
...Sore bestie...
Balgis Davina dan juga Prita yang mendengar suara orang hanya diam
Mereka takut kena hukum lagi sebab kelakuan mereka hanya mengobrol dan tidak mengerjakan tugas itu dengan baik
Kalau ketahuan bisa di tambah itulah yang ada di pikiran tiga gadis cantik itu
Balgis Davina dan juga Prita kompak menoleh bareng an ke arah suara yang menyapa mereka
Saat melihat siapa yang ada di depan nya Balgis secara otomatis langsung menundukan kepala nya
Baru juga tadi malam yang di beri tahu jika jangan sampai telat karena takut di hukum lah ini telat emang gak di hukum guru piket juga gak tapi tetap aja ini di hukum dan saat ini di hukum oleh guru pelajar kan sial banget udah berusaha gak telat tetep aja di hukum bikin malu aja " gerutu Balgis dalam hati
Entah kenapa Balgis tidak ingin melihat Bara untuk saat ini
Saya tanya sekali lagi kalian ngapain di sini, ini kan masih kan waktu jam pelajaran " tanya Bara
Lagi di hukum pak untuk mem bersih kan toilet pak " jawab Prita polos
Sedang kan Balgis dan juga Davina langsung menoleh ke arah Prita dengan membesarkan bola mata nya karena mereka tidak menyangka Prita akan menjawab seperti itu
Prita " geram Balgis dalam hati
Prita diem jika tidak bisa diem lebih baik lakban tu mulut " kesel Davina
Lah aku kenapa, kenapa kalian bereaksi seperti itu " heran Prita polos
Gak papa Prita lebih baik kamu diam ya nanti aku kasih permen " jawab Davina
Emang aku akan kecil " tolak Prita
Tapi boleh juga yang rasa strawberry ya " lanjut Prita
Bara hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan bocah di depan nya ini
Bara melirik Balgis yang tidak melihat nya sama sekali
Terus kenapa kalian malah ngobrol selesai Ken hukuman nya segera sebelum kalian di hukum tambah berat lagi " ucap Bara
Kita udah selesai bersihin toilet nya kok pak " jawab Balgis namun tidak melihat ke arah Bara
Balgis memilih melirik entah lah apa yang di lihat oleh Balgis tapi yang penting Balgis tidak merespon keberadaan nya Bara sang calon suami karena takut ketahuan
__ADS_1
Balgis gak tau aja dengan kelakuan nya sekarang bisa membuat sahabat nya curiga karena Balgis menjadi orang lain saat bertemu dengan Bara sang guru baru mereka tapi aneh nya itu hanya sekarang karena sebelum sebelum nya Balgis cuek saja
Terus kenapa masih di sini kalau sudah selesai " jawab Bara dengan melihat Balgis
Karena Balgis yang menjawab pertanyaan nya barusan
Karena kita nya di suruh balik ke kelas kalau jam pelajaran nya sudah habis, kan sekarang masih jam pelajaran belum habis pak jadi kita nunggu nya di sini kalau di kantin nanti kita kena hukum pak Bara " jelas Prita
Jelas saya hukum kalau kalian berada di kantin saat jam istirahat " jawab Bara
Karena tidak tahu mau bicara apa lagi Bara memilih untuk menerus kan langkah nya menuju kamar mandi guru
Sedang kan Balgis dan ke dua teman nya merasa lega karena Bara sudah tidak ada lagi
Untung saja " ucap Balgis
Untung kenapa " curiga Davina karena entah kenapa saat ini ia curiga dengan Balgis
Apalagi saat Balgis berbicara dengan Bara
Terasa ada yang kurang gitu dan juga Balgis terlihat seperti orang lain
Ya untung pak Bara sudah pergi jika tidak kalian mau dia sini dan bertanya lagi dengan kalian " kilah Balgis
Curiga kenapa " jawab Balgis dag dig dug
Kayak nya mata kalian berbicara sesuatu deh tapi aku gak tau apa " ucap Davina
Dasar mode mak mak nya on " jawab Prita
Betul tuh " Balgis menimpali
Tapi bener juga sih apa yang di kata kan oleh Davina atau memang kalian ada hubungan terlarang ya " jujur Prita
Ngaco " ngegas Balgis
Ya ngegas " ejek Davina
Pembicaraan itu berhenti saat melihat ada tanda-tanda Bara akan keluar dari kamar mandi
Dan benar saja selang beberapa detik Bara keluar dan mencuci tangan nya di westafel dekat tiga murid nya tadi.
Mata Davina melebar melihat jari Bara yang memakai cincin yang sama dengan Balgis, karena Davina sangat dekat dengan westafel maka dia melihat dengan jelas model cincin yang di pakai Bara, dan itu sangat sama dengan yang di pakai oleh Balgis hari ini.
__ADS_1
Bapak sudah tunangan ya? " tanya Davina sengaja tak lupa ia melirik Balgis dan Bara secara bergantian
Bara berdelik mendengar pertanyaan murid nya itu,
Hah kenapa? " tanya Bara pada Davina
Kenapa bapak terlihat bingung " ucap Davina
Emang kenapa " tanya Bara
Nanya aja pak, soal nya cincin yang bapak pakai sama kaya yang punya Balgisya " jawab Davina
Jantung Balgis semakin berdetak cepat, dan dia benar benar tidak ingin menatap Bara yang tidak jauh dari nya. dan itu membuat Davina semankin curiga, sejak kapan Balgis jadi culun seperti sekarang yang menunduk kan kepala nya saat bertemu dengan bguru.
Emang cincin seperti ini cuma punya temen kamu aja yang sama di luar sana masih banyak kali " jawab Bara berkilah
Iya sih " jawab Davina menggantung
Apa yang ber tunangan emang kalian berdua '' ujar Davina tiba tiba, dan itu membuat bola mata Balgis nyaris keluar dari lingkaran nya.
Bara menoleh kearah Balgis, dia cukup bingung harus bereaksi apa mendengar kata kata Davina.
Kamu apa sih Dev, konyol deh " kata Prita sambil tertawa, dia merasa itu sangat tidak mungkin dengan Balgis dan Bara ber tunangan.
Ya siapa tahu kan " jawab Davina menyungging kan senyum nya
Kalau sudah selesai sebaik nya kalian keluar " ucap Bara mengalih kan pembicaraan agar mereka semua tidak fokus dengan masalah cincin dan setelah itu ia pergi begitu saja
Balgis pun segera menegakbkan kepala nya kembali saat Bara sudah pergi.
Dan itu tidak lepas dari pandangan Davina, hanya saja untuk sekarang dia memilih diam sebelum ada bukti dari rasa curiga nya.
Kita ke kantin mang dadang aja la yuk " ajak Prita tiba tiba
Balgis dan Davina pun mengiyakan, mereka berjalan ber tiga bebarengan, Prita dengan celoteh nya, sedang kan Balgis dan Davina dengan pikiran nya masing masing.
Balgis merasa bingung sekarang karena dengan kecurigaan nya Davina masalah tidak akan cepat selesai
Dan untuk cincin memang ada lambang nya sih jadi tidak mungkin di luar sana banyak yang sama
Hampir saja ketahuan gara gara cincin ini " Gunem Balgis
Kalau ada waktu nanti lanjut ya bestie
__ADS_1