Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Pelukan hangat


__ADS_3

...Selamat malam bestie...


...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...


...Terima kasih...


...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...


Baiklah lanjut ya bestie


Di rumah keluarga Keynat


Aan Iin Balgis dan juga ina sedang menikmati sarapan pagi mereka di meja makan.


ina terus menatap kakak nya dengan tatapan yang tidak terbaca, semenjak dia tahu tentang perjodohan Balgis, ina hanya diam tidak pernah terlontar komentar apapun keluar dari mulut nya.


Balgis menyadari kalau ina terus melihat kearah nya, semenjak pulang kerumah Balgis memang tidak terlalu banyak bicara, apa lagi jika berhadapan dengan sang ayah, dia memilih menutup mulut nya rapat rapat, bahkan memandang kearah ayah nya pun Balgis enggan.


'' Kak " panggil ina pada Balgis untuk memecah kan keheningan


" Emmm.. " jawab Balgis dengan masih mengunyah makanan nya tanpa menoleh ke ina.


" Apa kau benar benar menerima perjodohan ini " tanya ina tiba tiba, membuat Aan dan Iin pun menghentikan aktivitas makan mereka dan menatap ke arah ina dan Balgis.


Balgis mendongak kan kepala nya menatap ke ina.


" Kenapa kau bertanya seperti itu ina ?" tanya Balgis merasa heran


" Apakah kau yang ingin di jodoh kan " ucap Balgis


" Jangan ngaco kalau ngomong kak " ucap Ina kesal


" Aku hanya ingin kamu bahagia kak, kamu bisa menolak perjodohan ini jika kamu mau, pilih lah hidup yang kamu suka kak, jangan memaksakan diri demi keinginan orang lain yang selalumengatur hidupmu, kamu berhak bahagia dan aku orang pertama yang akan selalu mendukung apapun ke putusanmu " jawab ina lirih dengan air mata yang sudah siap untuk menetes, perasaan nya begitu sedih mengingat kakak sepupu nya akan menikah di usia yang sangat muda.


" Aku memang tidak memiliki ikatan darah dengan kamu kak tapi aku sangat menyangi kamu " lanjut nya

__ADS_1


" Aku tidak ingin kamu selalu mengorbankan kebahagiaan mu demi orang lain sekali pun itu untuk orang tua mu sendiri sudah cukup selama ini kau makan hati setiap hari aku tau kamu pasti merasa sedih dan juga sendiri "


" Jadi mulai saat ini lanjut kan hidup kakak sebagaimana kakak menginginkan nya karena orang orang di luar sana tidak ada yang tau kalau kakak adalah keturunan dari keluarga ini jadi itu lebih mudah " ucap Ina sungguh sungguh


Aan dan Iin terdiam mendengar perkataan ina yang begitu dewasa, ntah mengapa kata kata yang keluar dari mulut ina benar benar membuat hati Aan teriris.


Balgis masih memandang ina tak percaya, adik kecil nya itu bisa berbicara sedewasa itu.


Air mata Balgis sudah tidak mampu terbendung lagi mendengar perkataan adik nya, dengan cepat Balgis beranjak dari duduk nya dan memeluk tubuh adik sepupu nya itu dengan penuh kasih sayang


" Dengarkan aku, aku tidak terpaksa menerima perjodohan ini, aku menerima nya dengan ikhlas, dan aku ber syukur karena keluarga itu ingin menerimaku dengan baik, munkin hanya ini yang bisa aku lakukan untuk keluarga kita " ujar Balgis yang masih terus memeluk adik nya


Iin yang melihat kedua nya menangis tidak sadar air mata nya telah ikut menetes, hati ibu mana yang tidak teriris melihat sikap anak yang tidak ia lahir kan malah sangat menyayangi Balgis ketimbang saudara kandung nya sendiri.


