
("Itu suara Maria, Tuan Muda." Jawab Hendrik sambil mengangkat jarinya ke mulutnya tanda supaya Maria untuk diam).
Maria yang mengerti langsung diam kemudian kembali berjalan dan duduk di sofa untuk mengecek dokumen kembali sedangkan Hendrik masih menerima telepon dari Daddy Aberto.
("Apakah kalian menjadi pasangan kekasih?" Tanya Daddy Aberto yang bisa menebak dengan ucapan Maria memanggil Hendrik dengan sebutan darling).
("Benar Tuan Muda, setelah pekerjaan ini sudah selesai kami akan pulang ke rumah orang tuanya Maria untuk melamar Maria." Jawab Hendrik).
("Lebih baik kalian pulanglah sekarang untuk mengurus acara lamaran kalian dan nanti Aku dan sebagian keluargaku akan datang di acara lamaran kalian." Ucap Daddy Aberto sambil tersenyum bahagia karena akhirnya Hendrik menemukan tambatan hatinya).
("Sebentar lagi sudah selesai Tuan Muda karena pekerjaannya di bantu sama Maria." Jawab Hendrik yang tidak suka menunda pekerjaan terlebih sebentar lagi selesai).
("Ok. Oh ya Aku dengar dari Dave kalau kalian berdua mengalami kecelakaan." Ucap Daddy Aberto).
("Memang benar Tuan Muda. Kami hampir saja mengalami kecelakaan dan untung saja Maria baik - baik saja hanya lecet sama sepertiku." Jawab Hendrik).
("Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Daddy Aberto).
("Itu terjadi karena kami ketika menyeberang jalan tiba - tiba datang mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan kami berusaha untuk menghindar." Jawab Hendrik).
("Kecelakaan di mana?" tanya Daddy Aberto sambil menahan amarahnya).
Daddy Aberto sudah menganggap Hendrik sebagai saudaranya bukan sebagai asisten karena selama ini Hendrik selalu membantunya dalam segala hal termasuk melenyapkan nyawa orang - orang yang mengusik dirinya dan juga mengusik keluarganya.
Karena itulah dirinya sangat marah terhadap orang yang berani mengusik Hendrik dan ingin membalasnya berkali - kali lipat karena orang jahat tidak sepantasnya untuk hidup.
__ADS_1
("Di dekat jembatan jalan xxxx waktu kami sedang menyebrang." Jawab Hendrik).
("Terus orang yang menabrak kalian, apakah menghentikan mobilnya?" tanya Daddy Aberto).
("Tidak mobilnya langsung melajukan mobilnya dengan kencang." jawab Hendrik).
("Apakah kecelakaan itu di sengaja?" tanya Daddy Aberto).
("Maaf Tuan Muda, saya kurang tahu tapi kata Tuan Muda Kecil Dave kalau kecelakaan itu sengaja dan pelakunya adalah Violet." Jawab Hendrik).
("Apakah sudah di tangkap?" Tanya Daddy Aberto dengan nada dingin).
("Wanita itu berhasil melarikan diri ke bar dan anak buahku belum berhasil menemukannya." Jawab Hendrik).
("Kalau sudah selesai segeralah pulang dan kami akan menunggu kalian di mansion orang tua Maria." Sambung Daddy Aberto).
("Terima kasih banyak Tuan Muda." Jawab Hendrik).
("Tidak perlu berterima kasih karena Aku sudah menganggapmu sebagai saudara." Ucap Daddy Aberto).
("Jaga diri kalian." Ucap Mommy Davina yang sejak tadi diam).
("Kamu dengar kata istriku?'' Tanya Daddy Aberto).
("Dengar Tuan Muda. Nyonya Aberto sudah sadar?" Tanya Hendrik sambil tersenyum bahagia).
__ADS_1
("Sudah, hampir satu jam yang lalu." Jawab Daddy Aberto).
("Syukurlah, Saya ikut senang." Jawab Hendrik).
("Terima kasih, bye." Ucap Daddy Aberto).
("Bye." Jawab Hendrik dengan wajah terkejut pasalnya Daddy Aberto biasanya mematikan sambungan komunikasi secara sepihak tanpa mengucapkan kata bye).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi terputus kemudian Daddy Aberto menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya lalu mereka kembali mengobrol sedangkan ketiga anak kembar menatap ke layar laptop.
"Sudah ketemu." Ucap Dave tiba - tiba.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Ayo dong Vote, like, kopi, bunga, komentar, rate bintang lima dan tip agar author semangat menulisnya. 😚😚😍😍😘😘
Terima kasih yang sudah memberikan Vote, like, kopi, bunga, komentar, rate bintang lima dan tip nya serta terima kasih juga buat para pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
Yakasa
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1