Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Paman David dan Paman Hendrik


__ADS_3

("Aku Daven, Paman. Putra dari Daddy Aberto dan Mommy Davina." Ucap Daven yang mengerti kenapa Hendrik tidak hapal dengan suaranya dan belum menyimpan nomer ponselnya).


("Tuan muda kecil Daven, bagaimana bisa tahu nomer ponselku?" tanya Hendrik dengan nada bingung antara percaya dan tidak).


("Paman datanglah ke mansion milik Daddy, ada yang ingin kami bicarakan. Jika opa dan Oma bertanya bilang saja paman Hendrik di minta bantuan untuk mengajari kami tugas sekolah." ucap Daven tanpa menjawab pertanyaan Hendrik).


("Baiklah paman akan datang." Jawab Hendrik penasaran).


("Baik, kami tunggu paman." Jawab Daven).


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Daven menyimpan kembali ponselnya.


"Sekarang kita tinggal menunggu paman Hendrik." Ucap Daven.


"Aku baru ingat kita dapat tugas sekolah membuat planet." sambung Daven.


"Kalau begitu kita buat sekarang." ucap Dave dengan nada dingin.


"Aish kak bisakah nada bicaramu tidak seperti itu." protes Daven.


Dave hanya menatap tajam ke arah adik kembarnya yang nomer 2.


"Kalau begitu Kak Dave dan Kak Daven membuat tugas sekolah sedangkan Aku menghubungi Paman David." Ucap David.


"Memang dari tadi belum di angkat?" Tanya Dave.


"Belum Kak." Jawab David sambil kembali menghubungi Paman David.


Tidak berapa lama sambungan komunikasi di angkat oleh Paman David.


("Hallo Paman." Panggil David).


("Pasti kalian bertiga meminta pertolongan Paman." Ucap Paman David yang bisa menebak kenapa ponakannya menghubungi dirinya).


("Kok Paman tahu?" Tanya David sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal).


("Tentu saja, selama ini Kita tinggal bersama jadi tentu saja tahu apa yang akan kamu katakan." Jawab Paman David).


("Memang apa yang akan David katakan?" tanya David penasaran).


("Meminta pertolongan Paman agar datang ke perusahaan yang baru saja Kalian beli dengan menggunakan uang tabungan. Benar bukan tebakan Paman?" Tanya Paman David).


("Benar Paman." Jawab David).


("Kak Dave dan Kak Daven, kok Paman David bisa tahu ya?" Tanya David dengan wajah bingung).


("Paman David kan bisa IT dan uang tabungan Kita atas nama Mommy dan Paman David jadi tentu saja tahu apa yang Kita lakukan." Jawab Dave sambil masih mengerjakan tugas sekolah).


("Oh iya, David lupa." Jawab David sambil tersenyum).


Dave dan Daven hanya menggelengkan kepalanya sedangkan Paman David hanya tersenyum mendengar ucapan ponakannya yang sangat menggemaskan terlebih nama mereka sama yaitu sama - sama bernama David.


("Paman David." Panggil David).


("Paman akan datang tapi agak telat karena perusahaan Paman lagi ada sedikit masalah." Ucap Paman David yang mengerti kenapa ponakannya memanggil dirinya).


("Apa perlu bantuan Kami?" Tanya David).


("Saat ini belum dulu karena sudah ada Paman Edward yang membantu Paman." Jawab Paman David).


("Baik Paman, kalau begitu kami tunggu di perusahaan baru." Ucap David).

__ADS_1


("Oke." Jawab Paman David dengan singkat).


("Bye." Pamit David).


("Bye." jawab Paman David).


Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Paman David kemudian Paman David meletakkan ponselnya di atas meja.


"Kenapa namaku di sebut?" Tanya Edward penasaran.


"Maaf Kak tadi ponakan kita David ingin membantu masalah di perusahaan dan aku bilang ada Kak Edward yang membantu." Jawab David.


"Oh." Jawab Edward dengan singkat.


"Oh ya Kak, tebakan kita ternyata benar kalau orang yang meretas perusahaan milik mereka adalah Dave." Ucap David.


"Kemungkinan ke tiga ponakan kita melakukan pada malam hari setelah selesai acara pernikahan orang tuanya." Ucap Edward.


"Bisa jadi Kak karena ketika pagi - pagi sekali ingin meretas perusahaan ternyata sudah di retas duluan." Ucap David.


"Masih kecil sangat hebat bisa meretas data perusahaan, membeli saham dengan harga sangat murah dan membeli semua aset berharga milik mereka dalam beberapa jam." Ucap Edward memuji kecerdasan ke tiga ponakannya.


"Iya Kak, kini mereka hidup miskin dan tinggal di kolong jembatan." Ucap David.


"Kasihan tapi itu ulah mereka sendiri karena mereka sering merendahkan orang lain dan sangat sombong memamerkan kekayaan." Ucap Edward.


"Betul Kak, oh iya Kak nanti setelah pekerjaan Kita sudah selesai, Aku pergi ke perusahaan yang baru di beli sama ke tiga ponakan kita." Ucap David.


"Kakak juga ikut." Jawab Edward.


David hanya menganggukkan kepalanya kemudian ke dua pria tampan tersebut yang wajahnya sangat mirip namun usianya lumayan jauh yaitu dua puluh tahun. Hal itu dikarenakan mereka satu ayah namun beda ibu, ibunya Edward sudah meninggal dunia namun Edward sangat sayang dengan adik tirinya begitu pula dengan ibu tirinya yang bernama Mommy Angelica.


Mommy Angelica tidak pernah membeda - bedakan anak kandung dan anak tiri karena itulah ke dua anak tirinya yang bernama Edward dan Julia sangat sayang. Terlebih Mommy Angelica sangat perduli dengan mereka berbeda dengan ibu kandungnya yang tidak pernah memperdulikan ke dua anak kembarnya.


Sebenarnya sudah ada beberapa orang yang mengurusnya dan mengeceknya namun mereka membutuhkan tanda tangan pemilik perusahaan. Karena itulah sebelum di tandatangani Edward dan David mengecek terlebih dahulu dengan teliti.


xxxxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda di mana Daven mulai mengerjakan tugas sekolah bersama ke dua kakak kembarnya. Setelah hampir satu jam lamanya pintu kamar ke tiga anak kembar di ketuk oleh seseorang.


tok


tok


tok


"Masuk." Jawab tiga kembar dengan serempak.


ceklek


Asisten Hendrik membuka pintu dan menatap ke tiga anak kembar yang sedang serius mengerjakan tugas sekolah.


"Apakah tadi ada yang menelepon paman?" tanya Hendrik memastikan.


"Aku yang telepon paman, silahkan duduk sebentar paman." ucap Daven sambil masih mengerjakan tugas sekolah.


Hendrik hanya menganggukkan kepalanya dan dengan patuh Hendrik duduk di sofa. Tidak berapa lama Dave membawa laptop kemudian mendekati Paman Hendrik dengan diikuti oleh ke dua adik kembarnya.


"Paman bolehkah saya meminta bantuan paman?" tanya Dave dengan nada dingin.


'Sifatnya hampir sama dengan Tuan Muda Aberto.' Ucap Hendrik dalam hati yang tidak mungkin mengatakan sebenarnya.

__ADS_1


"Tentu saja. Kalian mau meminta bantuan apa?" tanya Hendrik balik bertanya dan dengan wajah penasaran dengan apa yang akan di minta oleh Dave.


"Tapi paman harus berjanji untuk tidak bercerita ke Daddy dan Mommy." Pinta David.


"Iya paman janji." ucap Hendrik yang masih bingung.


"Baiklah, kita langsung saja. Paman ingat para tante yang telah menghina Mommy waktu Mommy dan Daddy menikah?" tanya Dave dengan kilatan penuh amarah.


glek


'Benar - benar sangat mirip apalagi kalau melihat wajahnya jadi ingat dengan Tuan Muda Aberto. Tidak diragukan lagi mereka pasti anak - anak Tuan Muda Aberto.' ucap Hendrik dalam hati sambil menelan salivanya dengan kasar.


