Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Daddy Aberto Tertembak


__ADS_3

"Dave, hubungi Paman Hendrik." Ucap Mommy Davina sambil mencari nomer telepon Kakak kembarnya setelah ketemu Mommy Davina menekan tombol warna hijau.


"Baik Mom." Jawab Dave sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Paman Hendrik.


"Opa akan membantu Aberto." Ucap Tuan Abertos sambil keluar dari mobil.


"David juga Opa." Ucap David sambil membuka pintu mobil.


"Lebih baik David di dalam mobil saja karena mobil ini tahan benturan dan tahan peluru." Ucap Nyonya Abertos yang tidak tahu kalau David sangat pintar dalam bidang bela diri.


"Oma jangan kuatir, David bisa bela diri dan membantu Daddy." Ucap David sambil keluar dari mobil.


xxxxxxx


Di Tempat Yang Berbeda tepatnya di kamar pengantin baru Maria dan Hendrik sedang melakukan pemanasan terlebih dahulu hingga pada saat yang dinantikan oleh pasangan suami istri tiba - tiba ponsel milik Hendrik berdering membuat Hendrik sangat kesal karena dirinya ingin menyatukan tubuhnya ke tubuh istrinya.


"Si*l, apa mereka tidak tahu kalau kita baru saja menikah dan ingin melakukan hubungan suami istri?" Tanya Hendrik dengan nada kesal.


"Sudahlah darling, coba angkat siapa tahu penting." Ucap Maria kemudian menghembuskan nafasnya dengan lega.


Hal itu dikarenakan kata orang jika pertama kali melakukan hubungan suami sangat sakit luar biasa.


"Biarkan saja darling." Ucap Hendrik yang tidak sabar ingin membobol gawang milik istrinya.


Ponsel berhenti berdering namun kembali ponselnya berdering membuat Hendrik menghembuskan nafasnya dengan kasar. Hendrik terpaksa bangun dari ranjang dalam kondisi tanpa menggunakan sehelai benang pun.

__ADS_1


Di mana adik kecilnya yang sudah berdiri dengan tegak sempurna siap untuk disatukan dengan tubuh istrinya berjalan melambai - lambai ketika Hendrik sedang berjalan.


("Hallo." Panggil Hendrik dengan ketus tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya).


("Paman, Aku Dave. Kami di serang oleh musuh dan sekarang Daddy, Opa dan David melawan para penjahat." Ucap Dave menjelaskan).


("Apa?? Baik Aku akan ke sana." Ucap Hendrik dengan wajah terkejut).


("Kami berada di jalan xxxx." ucap Dave memberitahukan posisi mereka).


tut tut tut tut tut


Tanpa menunggu jawaban dari Hendrik, Dave langsung mematikan ponselnya secara sepihak sedangkan Hendrik langsung memakai pakaiannya dengan cepat.


"Tuan Besar Abertos beserta keluarganya di serang. Aku akan ke sana." Ucap Hendrik menjelaskan.


"Apa? Aku ikut." Ucap Maria sambil memakai dalaman kemudian berlanjut memakai celana panjang serta kaos dengan cepat.


"Ok." Jawab Hendrik dengan singkat.


Merekapun pergi meninggalkan gedung hotel tersebut untuk membantu keluarga Daddy Aberto. Bukan itu saja Hendrik menghubungi anak buahnya untuk datang membantu keluar.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda di mana Daddy Aberto, Tuan Abertos dan David bertarung mulai terdesak karena mereka ternyata pandai bertarung membuat Dave dan Daven membuka pintu.

__ADS_1


"Aku akan membantu mereka." Ucap Dave dan Daven dengan serempak.


"Mommy ingin membantu tapi tubuh Mommy tidak memungkinkan." ucap Mommy Davina dengan nada frustrasi.


"Mommy masih sakit lebih baik kami yang membantu Opa, Daddy dan adik kami David." Ucap Dave.


"Hati - hati." Ucap Nyonya Abertos dan Mommy Davina dengan serempak.


Dave dan Daven hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah mereka untuk membantu Daddy Aberto, Tuan Abertos dan David. Sedangkan David yang melihat Tuan Abertos mulai terdesak membuat David kecil membantu Tuan Abertos melawan musuh - musuhnya.


Gerakan David yang sangat lincah di tambah David menguasai berbagai ilmu bela diri membuat para penjahat sebagian menyerang David karena ada beberapa yang terkena bogeman mentah dari David.


Daddy Aberto, Tuan Abertos dan David yang mendapat bantuan dari Dave dan Daven yang awalnya tadi terdesak kini sudah tidak begitu terdesak.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau ada seseorang dari jarak jauh mengarahkan senjatanya ke arah Daddy Aberto hingga tidak berapa lama terdengar suara tembakan.


Dor


"Akhhhhh ....." Teriak Daddy Aberto.


"Daddy.." panggil Mommy Davina dan ketiga anak kembarnya dengan serempak.


"Aberto." Panggil Tuan Abertos dan Nyonya Abertos bersamaan.


Mereka semua terkejut melihat Daddy Aberto tertembak membuat Mommy Davina membuka pintu untuk melindungi suaminya namun tubuhnya sangat sakit ketika digerakkan.

__ADS_1


__ADS_2