Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Apartemen Hendrik


__ADS_3

"Sebenarnya tadi ketika Aku sedang memasak, Aku melihat bumbu dapur untuk bahan - bahan masakan sangat lengkap begitu pula yang berada di dalam kulkas." Ucap Maria.


"Aku sempat berfikir mungkin ada pelayan yang memasak dan membersihkan apartemen karena apartemen kak Hendrik sangat bersih dan Aku melihat tidak ada debu sedikit pun." Ucap Maria kemudian menghembuskan nafasnya dengan berat.


Hendrik diam sambil menunggu kalimat selanjutnya karena sejujurnya dirinya penasaran apa yang akan dikatakan oleh Maria.


"Tapi Aku melihat tidak ada satu pelayanpun yang datang, apakah kak Hendrik mempunyai kekasih?" tanya Maria sambil berusaha menahan rasa sesak di hatinya.


Jujur dirinya tidak siap jika harus mendengar ucapan orang yang berhasil memporak porandakan hatinya. Tapi lebih baik sakit sekarang daripada nanti itu yang dipikirkan oleh Maria.


"Jadi menurutmu apartemen milikku bersih dan semua bahan masakan lengkap, maka kamu mengambil kesimpulan kalau Aku mempunyai kekasih?" Tanya Hendrik memperjelas ucapan Maria.


"Iya." Jawab Maria dengan singkat sambil mengusap rambut Hendrik dengan perlahan dan menahan agar air matanya tidak jatuh.


Tangan kanan Hendrik menggenggam tangan kanan Maria yang sedang membelai rambutnya dengan lembut.


"Kamu tahu, hanya kamu wanita yang pertama dan yang terakhir masuk ke dalam apartemenku. Apalagi kamu wanita pertama yang telah mengambil ciuman pertamaku sama seperti dirimu Aku adalah pria pertama yang telah mengambil ciuman pertamamu." Ucap Hendrik.


"Soal kenapa apartemenku bersih dan bumbu dapur yang lengkap karena Aku yang membersihkan apartemen dan Aku juga yang membeli semua bahan masakan karena Aku suka masak." Sambung Hendrik menjelaskan.


Hendrik melepaskan tangan kanannya kemudian duduk di samping Maria kemudian memeluk Maria sedangkan Maria hanya diam dirinya membatu mendengar jawaban Hendrik.

__ADS_1


"Aku sudah memilihmu untuk Aku jadikan istriku jadi jangan pernah meragukan Aku." Ucap Hendrik.


Maria tersadar dari lamunannya kemudian menatap wajah tampan kekasihnya dan tidak ada kebohongan di matanya. Maria membalas pelukan Hendrik yang membuat dirinya sangat nyaman.


"Dari Aku kelas satu SD sudah hidup mandiri mencuci piring dan membersihkan apartemen hingga Aku kelas empat SD, Aku mulai belajar memasak karena ke dua orang tuaku sibuk bekerja karena itulah kenapa di apartemen milikku selalu bersih dan ada bahan untuk memasak." Ucap Hendrik menjelaskan sambil melepaskan pelukannya kemudian menatap wajah cantik calon istrinya.


"Maafkan Aku darling karena Aku tidak tahu." Jawab Maria tidak enak hati karena sempat mencurigai kekasihnya.


"Tidak apa - apa darling yang penting kamu sudah tahu masa laluku." Jawab Hendrik yang tidak mempermasalahkan Maria mencurigai dirinya.


"Oh ya sudah sore, Aku akan mengantarmu pulang." Ucap Hendrik sambil berdiri.


Maria ikut berdiri tanpa mengeluarkan sepatah katapun membuat Hendrik menatap Maria dengan tatapan bingung.


"Aku ...." ucap Maria menggantungkan kalimatnya seakan ragu untuk mengatakannya.


"Jujur Kakak sangat senang kamu di sini tapi bagaimanapun Kakak adalah pria normal dan Kakak takut jika kita berdua seperti ini Kakak tidak menahan ingin melakukan itu bersamamu karena itulah Kakak memintamu untuk pulang." Ucap Hendrik yang mengerti apa yang ingin dikatakan Maria.


"Terima kasih." Jawab Maria sambil tersenyum bahagia mendengar ucapan Hendrik.


"Untuk apa?" Tanya Hendrik.

__ADS_1


"Untuk semuanya termasuk menahan diri untuk tidak melakukan hal itu." Jawab Maria.


"Itu karena Kamu kekasihku dan Aku tidak ingin merusakmu. Aku ingin kita melakukan itu jika kita sudah resmi menikah." Ucap Hendrik.


Maria tersenyum kemudian Hendrik dan Maria keluar dari apartemen menuju ke arah parkiran mobil di mana Hendrik akan mengantar Maria pulang ke mansion milik orang tuanya.


"Besok ada acara?" Tanya Hendrik.


"Tidak ada, memang kenapa?" Tanya Maria balik bertanya.


"Tidak apa - apa hanya bertanya saja." Jawab Hendrik.


"Oh iya hampir lupa paling besok nengok kondisi Davina setelah itu pulang." Ucap Maria yang ingat dirinya belum melihat keadaan Maria yang sudah sadar dari koma.


Hendrik hanya menganggukkan kepalanya sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Mereka berdua mengobrol dan terkadang tertawa bersama hal itu membuat mereka semakin bertambah nyaman dan semakin bertambah sayang.


Di tempat yang berbeda sepasang suami istri mendapatkan kabar kalau putri semata wayangnya meninggal dunia dengan cara mengenaskan di mana berada di sisi dasar jurang. Salah seorang tidak sengaja melihat anak buah Edward membuang mayat ke jurang.


Orang tersebut langsung menghubungi polisi setelah di otopsi ternyata mayat tersebut bernama Violet. Ketika orang tersebut menyebutkan nomer plat mobil ternyata plat mobil tersebut adalah palsu.


Polisi tidak bisa menemukan pelakunya mengingat cctv yang ada di jalan raya sudah di rusak oleh Daddy Aberto. Hal itu membuat orang tua Violet sangat marah dan ingin membalaskan dendam terhadap Hendrik.

__ADS_1


Hal itu dikarenakan Polisi tidak bisa menangkap Hendrik karena kurangnya bukti yang diberikan oleh orang tua Violet. Terlebih saat itu seharian Hendrik bersama Maria dan berada di luar kota jadi polisi tidak bisa menangkap Hendrik.


'Awas kamu Hendrik, akan Aku balas perbuatanmu.' ucap ke dua orang tua Violet dalam hati.


__ADS_2