
...Selamat siang bestiee...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Balgis dan Bara sama sama salah tingkah
Detak jantung kedua nya tidak bisa kontrol
" Apa aku sudah kehilangan akal " gumam Balgis
" Apa yang aku lakukan aku hampir mencium murid ku sendiri " kesel Bara pada diri nya sendiri
Dering telpon tidak lagi mereka hirau kan
" Pak saya ke kelas dulu " yang pamit Balgis
Karena sedang lingkung dan kaki nya masih gemetaran al hasil Balgis kehilangan keseimbangan nya dan lagi lagi Bara dengan sigap ingin membantu Balgis
Tapi sayang seribu sayang Bara juga tidak bisa mengimbangi berat badan nya Balgis
Dan lagi lagi mereka terjatuh bersama dengan posisi Balgis berada paa di atas tubuh Bara
Dan sial nya lagi bibir mereka bertemu
Bara dan Balgis sama sama membatu tapi tidak ada yang bergerak sama sekali
Mata mereka sekali lagi bertemu hingga tanpa sadar Bara menggigit bibir bawah Balgis
" Awwwwww " ucap Balgis
Dan sini lah mereka berada di lantai dengan berciuman Bara sangat agresif sedang kan Balgis hanya mematung karena itu adalah pengalaman pertama nya
Begitu pun juga dengan Bara
Mereka sama-sama baru pertama merasa kan ciuman yang sebenar nya
Hingga lama kelamaan Balgis menutup mata nya dan menikmati ciuman dari guru nya tersebut
Hingga akhir nya jiwa bar bar nya Balgis muncul
Balgis dengan berani membalas apa yang bara lakukan
Dan saat ini mereka sama-sama the sadar apa yang mereka lakukan
Yang mereka lakukan hanya lah mengikuti kata hati nya masing masing
Hingga akhir mereka sadar karena ada sebuah ketukan dari luar
Dan dengan reflek Balgis mendorong Bara tapi lagi lagi Balgis terkena sial
Kepala nya kejedot meja
" Kamu gak papa " tanya Bara di semua situasi genting tersebut
" Bapak buta apa gimana sih udah tau ke bentur meja ya sakit lah pak " kesel Balgis
Bara memilih untuk tidak menanggapi Balgis ia lebih fokus pada siapa orang yang ada di balik pintu tersebut
__ADS_1
Dan ternyata itu adalah Davina dan Prita
" Ada apa " tanya Bara
" Maaf pak apakah Balgis ada di sini " tanya Davina
Sebab pelajaran pertama telah selesai
Dan Bara langsung melihat ke arah di mana Balgis berada dan dengan gerakan cepat Balgis menggeleng kan kepala nya petanda jangan bilang aku ada di sini
" Tidak ada " jawab Bara
Dan setelah itu tanpa ingin dengar apapun Bara langsung menutup pintu ruangan nya
Sedang kan Davina dan Prita merasa curiga dengan sikap gagap Bara karena tidak biasa nya Bara akan bersikap canggung seperti itu pada mereka
" Aku yakin Balgis ada di dalam " yakin Prita
" Dan lagi pula kenapa dengan bibir pak Bara seperti sedang ~
" Prita jangan berpikir yang aneh aneh " ucap Davina
Tapi ia sendiri juga yakin jika Bara baru saya berciuman karena di pinggir bibir nya masih basah
" Apakah dengan Balgis " gumam Davina dan Prita
Dan setelah itu mereka saling tatap dan detik berikut nya langsung bungkam sibuk dengan pikiran nya masing masing
Sedang kan di rumah Muzakki Iin masih merasa betah di sama sebab ia sangat jarang bertemu dengan Maura hingga akhir nya mereka sepakat untuk menghubungi anak anak mereka
" Aku ajen menghubungi Balgis " ucap Iin
" Bukan kah ia masih di jam pelajaran " heran Maura
" Coba aja dulu "
Tapi di sini Iin masih belum tau jika anak yang su maksud Maura adalah guru yang pernah ia temui
Iin berpikir anak nya Maura sedang bekerja di perusahaan
Sedang kan Balgis dan Bara saat ini sedang merasa canggung tapi karena ego nya sama sana tinggi nya jadi tidak ada yang mau mengalah
Tapi jauh di lubuk hati nya Bara ia merasa bersalah terhadap Balgis sebab bibir nya Balgis terlihat bengkak
Dan Balgis yang menyadari tatapan Bara langsung menutup bibir nya dengan ke dua tangan nya
" Jangan macam macam " ucap Balgis
" Siapa juga yang akan macam macam " jengkel Bara
Dan tiba tiba hand phone kedua nya berdering
Karena warna hand phone nya sama merek nya sama nada dering nya pun juga sama mereka tidak melihat terlebih dahulu
Mereka langsung main angkat saja
Dan hal pertama yang mereka ucapkan juga sama
" Halo ma " ucap Bara
" Halo bunda " jawab Balgis
" Ini siapa " tanya Iin
Begitu pun juga dengan Maura
__ADS_1
" Kamu siapa " tanya Maura
Dan secara reflek mereka langsung menukar hand phone nya tanpa di minta
Dan lagi-lagi ucapan mereka untuk mencari alasan sama yaitu
" Halo ma maaf tadi yang angkat temen guru ku " ucap Bara
" Halo bunda maaf tadi yang angkat temen sekelas ku " ucap Balgis
Dan setelah itu mereka memilih untuk berjalan berjauhan
Tapi pikiran mereka masih belum move on dari ciuman yang tadi mereka lakukan
Dan mereka juga sama sama tidak akan mengungkit kejadian yang melakukan tersebut
Hingga akhir nya Balgis lebih dulu selesai baru di ikuti Bara
" Em pak saya akan pulang lebih awal tolong izinkan ke guru piket ya " pinta Balgis
" Enak aja saya gak mau kamu pikir saya teman kamu apa " kesel Bara
" Terserah yang penting saya ingin pulang dan bapak harus mengizinkan saya karena saya ada urusan penting tidak bisa di ganggu gugat " teriak Balgis
" Saya gak mau " kekeh Bara
" Aku gak peduli bapak harus tanggung jawab karena ini semua salah bapak " kesel Balgis
" Mau saya skors lagi " teriak Bara
" Silahkan saja di skors itu enak kali pak bisa liburan "
Dan setelah itu Balgis keluar
" Balgis kembali "
" Bodoh " jawab Balgis
" Mau saya kamu keluarin dari sekolah ini " teriak Bara
" Lakukan saja pak saya tidak takut " jawab Balgis dengan lancang
Dan setelah itu Balgis berlari menuju ke parkiran
Balgis lolos begitu saja sebab guru piket yang jaga sedang kosong
Hingga akhirnya Balgis sampai di parkiran dengan aman
Dan setelah itu ia mengeluarkan mobil nya dengan santai
" Sial guru itu yang mengambil mencium pertama ku " kesel Balgis
BERSAMBUNG…
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih
__ADS_1
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee