Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Mommy


__ADS_3

"Tuan Muda Kecil Dave telepon katanya kecelakaan yang kita alami di sengaja oleh seseorang dan sekarang lagi diselidiki oleh Tuan Muda Kecil Dave." Jawab Hendrik menjelaskan apa yang terjadi.


"Apa? Kenapa orang itu sangat jahat? Aku tidak pernah menyinggung orang lain." Ucap Maria dengan wajah terkejut.


"Entahlah Kakak juga tidak tahu." Ucap Hendrik sambil berpikir siapa orang yang telah berani mengusik dirinya terlebih ingin mencelakai kekasihnya.


"Dave kok tahu kalau kita kecelakaan?" Tanya Maria dengan wajah bingung.


"Entahlah Kakak juga penasaran kenapa Tuan Muda Kecil bisa tahu apa yang terjadi dengan kita." Ucap Hendrik.


"Oh ya bagaimana dengan pekerjaan kantor?" Tanya Maria.


"Kakak tidak tega meninggalkan dirimu sendirian di sini jadi Kakak akan menghubungi orang kepercayaan Kakak untuk membawa sisa pekerjaan ke sini." Jawab Hendrik sambil mengeluarkan ponselnya.


"Kenapa kita tidak ke kantor saja? Aku sudah mulai baikan kok." Ucap Maria yang tidak betah di rumah sakit sambil menahan tangan Hendrik agar tidak mengambil ponselnya di saku jasnya.


"Bukannya tadi kamu jalan meringis kesakitan?" Tanya Hendrik sambil menggenggam tangan Maria.


"Awalnya perih tapi sekarang sudah tidak lagi." jawab Maria.


"Tapi ...." Ucapan Hendrik terpotong oleh Maria.


"Aku mohon." Mohon Maria sambil menampilkan puppy yang menjadi andalannya.

__ADS_1


"Apalagi setelah pekerjaan sudah selesai kita bisa langsung pulang dan menemui ke dua orang tuaku untuk melamarku." Sambung Maria.


Hendrik menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Maria sangat senang. Hendrik pun mengurus administrasi setelah selesai barulah mereka keluar dari rumah sakit menuju ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan.


xxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda, lebih tepatnya di ruang ICU di mana Dave dan Daven masuk ke dalam ruang ICU dan melihat Mommy Davina masih setia memejamkan matanya dengan tubuh masih dibalut perban hanya mata, mulut dan hidung yang tidak di perban.


"Mommy cepat sadar, kami sangat merindukan Mommy." Ucap Dave dengan wajah sendu dan tidak berapa lama air matanya keluar.


Untuk pertama kalinya Dave mengeluarkan air matanya karena selama ini Dave tidak pernah menangis hanya waktu dirinya masih bayi barulah menangis.


"Mommy. Apakah Mommy tidak tahu kalau Daddy sekarang tambah kurus karena memikirkan Mommy? Daddy tidak mau makan padahal kami berusaha untuk membujuk Daddy tapi Daddy hanya memakan hanya dua suap. Kami bertiga juga tidak nafsu makan karena kami sangat merindukan masakan Mommy." Adu Daven dan tidak berapa lama air matanya keluar.


Tiba - tiba pintu ruang ICU terbuka dengan lebar membuat Dave dan Daven menatap ke arah pintu dan melihat Daddy Aberto duduk di kursi roda dan di dorong oleh salah satu bodyguardnya menuju ke arah mereka. David duduk di pangkuan Daddy Aberto sambil memeluk tubuh kekarnya seakan takut jika Daddy Aberto pergi.


"Anak - anak Daddy dan Mommy." panggil Daddy Aberto sambil mendekati ke dua putra kembarnya dengan nada lembut.


"Daddy hiks... hiks..." ucap Dave dan David sambil menangis dan berjalan mendekati Daddy Aberto.


"Sstttt sudah jangan menangis." ucap Daddy Aberto dengan suara lembut sambil membelai pipi ke dua putranya secara bergatian.


Dirinya harus kuat agar ke tiga putranya tidak terlarut dalam kesedihan walau sebenarnya hatinya lebih hancur melihat tubuh istrinya di penuhi selang dan juga di perban. Hingga Daddy Aberto melihat mata istrinya mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


"Lihat Mommy kalian ikut menangis, kalian jangan menangis ya." Ucap Daddy Aberto dengan nada masih lembut.


"Dorong kursi rodaku agar aku dengan istriku." pinta Daddy Aberto pada anak buahnya.


"Baik Tuan Muda." Jawab anak buahnya.


Anak buahnya perlahan mendorong kursi roda ke arah ranjang Mommy Davina. Daddy Aberto mengusap air mata istrinya kemudian berlanjut menghapus air mata ke dua putranya agar Mommy Davina dan ke dua putra kembarnya tidak menangis Lagi.


Setelah setengah jam lebih mereka bersiap untuk kembali ke ruang perawatan VVIP karena waktunya mereka makan siang. Dave dan Daven berpamitan dengan Mommy Davina kemudian berlanjut ke Daddy Aberto sedangkan David masih tertidur di pangkuan Daddy Aberto.


"Mommy cepatlah sadar karena Kami membutuhkan Mommy." Ucap Daddy Aberto sambil menggenggam tangan istrinya kemudian menciumnya dengan lembut.


Daddy Aberto menatap sebentar ke arah istrinya dan bersiap melepaskan tangannya yang tadi menggenggam tangan istrinya namun tangan istrinya menahannya.


"Mommy." Panggil Daddy Aberto sambil menatap istrinya dengan tatapan terkejut.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Ayo dong Vote, like, kopi, bunga, komentar, rate bintang lima dan tip agar author semangat menulisnya. 😚😚😍😍😘😘


Terima kasih yang sudah memberikan Vote, like, kopi, bunga, komentar, rate bintang lima dan tip nya serta terima kasih juga buat para pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,

__ADS_1


Yakasa


__ADS_2