
"Yank, dres ini sangat cantik jika kamu pakai pasti kamu tambah semakin cantik." ucap Hendrik memberikan dress untuk kekasihnya.
"Sayang, sudah cukup sayangku membeli perhiasan buatku jadi tidak perlu membeli pakaianku." Ucap Maria dengan nada tegas sambil menatap wajah tampan Hendrik.
"Tapi Aku ingin membelikan ini untukmu yank." ucap Hendrik membalas tatapan Maria yang berwajah sangat cantik.
"Tidak Sayang, pakaianku sangat banyak lebih baik di tabung." Ucap Maria sambil menyadarkan kepalanya di dada bidang Hendrik.
Hendrik tersenyum mendengar ucapan Maria, dirinya sangat bahagia memiliki kekasih yang tidak matre. Maria sangat berbeda dengan wanita di luaran sana yang sangat suka belanja.
"Tabunganku sudah banyak yank." ucap Hendrik menguji Maria.
"Tetap Aku tidak mau, oh ya kita pergi ke toko pakaian khusus pria." Ucap Maria sambil memegang dress yang di pegang Hendrik dan dikembalikan ke tempatnya kemudian menarik tangan Hendrik agar keluar dari toko pakaian khusus wanita.
"Oke." Jawab Hendrik dengan singkat sambil tersenyum bahagia dan memasukkan jari - jarinya ke jari jemari Maria.
"Aku semakin yakin dengan dirimu sayang.' Ucap Hendrik sambil tersenyum bahagia.
Mereka berjalan ke arah toko khusus pakaian pria, Maria melihat pakaian pria dengan bermacam - macam model. Hingga akhirnya Maria melihat satu stell pakaian kerja, satu stell pakaian santai dan sepasang pakaian couple warna putih di mana ada gambar hati di bagian dadanya.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu Tuan dan Nona?" Tanya salah satu pelayan toko dengan nada ramah.
"Aku ingin satu stell pakaian kerja dan satu stell pakaian santai untuk kekasihku." ucap Maria sambil menunjuk dua stell pakaian.
"Baik Nona." Jawab pelayan toko.
'Sayang kenapa membeli pakaian untukku?' Tanya Hendrik berbisik tepat di telinga Maria dengan wajah terkejut.
Hendrik mengira kalau Maria pergi ke toko khusus pakaian pria untuk membelikan Ayahnya Maria pakaian namun ternyata dirinya salah.
'Calon suamiku sudah membelikanku satu set perhiasan dan sekarang gantian Aku yang membelikan pakaian untuk calon suamiku.' Ucap Maria yang juga berbicara dengan berbisik.
"Kan Aku membelikan untuk acara pertunangan kita." Ucap Hendrik dengan wajah terkejut sekaligus sangat senang secara bersamaan karena Maria sangat perhatian.
Hendrik menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya membuat Maria tersenyum bahagia.
"Untuk hari ini kamu yang bayar tapi lain kali tidak." Ucap Hendrik.
"Oke." Jawab Maria.
__ADS_1
Pelayan toko tiba - tiba datang sambil membawa pesanan Maria kemudian Maria memintanya untuk di bungkus. Maria berjalan ke arah kemeja dan melihat ada dua kemeja pria yang sangat bagus membuat Maria mengambil dua kemeja itu.
"Aku ingin membeli kemeja dengan warna sama seperti ini tapi ukurannya sama seperti ukuran kekasihku soalnya dua kemeja ini ukurannya kurang besar." Ucap Maria.
"Baik Nona, apa ada yang lainnya?" Tanya pelayan toko.
"Sebentar." Ucap Maria.
Maria berjalan ke arah pakaian khusus pakaian couple kemudian mengambil sepasang pakaian couple. Maria juga meminta ukuran seperti ukuran Hendrik dan juga ukuran seperti dirinya.
Hendrik hanya diam melihat apa yang dilakukan oleh Maria hingga akhirnya Maria membayar semua pakaian yang tadi dipesannya.
"Sekarang kita pergi kemana lagi?" Tanya Hendrik sambil membawa paper bag begitu pula dengan Maria.
Sebenarnya Hendrik ingin membawa semuanya tapi Maria tidak mengijinkannya dengan alasannya dirinya tidak tega melihat Hendrik membawa paper bag sebanyak itu.
"Kita masukkan semua belanjaan ke bagasi mobil baru kita makan." ucap Maria yang merasakan dirinya sudah mulai lapar.
"Ok." Jawab Hendrik dengan singkat karena dirinya juga lapar.
__ADS_1
Hendrik dan Maria berjalan ke arah parkiran mobil sambil sesekali bercanda dan tertawa bersama membuat siapa saja yang melihatnya iri hati. Tanpa sepengetahuan mereka kalau sepasang mata menatapnya dengan tatapan kebencian dan amarah secara bersamaan.
'Tertawalah dengan sepuasnya karena tawamu adalah tawa terakhir di mana setelah itu tidak ada lagi tawa bahagia.' ucap orang tersebut dalam hati.