" Kok ponaanku udah sedewasa ini si " kata Iin sambil ikut memeluk kedua gadis tersebut


" Kalian harus seperti ini sampai nanti, harus tetap peduli satu sama lain, kebahagian bunda ya ini, melihat kalian begitu saling peduli " ujar Iin dengan air mata yang menetes


Aan hanya terus menatap intens ke anak, ponaan dan istri nya yang sedang berpelukan, terbesit rasa bersalah yang begitu besar di hatinya, ntah apa yang membuat seorang Aan merasa begitu bersalah.


Iin Ina Balgis menyudahi pelukan mereka mendengar Aan memanggil nama Balgis.


" Dengarkan ayah b" kata Aan lagi, ini pertama kali nya seingat Balgis, Aan bicara lembut kepada nya.


Balgis tidak menjawab tapi matanya menatap kearah Aan.


" Mungkin kau selama ini marah ke pada ayah karena ayah begitu keras terhadap kamu dan berpikir bahwa ayah tidak menyayangi mu, tapi percayavlah ayah melakukan semua itu agar kamu bisa lebih baik, agar kamu tidak di rendah kan orang lain karena ketertinggalan kamu di banding kakak mu, ayah tidak suka jika orang lain yang merendahkan mu " ujar nya dengan muka penuh penyesalan


" Sekarang ayah benar benar menyadari bahwa tidak semua orang memandang orang lain karena prestasi, dengan mereka yang begitu menerima kamu (maksudnya keluarga Muzakki), membuat ayah benar benar merasa bersalah terhadapmu, kemarilah nak " kata Aan meminta Balgis mendekat kearah nya


Balgis yang masih tidak percaya dengan perlakuan ayah nya, tapi tetap saja ia beranjak dari duduk nya dan mendekat ke arah Aan, dengan cepat Aan merengkuh tubuh anak nya, air mata nya menetes dengan semua penyesalan dan semua rasa bersalah nya.


" Maafkan ayah nak " kata Aan lirih dengan semakin mengeratkan pelukan nya kepada Balgis


Untuk pertama kalinya Balgis merasakan pelukan hangat dari ayah nya, hatinya begitu bahagia karena ini, air mata Balgis ikut menetes lagi, tapi bukan karena sedih karena rasa yang begitu bahagia.

__ADS_1


Tapi meskipun begitu bukan berarti Balgis akan luluh dengan semua itu


Rasa sakit dan kecewa terlalu mendominasi


Rasa sesak juga masih Balgis rasa kan


Dan untuk merubah itu Balgis butuh waktu yang sangat lama karena tujuh belas tahun ia di perlakukan tidak adil membuat nya enggan


" Kenapa baru sekarang yah kenapa setelah aku menutup hati ku kau baru seperti ini sudah terlambat yah sangat terlambat " batin Balgis


" Aku butuh waktu untuk semua ini yah maaf "


ina dan Iin yang melihat pemandangan mengharukan ini pun ikut menangis dan mereka berpelukan karena bahagia.


" Jadilah anak yang baik di keluarga suamimu nanti, mereka begitu menyayangi mu, ayah berharap kamu bahagia bersama keluarga baru mu nanti " ujar Aan sambil melepas pelukannya dengan Balgis, dan menyibak rambut yang telah menutupi wajahnya


Di ciumnya dahi Balgis begitu lama dan sangat dalam.


Ayah benar benar menyayangimu nak " kata Aan kepada Balgis.


" Sudah sudah, pamali pagi pagi nangis nangisan kaya gini " ujar Iin tiba tiba


Membuat mereka semua kembali duduk di kursi semula.


" Sayang hari ini ke sekolah kamu di antar pak sopir aja ya sekalian berangkat bareng ina" ujar Iin pada Balgis


" Kenapa bunda " tanya Balgis bingung


" Nggak kenapa kenapa, menghindari terjadi hal buruk saja, kan nanti malam acara pertemuan kamu dengan calon suami kamu " jawab Iin menjelaskan


"Emm baiklah " jawab Balgis setuju


Jangan lupa VOTE dan LIKE


TERIMKASIH

__ADS_1


__ADS_2