Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Rekaman CCTV


__ADS_3

"Dave dan kak Daven di ruangan CEO, Dad." Jawab David.


Daddy Aberto langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut diikuti oleh Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik. Sedangkan bodyguard yang tersisa membersihkan tempat tersebut karena banyak bercak darah dan merapikan tempat meating yang keadaannya berantakan dengan di bantu office boy dan office girl.


ceklek


Daddy Aberto membuka pintu ruang khusus CEO dan melihat ke dua putranya sedang menatap ke arahnya. Daddy Aberto masuk ke dalam ruangan tersebut sambil menggendong Dave diikuti oleh Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik.


"Anak - anak Daddy. Terima kasih sudah menolong Daddy." Ucap Daddy Aberto sambil berlutut dan memeluk ke tiga putra kembarnya dengan David yang berada di tengah - tengah mereka.


"Karena Daddy sangat berharga buat kami." ucap ke tiga anak kembarnya dengan serempak sambil membalas pelukan Daddy Aberto.


"Kalian juga sangat berharga buat Daddy." ucap Daddy Aberto dengan wajah terharu.


Mereka bertiga saling berpelukan dan Daddy Aberto merasakan hatinya sangat bahagia karena dirinya memiliki keluarga yang sangat mencintai dirinya.


"Daddy, Kak Dave dan Kak Daven. David sesak tidak bisa bernafas." ucap David sambil menepuk dada Daddy Aberto dengan perlahan.


Mereka serempak melepaskan pelukannya kemudian tertawa bersama begitu pula dengan Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik yang melihat ke tiga ponakannya yang sangat pintar dan genius.


"Ayo sekarang kita duduk dan ceritakan semuanya apa yang telah terjadi." Pinta Daddy Aberto.


Mereka berempat duduk di sofa dan Daven mulai menceritakan dari awal mereka meretas data perusahaan orang yang telah menghina Mommy Davina hingga kejadian terakhir yang di alami oleh mereka.


"Begitu Daddy ceritanya." Ucap Daven mengakhiri ceritanya.


"Daddy ingin bertanya, waktu itu data milik Daddy ada yang meretas dan tiba-tiba orang itu memberikan tambahan pengamanan. Apakah itu ulah kalian?" tanya Daddy Aberto sambil menatap ke tiga putranya yang sangat tampan secara bergantian.

__ADS_1


"Benar Daddy. Maafkan perbuatan Kami." Ucap ke tiga anak kembarnya dengan serempak sambil menundukkan kepalanya.


"Kenapa kalian melakukan itu?" tanya Daddy Aberto penasaran.


Daven menceritakan dari awal tentang sampul majalah bisnis di mana seorang pria dewasa dan sangat tampan yang sangat mirip dengan wajahnya sehingga mereka meretas data Daddy Aberto.


"Maafkan kami dad, kami terpaksa melakukannya karena kami ingin mempunyai Daddy seperti teman - teman kami di mana teman - teman kami jika berlibur bersama Mommy dan Daddy sedangkan kami hanya bersama Mommy dan Paman David." ucap David dan tidak berapa air matanya keluar.


Dave dan Daven ikut mengeluarkan air mata begitu pula dengan Daddy Aberto karena hatinya sangat sakit mendengar ungkapan hati ke tiga putra kembarnya. Sedangkan Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik memalingkan wajahnya ke arah samping dengan matanya berkaca - kaca.


'Syukurlah sekarang ketiga ponakanku bertemu dengan Ayahnya.' Ucap Paman David dalam hati.


'Untung saja waktu itu Kami menasehati Davina agar menerima Aberto dan Davina mau membuka hatinya karena jika tidak pasti ketiga ponakanku sangat sedih.' Ucap Paman Edward dalam hati.


"Teman Kami ada yang menghina Kami dengan mengatakan kalau kami tidak mempunyai Daddy tapi Mommy selalu memarahi mereka yang telah menghina kami dan mengatakan kalau Daddy kami pergi bekerja di luar negri." ucap David.


"Sekarang kita pulang karena Mommy kalian pasti sedih dan memikirkan kita kalau kita pulang lama." ucap Daddy Aberto setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Baik Daddy." Jawab mereka dengan serempak.


"Tapi sebelum itu basuh wajah kalian agar Mommy tidak sedih melihat kalian menangis." ucap Daddy Aberto dengan nada masih lembut.


'Ternyata perkataan Mommy dan Daddy tidak salah kalau Aberto adalah pria yang tepat di mana Aberto adalah pria baik dan perhatian dengan adikku Davina dan ketiga ponakanku.' Ucap Paman Edward dan Paman David dalam hati secara bersamaan.


"Baik Daddy." Jawab mereka serempak lagi.


Mereka bertiga ke arah kamar mandi yang dekat dengan ruangan tersebut sedangkan Daddy Aberto hanya menatap ke tiga putra kesayangannya berjalan ke arah kamar mandi..

__ADS_1


"Maafkan Daddy sayang mulai saat ini dan seterusnya Daddy janji tidak akan meninggalkan kalian. Daddy akan menebus kesalahan Daddy karena air mata kalian sangat berharga buat Daddy. Terima kasih istriku kamu melahirkan dan memberikan ke tiga anak kembar genius untukku dan mengatakan tentangku kalau Daddynya bekerja di luar negri." ucap Daddy Aberto sambil tersenyum bahagia.


"Kami percayakan adikku dan ketiga ponakanku." Ucap Paman Edward sambil menepuk bahu kanan Daddy Aberto.


"Jangan kecewakan adik kesayangan kami." Sambung Paman David sambil menepuk bahu kiri Daddy Aberto.


"Iya Kak. Aku janji untuk menjaga dan melindungi Davina dengan ketiga anak kami." Ucap Daddy Aberto dengan nada penuh keyakinan.


"Kami pegang kata - katamu." ucap Paman Edward dan Paman David dengan serempak.


Daddy Aberto hanya menganggukkan kepalanya kemudian membalikkan badannya untuk menatap kedua calon kakak iparnya secara bergantian.


"Oh iya ada yang ingin Aku tanyakan tentang, kenapa Aku di minta pura - pura tidak tahu kalau ada musuh yang menyerang Kita? Jujur, Aku sangat penasaran." Ucap Daddy Aberto meminta jawaban Paman Edward dan Paman David.


Semua orang tidak ada yang tahu kalau Daddy Aberto adalah seorang ketua mafia dan juga seorang psycophath di mana Daddy Aberto sering menyiksa para musuhnya hingga berakhir dengan kematian.


Karena itulah Daddy Aberto selalu tahu apa yang dilakukan oleh musuhnya jika menyerang secara diam - diam karena dirinya mempunyai mata elang yang bisa membaca gerakan lawan.


Namun ketika Daddy Aberto ingin melakukan gerakan Paman Edward menghalangi cctv sedangkan Paman David memberikan kode dengan menggunakan jari sambil sesekali memegang telinga sebagai tanda untuk tidak melakukan gerakan.


Daddy Aberto pun terpaksa mengikuti apa yang dikatakan Paman David lewat tatapan dan gerakan yang tidak terlihat oleh ketiga anak kembar lewat rekaman cctv karena dihalangi Paman Edward.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2