"Iya paman ingat, memang ada apa?" tanya Hendrik yang masih penasaran.


"Aku sudah membuat bangkrut perusahaan mereka." ucap Dave tanpa basa basi.


"What?? Berarti semalam Tuan Muda Kecil Dave yang bikin bangkrut perusahaan mereka?" tanya Hendrik dengan wajah sangat terkejut sambil memegangi dadanya saking terkejutnya.


"Memang kenapa paman?" tanya David sambil menatap ke arah Hendrik.


"Semalam Daddy kalian meminta paman untuk menghancurkan perusahaan mereka tapi sudah ada orang yang mendahului paman dan ternyata Tuan Muda Kecil Dave yang melakukannya. Paman benar - benar tidak percaya kalau ini ulah Tuan Muda Kecil Dave." ucap Hendrik yang masih belum percaya dengan apa yang baru di dengarnya.


Mereka bertiga hanya tersenyum sambil menatap paman Hendrik yang sedang terkejut.


"Paman kami sudah membeli saham mereka dan juga aset mereka jadi kami meminta sama paman untuk datang ke perusahaan mereka dan bilang kalau paman yang telah membelinya ." ucap David setelah beberapa saat mereka terdiam.


"What???" pekik Hendrik sambil masih memegangi dadanya karena dirinya benar - benar tidak percaya.


"Paman, kenapa teriak? kalau kami bertiga jantungan bagaimana?" protes mereka bertiga bersamaan sambil menatap kesal ke arah Hendrik.


"Tuan muda masih kecil jadi tidak mungkin sakit jantung." ucap Hendrik dengan asal.


"Paman, kami serius apakah paman mau membantu kami?" tanya Dave yang tidak suka basa basi.


"Kenapa kalian tidak jujur dengan Daddy kalian?" tanya Hendrik yang memberikan solusi.


Karena bagaimanapun orang tuanya harus tahu apa yang dilakukan oleh ke tiga anak kembarnya. Terlebih dirinya tidak ingin disalahkan karena tidak memberitahukan ke Daddy Aberto dan Mommy Davina selaku orang tuanya.


"Tidak, kami akan jujur jika waktunya tepat. Jadi kami minta paman merahasiakan ini." ucap Dave dengan nada masih dingin dan wajah datar mirip Daddy Aberto.


"Baiklah paman akan membantu kalian." ucap Hendrik dengan pasrah.


"Terima kasih paman." Jawab mereka dengan serempak.


"Tapi kalau Daddy kalian bertanya apa yang mesti paman katakan?" Tanya Hendrik memastikan.


"Bilang saja sahabat paman membeli sahamnya dan dipercayakan oleh paman untuk mengelolanya." jawab David dengan nada santai.


"Memang Tuan muda Kecil Dave membeli perusahaan mereka atas nama siapa?" tanya Hendrik penasaran.


"Atas nama paman Hendrik dan Paman David." Jawab mereka dengan serempak sambil tersenyum manis.


"What??? Kenapa nama paman? Kenapa semuanya tidak nama Paman David?" Tanya Hendrik dengan wajah masih terkejut.


"Karena saat Aku melakukan itu teringat dengan nama Paman David dan Paman Hendrik. Aku tidak mungkin menggunakan namaku ataupun nama ke dua adik kembarku karena kami masih kecil." Jawab Dave.


'Sebenarnya Aku menggunakan nama Paman karena Aku berencana memberikan perusahaan itu ke Paman agar paman tidak lagi terikat dengan Daddy dan bisa mencari jodoh.' sambung Dave dalam hati.


Walau sifatnya sangat mirip dengan Daddy Aberto namun hatinya sangat baik seperti Mommy Davina yaitu perduli dengan orang lain.


"Kalian mempunyai uang dari mana untuk membeli saham?" tanya Hendrik yang masih penasaran.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2