung menuju ke kamar nya
Saat tiba di kamar Balgis langsung segera mencharger hand phone nya karena ntah sejak kapan hand phone nya itu mati.
Aku bilang apa kalau di tanya Davina dan Prita " gumam nya
Balgis tidak punya alasan kalau dua sahabat nya itu jika mereka ber tanya kemana dia pergi semalam
Kenapa aku bisa nggak inget si " gerutu nya semakin kesal
Namun tidak lama cacing di perut Balgis berbunyi, karena terakhir dia makan tadi pagi sarapan di rumah Bara
Pantas saja kau sudah berbunyi " gumam Balgis melihat jam di atas nakas yang menunjukan angka setengah tujuh.
Balgis segera turun ke bawah menuju meja makan,
Bunda aku lapar " teriak Balgis mencari bunda nya
Namum Balgis terkejut saat melihat Bara masih di rumah nya.
Yah bunda mana " tanya Balgis mendekat ke Bara dan ayah Aan
Bunda mu di dapur lagi menyiapkan untuk makan malam " jawab Aan masih fokus menatap layar tv nya.
Balgis meninggal kan Aan dan Bara lalu menuju dapur.
bunda aku lapar " kata nya saat telah melihat Iin
Sebentar lagi masak, harus nya kamu bantuin bunda, biar nanti bisa kalau sudah menikah " ucap Iin dengan kesibukan nya
Balgis hanya mengerutkan dahi nya.
Umur ku ini masih untuk sekolah, yang menyuruh aku menikah kan kalian " ucap kesal Balgis
Ya tapi kan setidaknya kamu harus sedikit tahu nak " jelas bunda Iin memelankan nada bicara nya
Ribet Bun " jawab Balgis
__ADS_1
TERIMAKASIH SEMUA BYE