
...Selamat siang bestiee...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
Balgis memang pulang lebih dulu tapi bukan berarti ia kan pulang ke rumah nya Balgis memilih untuk pergi ke taman ingin membuang semua nya dan berharap setelah itu ia bisa lega
Karena bagaimana pun Balgis sudah tidak ingin kembali ke rumah itu bagi nya rumah itu bagaikan neraka untuk nya
Dan bagaimana pun Balgis tidak ingin melihat ayah nya rasa nya terlalu sakit
" Apakah aku masih bisa bersikap seperti biasa nya bersikap se akan tidak terjadi apa-apa, bersikap masa bodo seperti biasa nya rasa nya tidak mungkin setelah di usir aku tidak bisa bersikap seperti biasa nya " ucap Balgis
Dan lagi lagi Balgis memutus kan untuk tidak pulang ke rumah tapi ia sudah menghubungi bunda nya jika ia akan pulang besok
Dan pagi berikut nya lagi lagi Balgis, Davina dan Prita menjadi murid yang sesungguhnya karena mereka berangkat pagi
Di parkiran sekolah
Balgis dan dua sahabatnya yang baru sampai di sekolah berpapasan dengan Bara yang juga baru datang.
Bara yang aura ketampanannya tidak bisa di ragukan lagi membuat semua gadis tidak jauh dari hadapannya terpeson terlebih Prita
" Buset, kalau pagi pagi udah lihat yang kaya gini kan, semangat " ujar Prita yang matanya terus menatap guru tampannya
Balgis dan Davina yang mendengar perkataan Prita pun mendongak mencari siapa yang di maksud sahabat nya tersebut.
" Bisaa aja " ujar Balgis ketus yang juga sudah melihat Bara tidak jauh dari mereka
Entah kenapa Balgis merasa sangat jengah dengan Bara entah itu karena ciuman kemarin atau Balgis hanya menutupi perasaan nya saja hanya ia yang tau
" Mata kamu tuh harus di bawa ke dokter " gerutu Prita
" Emang biasa aja kok " jawab nya datar
" Terus yang menurut mu ganteng itu seperti apa, heran deh sama selera mu Balgis " gerutu Prita kesal
" Jangan jangan kamu nggak suka cowok lagi " ujar Prita sambil mendekap kedua tangan nya ke dada
" Apaan sih gak jelas aku nornsl kali ya " jawab Balgis kesal dan tentu saja ketus
__ADS_1
" Mungkin karena dia bukan tipe ku kakiy " kata nya lagi sambil melirik Bara.
" Ayoolah jalan, nanti telat lagi masuk kelas" kata Davina tiba tiba
Entah kenapa Davina merasa ada yang beda dengan Balgis saat membahas Bara
" Kalian duluan, aku mau benerin rambut dulu " kata Balgis pada dua sahabatnya, karena Balgis memang belum sempat membenahi rambut nya tadi dirumah, karena takut terlambat dia hanya mengikat rambut nya dengan berantakan lalu pergi.
" Jangan lama lama " ujar Davina lalu berjalan dengan Prita meninggal kan Balgis
Bara masih betah di dalam mobil nya, belum mau beranjak, kalau sudah bunyi bel baru Bara akan masuk ke dalam sekolah.
teeetttt teeettt suara bel masuk kelas
Balgis yang mendengar bunyi bel masuk, dengan cepat berlari ke dalam sekolah.
Bruukkkk
Lagi lagi ia terjatuh luka di kaki nya yang kemaren aja belum sembuh udah di tambah lagi
Balgis tepental dan jatuh ke tanah.
" Kamu nggak lihat apa, saya udah segede ini bentak Bara kesal yang tiba tiba di tabrak Balgis
Entah kenapa saat mereka bertemu hanya ada kesialan saja di antara mereka
" Kamu telat lagi " tanya Bara
" Enggak kok pak, saya sudah datang dari tadi " jawab Balgis jujur
" Siapa yang mau kamu bohongi " bentak nya
Bara yang menatap tajam ke arah Balgis yang lagi menunduk.
Mendengar perkataan bara Balgis mendongak kan kepala nya menatap balik Bara dengan tatapan kesal.
Lagi lagi mata mereka pun bertemu, Bara yang melihat bola mata cantik Balgis pun ter tegun.
" Matanya " batin Bara seperti mengingat pernah melihat manik mata itu.
Balgis yang menatap wajah Bara dari dekat pun menyadari kalau guru nya itu benar benar sangat tampan.
Karena meskipun mereka kemaren terkurung di dalam ruang yang sama tidak ada yang berani menatap satu sama lain
" Apa sih " gumam nya yang merasa kesal karena telah ikut ikutan menjadi Prita.
__ADS_1
Segera Balgis mengembali kan kesadaran nyaa untuk menjawab tuduhan Bara.
" Pak saya nggak terlambat ya, saya cuma baru mau masuk kelas sekarang, bapak boleh chek CCTV kalau mobil saya udah masuk dari tadi kedalam sekolah " jelasnya kesal pada Bara
" Terserah yang saya tahu kamu terlambat " jawab Bara yang sebenar nya sedang mengalih kan pikiran nya
" Loh nggak bisa gitu donk pak " jawab Balgis kesal
" Yang gurunya saya atau kamu " bentak Bara semankin kesal
" Yang saya tahu guru itu ajen ber sikap adil terhadap para murid nya bukan seperti bapak yang hanya tau membentak dan menuduh se orang murid saja tanpa mencari tahu lebih dulu " ucap Balgis
" Dan sekarang terserah bapak " jawab Balgis dengan juga membentak, yang tidak peduli kalau di depan nya adalah guru nya
" Kamu mau saya skorsing lagi huh " ancam Bara
" T.E.R.S.E.R.A.H bapak " saut Balgis dengan menekankan kata terserah nya lalu meninggal kan Bara yang masih menatap tajam kearah nya.
" Hei tunggu saya masih belum selesai ngomong "teriak Bara lagi
" kenapa, bapak mau ngomong apa lagi, mau skorsing saya, mau mengeluar kan saya dari sekolah, yaudah terserah bapak " balas Balgis dengan berteriak
Bara hanya terdiam mendengar perkataan Balgis sebenarvnya dia kebingungan dengan kata kata nya sendiri yang bilang ingin menskorsing Balgis .
Balgis dengan cepat berlari agar bisa terhindar dari Bara
" Nyebelin banget si itu guru " gerutu nya sambil berlari ke arah kelasnya
" Mampus kalau benaran nanti di keluarin gimana dia kan guru agak gesrek " ujar nya lagi yang terus meruntuki ke bodohan nya dan juga mengumpat Bara
Dengan nafas yang masih ngos ngosan Balgis langsung duduk di kursi nya
" Kemana aja, ungtung guru belum dateng " omel Davina
Balgis masih mangatur napas nya untuk menjawab pertanyaan Davina.
" Kamu habis di kejar hantu atau ketemu guru ganteng " kata Prita menggoda
Karena biasa nya sikap dan tingkah laku Balgis akan terasa aneh jika sudah berhadapan dengan guru baru tersebut
" Gara gara guru kampret itu " gerutu Balgis setelah selesai mengatur nafas nya
" Masa dia mau skorsing aku lagi, kata nya aku datang terlambat, kan nyebelin banget " gerutu nya
jangan lupa VOTE dan LIKE
__ADS_1
Terimakasih