Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Club


__ADS_3

...Lanjut yuk bestie...


...Tapi sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...


...Terima kasih...


...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...


Balgis mengambil hand phone nya yang sedari tadi siang tidak ia sentuh.


" Aju pengen menenangkan diri dulu, ini benar benar membuat kepala ku mau pecah " geram Balgis


Di cari nya kontak Davina di panggilan telpon nya


Deringan ke tiga baru lah Balgis mendapat jawaban


" Hallo Balgis " jawab Davina di seberang dengan suara orang bangun tidur, karena sekarang sudah menunjukan angka jam 11 malam.


" Kamu udah tidur Dev " tanya Balgis


" Emmm " jawab Davina mengantuk


" Bangun ke tempat kak Jefri yuk " ajak Balgis


Mendengar ajakan Balgis, mata Davina mendadak terbuka dan dengan segera melihat jam di atas nakas nya


" Kamu beneran " tanya Davina yang tiba tiba rasa ngantuk nya hilang


" Benaran " jawab Balgis singkat


" Oke, kita ketemu disana " ujar Davina


" Emm kamu jemput aku ya, nggak mungkin aku keluar rumah jam segini " ujar Balgis


" Oke, aku nanti akan kabarin kalau udah deket rumah " jawab Davina,


Davina langsung mematikan panggilan nya dan bergegas bersiap untuk pergi


Tidak lupa sebelum itu dia membangun kan Prita terlebih dahulu, dan menyuruh nya langsung ketempat Jefri karena ia sendiri akan menjemput Balgis.


Sedang kan Bara selama perjalanan pulang dari rumah Balgis sampai kerumah nya tidak bicara sepatah kata pun.


Entah apa yang di pikirkan nya dan Maura menyadari itu.


" Nak " panggil Maura ke Bara


Tanpa menjawab Bara hanya membalikan tubuh nya menghadap Maura.


" Apa kau benar benar keberatan dengan perjodohan ini " tanya Maura khawatir


" Tidak ada hak untuk aku keberatan dengan perjodohan ini ma " jawab Bara dengan raut muka yang tidak terbaca


" Maafkan kami kami hanya ingin yang terbaik untuk mu " kata Maura pada Bara


Hati Bara melemah,mendengar permintaan maaf bundanya, dia merasa bersalah karena sedikit membentak mama nya tadi.


" Sudahlah mama tidak ada yang salah disini, aku hanya butuh waktu untuk menerima takdir konyol ini " jawab nya lalu meninggal kan Maura yang masih berdiri


Maura sedikit gundah, memikir kan tentang anak dan calon menantu nya itu

__ADS_1


" Apa ini benar benar yang terbaik " gumam nya lirih sambil terus memandang punggung anaknya


Di dalam kamar Bara begitu sangat bosan dan di penuhi perasaan yang berkecamuk.


" Aku bisa gila kalau terus memikirkan ini " gumam Bara


Di ambil nya benda pipih milik nya, dengan segera dia mencari kontak Pandra di daftar panggilan nya.


Tuuttt tuuttt...


" Hallo Dra " katanya langsung


Pandra yang masih berkutat dengan kerjaan nya, langsung mengangkat telpon dari sahabatnya itu.


" Hallo Bara, ada apa kau menelpon ku " tanya Pandra langsung dan melihat kearah jam weeker di hadapan nya


" Kamu dimana?" tanya Bara


" Kenapa ? " tanya Pandra ,yang langsung tahu maksud Bara, karena pasti ada apa apa, sebab dia menelpon di jam yang hampir tengah malam ini


" Temenin aku, aku lagi bosan " jawab Bara


" Kemana ? " tanya Pandra


" Kemana ajalah lah " jawab Bara


" Oke, kamu kesini atau aku yang jemput " ujar Pandra lagi


" Aku aja yang ke tempat kamu " jawab Bara, lalu memati kan panggilan telpon nya.


Dengan segera Bara mengganti pakaian nya yang tadi di pakai ke rumah Balgis.


Di pakai nya kembali kemeja berwarna navy dan celana cino, benar benar padupadan yang luar biasa untuk tubuh seksi Bara.


