Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Wanita itu bukan Violet


__ADS_3

"Tangkap mereka bertiga." ucap salah satu pria tersebut tanpa menjawab pertanyaan mereka bertiga.


"Baik Tuan." Jawab mereka bertiga dengan serempak.


Ketiga pria tersebut menarik paksa pria tersebut begitu pula dengan ke dua wanita tersebut sedangkan pria yang satunya menutupi ke dua orang tersebut dengan menggunakan selimut. Hal itu dikarenakan mereka tidak menggunakan sehelai benangpun.


"Lepas." Teriak ketiga orang tersebut dengan serempak.


"Violet." Panggil salah seorang dari mereka sambil menatap ke dua wanita tersebut secara bergantian.


"Siapa Violet?" Tanya mereka bertiga dengan serempak.


Pria tersebut terdiam beberapa saat kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi bosnya siapa lagi kalau bukan Edward dan sambungan pertama langsung di angkat.


("Ada apa?" Tanya Edward dengan nada dingin).


("Maaf Tuan, kami sudah ada di kamar yang Tuan Muda katakan yaitu Nomer 808 dan nama barnya Pesona Hati tapi di sini ada dua wanita tapi saya bingung yang mana namanya Violet. Tadi Aku tanya mereka bertiga tidak kenal dengan nama Violet." Jawab orang kepercayaan).


'Apa? Anak buah Hendrik ada di sini? Untung Aku pura - pura tidak mengenal siapa itu Violet dan untung saja wajahku rusak jadi tidak dikenali kalau tidak Aku pasti di bawa oleh anak buahnya. Awas kamu Hendrik akan Aku balas perbuatanmu, kamu sudah membuat orang tuaku bercerai dan Aku harus melayani bandot tua.' Ucap Violet dalam hati.


'Aku akan membalas perbuatanmu melalui kekasihmu agar kalian tidak jadi menikah dan kamu pasti sangat sedih karena orang yang kamu cintai nasibnya hancur sama seperti nasib diriku. Aku akan menghancurkan dirimu sampai sehancur - hancurnya hingga akhirnya kamu memilih untuk bunuh diri.' sambung Violet dalam hati.


Flasback On


Akibat berbicara sembarangan dengan pemilik mall sekaligus rekan bisnis Hendrik membuat tubuh Violet di dorong dengan cara kasar dan tanpa ada rasa empati sedikitpun. Violet langsung tidur terlentang di kursi mobil belakang oleh ke tiga bodyguard milik rekan bisnis Hendrik.


Violet sangat marah sekaligus dendam terhadap Hendrik karena telah membuat orang tuanya bangkrut. Violet meminta sopir taksi untuk pergi ke apartemen kekasihnya hingga lima belas menit kemudian taksi tersebut berhenti tepat di apartemen millik kekasihnya Violet.


Violet yang sudah hapal sandinya langsung menekan sandi tersebut hingga terdengar suara klik barulah Violet masuk ke dalam apartemen tersebut. Violet duduk di ruang tamu menunggu kekasihnya datang dan tidak berapa lama kekasihnya datang.


"Sayang." Panggil Violet.

__ADS_1


"Buat apa kamu ke sini?" Tanya kekasihnya dengan nada ketus.


"Aku tahu kamu sangat marah padaku tapi apakah kamu tidak ingin membalaskan dendam ke mereka?" Tanya Violet.


"Aku ingin membalaskan dendam tapi Aku tidak tahu apa yang mesti Aku lakukan." Jawab kekasihnya.


"Aku tahu caranya." Jawab Violet.


"Apa itu caranya?" Tanya kekasihnya dengan suara yang tidak sekesal tadi.


"Pinjamkan Aku mobil maka akan Aku balaskan dendammu dan juga dendamku." Jawab Violet.


Tanpa banyak bertanya kekasihnya memberikan kunci mobil karena saat ini dirinya sangat dendam dan benci terhadap Hendrik. Violet langsung menerima kunci tersebut kemudian pergi meninggalkan apartemen kekasihnya.


Violet kembali lagi ke mall dengan menggunakan mobil milik kekasihnya dimana Violet menunggu kedatangan Hendrik dan Maria di parkiran mobil.


