Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Tabungan Kami


__ADS_3

"Dari tabungan kami paman." Jawab mereka dengan serempak


"Apa?? Apakah Mommy kalian membeli uang saku sangat besar sehingga mempunyai uang yang sangat banyak?" tanya Hendrik dengan nada tidak percaya.


"Tidak. Itu uang kami, waktu kami memenangkan berbagai lomba selain mendapatkan piala kami juga mendapatkan uang tunai yang lumayan besar dan kami tabung karena uang saku dari Mommy sudah lebih dari cukup." ucap Daven menjelaskan.


"Itu piala milik kami paman tapi tidak semua kami bawa karena jumlahnya sampai ribuan." sambung David sambil menunjukkan piala mereka yang berada di lemari kaca.


Hendrik mengalihkan pandangannya ke arah lemari kaca dan berjalan untuk melihat jenis lomba ke tiga anak kembar yang sangat pintar di usia yang masih belia.


"Juara pertama taekwondo." ucap Hendrik.


"Itu pialaku paman." Jawab David.


"Juara pertama kungfu." ucap Hendrik.


"Itu juga pialaku paman." Jawab David.


"Juara Pertama karate dan Juara pertama karate antar negara pasti punya Tuan Muda Kecil David." Tebak Hendrik.


"Benar Paman." Jawab David.


"Juara pertama program IT di negara S." ucap Hendrik.


"Itu pialaku paman." Jawab Dave.

__ADS_1


"Juara pertama program IT di negara A." ucap Hendrik.


"Itu juga pialaku paman." Jawab Dave.


"Juara pertama program IT di negara T dan juara pertama program IT di negara J pasti punya Tuan Muda Kecil Dave." Tebak Hendrik.


"Benar Paman." Jawab Dave.


"Juara pertama matematika tingkat SD, juara pertama cerdas cermat tingkat SD, juara pertama matematika tingkat SMP dan juga juara pertama baca tulis tingkat TK." ucap Hendrik menyebut satu persatu piala.


"Itu milikku paman." Jawab Daven.


"Apa?? bagaimana bisa? Kalian bertiga masih berumur lima tahun sudah bisa menguasai beberapa bidang." ucap Hendrik tidak percaya karena umur lima tahun sudah segenius ini.


"Bisa saja paman, kalau kak Dave bisa menguasai program IT kalau kak Daven bisa menguasai bisnis perusahaan sedangkan aku David bisa menguasai seni ilmu bela diri." ucap David memberikan penjelasan ke paman Hendrik.


"Walau kami masih kecil tapi kami sangat pintar paman kalau paman tidak percaya, aku akan meminta kak Dave untuk meretas data pribadi paman Hendrik." ucap Daven yang melihat kalau Paman Hendrik masih tidak percaya.


"Coba saja karena data pribadi milik paman dan Daddy kalian menggunakan pengaman jadi tidak mungkin bisa di retas." ucap paman Hendrik penuh percaya diri.


Mereka bertiga terdiam hanya saja Dave mengutak atik laptopnya dan tidak membutuhkan waktu lama Dave berhasil meretas data pribadi milik paman Hendrik.


"Paman lihatlah ini data pribadi paman." ucap Dave sambil memperlihatkan laptopnya.


Paman Hendrik membaca tulisan yang berada di laptop dan matanya membulat sempurna karena Dave sudah berhasil meretas data pribadinya.

__ADS_1


"Apakah paman sekarang sudah percaya dengan kemampuan kami?" tanya Daven sambil tersenyum begitu pula dengan ke dua saudaranya.


"Apakah kalian juga bisa meretas data pribadi milik Daddy kalian?" tanya paman Hendrik yang masih penasaran.


"Beberapa hari yang lalu kak Dave meretas data pribadi milik daddy." Jawab David menjelaskan.


"Benarkah?" tanya Hendrik dengan wajah terkejut.


"Benar paman, karena itulah kami meminta Mommy untuk pergi ke negara ini kemudian kami mempertemukan Mommy dengan Daddy." jawab Daven dengan perasaan bangga karena sudah berhasil menyatukan ke dua orang tuanya.


"Kalau Paman ingin bertanya atau mengetes tentang saham maka Paman bertanya ke Kak Daven karena Kak Daven sangat pintar membaca saham dan pembukuan." Ucap David.


"Baik Paman akan mengetes tentang saham." Ucap Paman Hendrik sambil mengambil tab nya yang ada di dalam tas.


Daven memperhatikan tab milik Paman Hendrik kemudian tersenyum membuat Hendrik menatap Daven dan menunggu jawaban Daven.


"Saham perusahaan milik PT XXXXX akan sering turun jadi jangan membeli saham milik PT XXXXX tapi belilah saham dari PT AAAA karena pasti mengalami keuntungan." Ucap Daven.


Paman Hendrik sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Daven kemudian Paman Hendrik memperlihatkan laporan keuangan perusahaan yang sedang mengalami masalah dan dirinya belum menemukan solusinya. Daven memperhatikan laporan keuangan tersebut dan belum ada dua menit Daven sudah tahu masalahnya.


"Pengeluaran tanggal 8 Agustus 2023 berbeda dengan laporan satunya selain itu pengeluaran itu tidak mungkin sebanyak itu. Daven minta sama Paman agar yang membuat laporan untuk memperbaiki kesalahannya." ucap Daven.


Hendrik hanya bisa terdiam dirinya sungguh tidak percaya tiga anak kembar selain tampan juga ternyata sangat genius terlebih Daven bisa mengetahui masalah saham dan laporan keuangan.


"Paman ayo kita pergi ke beberapa perusahaan yang sudah kami beli untuk memperbaiki perusahaan yang bermasalah." Ucap Daven yang tidak ingin berlama - lama di kamarnya dan ingin segera diselesaikan secepat mungkin.

__ADS_1


"Dari mana Tuan Muda Kecil Daven bisa tahu kalau perusahaan mereka ada masalah?" tanya Hendrik penasaran.


__ADS_2