Maura yang lagi mengambil minum di dapur, menghampiri Bara yang sudah sangat rapi.


Mau kemana malam malam begini nak ?" tanya Maura khawatir


" Aku hanya mau ke apartement Pandra ma, aku sedikit bosan " kilah Bara


" Baiklah, jangan pulang terlalu malam dan hati hati, ingat kau akan segera menikah " kata Maura memperingati anak nya.


" Iya ma " jawab Bara datar.


" Aku pergi dulu " pamit Bara sambil mencium puncak kepala mama nya.


Dirumah keluarga Keynat


Hand phone Balgis berdering, dengan cepat Balgis mengangkat panggilan nya.


" Aku udah di depan pagar " kata Davina di seberang


" Tunggu bentar " jawab Balgis


Dengan langkah yang sangat pelan Balgis melangkah keluar rumah nya, dia tidak melewati pintu depan dia memilih pintu yang langsung ke tempat parkiran agar bunda dan ayah nya tidak menyadari kepergian nya.


Setelah berhasil keluar dari rumah dengan cepat Balgis berlari menuju gerbang rumahnya, dan beruntung nya satpam rumah Balgis tengah asik menonton jadi tidak mengetahui kalau Balgis melewati mereka.


" Gila jantung ku mau copot " ujar Balgis saat sudah berada di dalam mobil Davina

__ADS_1


" Kamu si, jam segini baru mau ngajakin keluar " gerutu Davina


" Ada di mana " tanya Balgis sambil terus mengatur nafasnnya


" Dia udah ku suruh langsung menuju tempat kak Jefry " jawab Davina yang langsung menjalan kan mobil sportnya


Di apartement Pandra


Bara yang mengetahui password pintu apartement Pandra langsung masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu Pandra.


Bara menyandar kan tubuh nya di sofa dan memejam kan mata dengan tangan kiri yang berada di dahi nya.


" Serem amat tu muka " kata Pandra menghampiri


" Hidup ku yang lebih serem " jawab kesal Bara


" Santai man " ujar Pandra yang melihat Bara begitu serius


" Kaya nya kamu butuh penenang ni, gimana kalau kita ke club Jefri " ajak Pandra langsung, dia memilih tidak bertanya apapun pada Bara perihal masalah apa yang menimpa sahabatnya itu.


" Boleh lah " jawab Bara setuju, dan Pandra langsung meninggal kan Bara untuk mengganti pakaian.


Balgis dan Davina telah sampai di tempat yang mereka tuju.


Dengan pakaian yang memperlihat kan bentuk tubuh seksi nya itu Balgis dan Davina langsung masuk ke dalam club


Mata Davina dan Balgis mencari cari keberadaan Prita yang katanya sudah tiba duluan.


Semua mata orang terus memandang ke arah dua gadis yang baru datang, Balgis memakai tangtop crop tanpa lengan dan rok pas body di atas lutut dengan warna yang senada


Sedangkan Davina memakai tangtop crop berwarna putih dan rokmini berbahan jeans.


Pemandangan yang luar biasa untuk laki laki yang berada disana.


Dengan cepat mata Davina menemukan keberadaan Prita, dan segera mereka menghampiri.


" Lama banget, untung aku nggak di culik om om " gerutu Prita pada dua sahabatnya yang baru datang


" Kak Jefri mana ? tanya Davina pada Prita


" Dia lagi di dalam, tadi udah kesini " jawab Prita


" Joged yuk " ajak Balgis tiba tiba


" Eah gila ni, ratu dansa mau atraksi " ujar Prita dengan mimik muka bangga


Balgis langsung menuju keramaian orang orang yang sedang asik berjoged dan di susul oleh Davina dan Prita


Mereka bertiga langsung menggoyangkan tubuh mereka tanpa menghiraukan pandangan semua orang yang melihat mereka penuh arti, Balgis begitu nyaman bergerak dengan hentakan musik yang memekak telinganya


BERSAMBUNG…


Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment


Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee


Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee


Buat nyemangatin author lah ya

__ADS_1


Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya


Terima kasih


__ADS_2