Hingga hampir satu jam lamanya akhirnya Violet melihat Hendrik dan Maria sedang membawa paper bag dan dus untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil membuat Violet sangat dendam terhadap mereka berdua.


Violet mengikuti mobil yang dikendarai Hendrik sambil memikirkan rencana jahatnya hingga akhirnya Violet melihat Hendrik dan Maria menyebrang jalan sambil membawa banyak kantong plastik.


Violet terdiam beberapa saat hingga akhirnya Violet mendapatkan ide untuk menabrak Hendrik dan Maria. Violet tersenyum menyeringai kemudian menambah kecepatan mobil ketika Hendrik dan Maria sudah selesai membagi - bagikan kantong plastik yang berisi roti, botol mineral dan amplop yang berisi uang.


Hendrik yang melihat dirinya dan Maria akan di tabrak oleh mobil yang dikendarai Violet langsung menggendong Maria hingga akhirnya mereka jatuh terguling - guling di jalan raya.


Violet sangat kesal karena usahanya gagal sambil mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk menghindari amukan massa. Hingga Violet menghentikan mobilnya di sebuah restoran dekat bar karena saat itu Violet sangat lapar.


Ketika Hendrik mendapatkan telepone dari Dave kalau Violet adalah pelaku tabrak lari membuat Hendrik memerintahkan anak buahnya agar menangkap Violet untuk di bawa ke markas.


Ketika Violet sudah selesai makan dan ingin membayar makanan tiba - tiba ada empat orang berseragam hitam - hitam menatap satu persatu para pengunjung khusus wanita. Violet yang merasa dirinya yang di cari langsung berjalan ke arah toilet untuk mengubah rambutnya.


Setelah selesai Violet keluar dari toilet dan berjalan seperti tidak terjadi apa - apa namun ketika dirinya sampai di depan pintu restoran salah seorang pria berseragam hitam mengenali Violet.

__ADS_1


"Wanita itu ingin kabur, kejar!" perintah pria tersebut.


"Baik." Jawab mereka dengan serempak.


Violet yang tidak ingin ditangkap langsung melarikan diri ke arah bar hingga akhirnya dirinya bersembunyi di sebuah kamar di mana kamar itu dipakai khusus pengunjung yang ingin melakukan cinta satu malam dengan orang asing.


Flash Back Off


'Gara - gara Aku salah masuk kamar terpaksa Aku melakukan cinta satu malam sama bandot tua.' Ucap Violet dalam hati sambil menatap kesal ke arah pria paruh baya yang wajahnya sudah rusak sama seperti dirinya.


("Bukankah sudah Aku kasih foto?" Tanya Edward).


("Benar Tuan tapi masalahnya wajah ke dua wanita itu tidak sama seperti yang ada di foto." Jawab orang kepercayaannya).


("Paman Edward, minta orang kepercayaan Paman video call biar kami bisa melihat wajah Tante Violet." Ucap Dave yang kebetulan ada disebelahnya).


Tut Tut Tut


Edward langsung memutuskan sambungan komunikasi dengan sepihak kemudian menekan tombol video call dan anak buahnya langsung menekan tombol berwarna hijau dan melihat wajah galak Edward.


("Perlihatkan wajah ke dua wanita itu!" Perintah Edward tanpa mengetahui kalau wajah Violet sudah rusak).


("Baik Tuan." Jawab orang kepercayaannya dengan patuh).


Orang kepercayaan Edward menekan tombol dan sekarang Edward melihat dua wajah wanita yang satu cacat dan yang satunya lumayan cantik membuat Edward terdiam beberapa saat.


("Paman coba tanyakan, apakah mereka mengenal Tante Violet?" Tanya Dave sambil memperhatikan wajah ke dua wanita tersebut dengan serius).


Daven dan David yang penasaran ikut menatap wajah ke dua wanita tersebut sedangkan Edward masih memperhatikan wajah ke duanya.


("Anak buah Paman sudah ditanya katanya mereka tidak kenal, sepertinya wanita itu sudah kabur. Jadi lebih baik bebaskan mereka saja karena wanita itu bukan Violet." Jawab Edward).

__ADS_1


__ADS_2