Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Hadiah


__ADS_3

"Hendrik ini hadiah dari kami." Ucap Daddy Aberto sambil memberikan amplop ke Hendrik.


"Maaf Tuan Muda, tidak usah repot-repot pesta ini saja sudah sangat besar." Ucap Hendrik menolak permintaan Daddy Aberto.


"Tidak terima penolakan." Ucap Daddy Aberto dengan nada tegas.


"Baik Tuan Muda." Jawab Hendrik dengan pasrah sambil menerima amplop tersebut


"Paman dan Tante ini hadiah dari kami." Ucap Daven memberikan kotak ukuran sedang yang sudah di bungkus kado.


"Terima kasih Tuan Muda Kecil." ucap Hendrik.


"Terima kasih tiga ponakanku yang sangat tampan. Kok repot - repot sayang." Ucap Maria sambil menerima kotak tersebut sambil tersenyum manis.


"Tidak repot kok Tante. Tante dan Paman kan baik sama kami jadi sudah sepantasnya kami juga baik sama Tante dan Paman." Ucap Daven bersikap layaknya seorang dewasa.


"Semoga cepat punya anak agar David bisa bermain dengan adik kecil." Sambung David.


Orang tua Daddy Aberto, Daddy Aberto, Mommy Davina, Hendrik dan Maria hanya bisa menahan tawa bersama mendengar ucapan Daven dan David layaknya seperti seorang dewasa.


"Apa ada yang lucu? Kenapa semuanya menahan tawa?" tanya Daven dan David dnegan serempak.


"Iya benar, padahal adik kami bicaranya biasa saja." Ucap Dave sambil menatap para pria dan para wanita dewasa.


"Pffftttt hahahaha.." Tawa mereka bersama melihat ke tiga anak kembar yang sangat menggemaskan.


"Sudahlah Dek, kita pulang saja." Ucap Dave sambil menggenggam ke dua tangan adiknya dan pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Mereka yang ada di situ tertawa melihat ke tiga anak kembar yang sangat menggemaskan hingga beberapa saat satu persatu pulang menuju ke mansion masing - masing kecuali Hendrik dan Maria yang akan menginap di hotel tersebut.


Mereka berjalan ke parkiran mobil, Daddy Aberto duduk di kursi pengemudi, Mommy Davina duduk di samping pengemudi sambil memangku David sedangkan ke dua orang tua Daddy Aberto duduk di pinggir kanan dan kiri belakang pengemudi karena Dave dan Daven duduk di tengah - tengah mereka.


"Daddy, besok kami ikut ke kantor ya?" pinta Dave, Daven dan David dengan serempak.


"Maaf sayang, besok pagi Daddy ada meating belum lagi pekerjaan kantor menumpuk. Kalian kan tahu kalau Paman Hendrik seminggu ini cuti." Ucap Daddy Aberto menjelaskan.


"Tidak apa - apa Dad, kami janji tidak nakal." Ucap mereka dengan serempak.


"Tapi kalian akan merasa bosan hanya duduk di kantor." Ucap Daddy Aberto.


"Tidak Daddy, kami tidak akan mungkin bosan." Jawab mereka bertiga dengan serempak lagi.


"Terserah kalian saja tapi kalau seandainya kalian bosan bilang Daddy ya nanti bodyguard Daddy yang akan mengantar kalian pulang." Jawab Daddy Aberto pasrah yang tidak tega menolak permintaan ke tiga anak kembarnya.


"Terima kasih Daddy." Jawab mereka dengan serempak.


"Ingin sih tapi ke dua kaki Mommy belum begitu kuat untuk berjalan." Ucap Mommy Davina sambil tersenyum menatap suaminya.


"Pakai kursi roda saja Mom." Ucap Daddy Aberto yang tidak ingin berpisah dengan istrinya.


"Baiklah." Jawab Mommy Davina.


"Terus opa tidak ada yang menemani?" tanya Opa.


"Iya, Oma juga tidak ada teman." Ucap Oma sambil menampilkan wajah sedih.

__ADS_1


"Kan Opa ada yang menemaninya dan Oma juga ." ucap Daven.


"Siapa yanng menemani kami?" Tanya Opa dan Oma dengan serempak.


"Ya Opa dan Oma. Oma dan Opa kan bisa mengobrol jadi ada temannya kan?" ucap David dengan wajah polosnya.


"Maksud Opa, Opa ingin salah satu dari kalian menemani Opa dan Oma." ucap Opa menjelaskan.


"Ya sudah deh David saja yang menemani Opa dan Oma." ucap David yang tidak tega melihat Opa dan Omanya sedih.


"Terima kasih David." Ucap Opa dan Oma dengan serempak.


"Sama - sama." Jawab David sambil tersenyum manis.


Di tengah jalan yang agak sepi sebuah mobil berhenti di tengah jalan dan delapan orang keluar dari mobil kemudian menghadang mobil mereka.


Cittttt


Daddy Aberto menahan tangan kanannya agar wajahnya tidak terkena setir mobil sedangkan Mommy Davina wajahnya nyaris terkena dasboard mobil karena tangan kiri Daddy Aberto menahan tubuh Mommy Davina.


Opa dan Oma memegang ke dua cucunya agar tidak jatuh ke depan sedangkan David yang berada di tengah - tengah mereka bisa menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.


"Kalian semua tidak apa - apa?" tanya Daddy Aberto dengan nada kuatir.


"Tidak apa - apa." Jawab mereka dengan serempak.


"Si*l siapa mereka?" tanya Daddy Aberto sambil melepaskan sealbeltnya.

__ADS_1


Semua orang menatap ke arah depan di mana ada delapan orang yang menghadang mobil mereka. Mommy Davina yang melihat ada bahaya langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi kakak kembarnya agar datang membantu mereka.


"Kalian semua di dalam biar Daddy menghadapi mereka." Ucap Daddy Aberto sambil keluar dari mobil.


__ADS_2