
Mommy Davina dan Daddy Aberto tertidur dengan pulas hingga dua jam kemudian pintu ruang perawatan terbuka dengan perlahan dan melihat mereka berdua tertidur dengan pulas di mana Daddy Aberto memeluk tubuh istrinya.
"Masih tidur." Ucap Mommy Angelica.
"Iya." Jawab Daddy William dengan singkat.
Ternyata yang membuka pintu ruang perawatan adalah Daddy William dan Mommy Angelica orang tua dari Mommy Davina. Daddy William dengan perlahan menutup pintu ruang perawatan.
"Kami pulang dulu dan nanti sore kesini lagi." Ucap Mommy Angelica yang melihat suaminya terlihat lelah.
"Hati - hati di jalan." Ucap Nyonya Abertos.
"Terima kasih." Jawab Mommy Angelica.
Mommy Angelica kemudian cipika cipiki dengan Nyonya Abertos sedangkan Tuan Abertos dan Daddy William hanya bersalaman. Namun baru beberapa langkah datang Edward bersama istrinya yang bernama Alona.
"Mommy dan Daddy mau pulang?" Tanya Alona sambil mencium punggung tangan Ibu mertuanya dan dilanjutkan ke Edward.
"Iya benar, Daddy lagi kurang sehat." Jawab Mommy Angelica.
Edward dan Alona menatap ke arah Daddy William dan ternyata memang benar wajahnya agak pucat.
"Mumpung ada di rumah sakit lebih baik Daddy di cek ke dokter." Ucap Alona sambil menciom punggung tangan Ayah mertuanya dan dilanjutkan oleh Edward.
"Daddy hanya lelah saja, di bawa istirahat sudah enakkan." Jawab Daddy William.
"Karena itu kami pulang dan nanti sore kesini lagi." sambung Mommy Angelica.
"Kalau begitu biar kami yang menjaga adik kami jadi Mommy dan Daddy bisa istirahat di mansion." ucap Alona.
"Apa yang dikatakan Alona memang benar, jadi nanti sore Daddy dan Mommy istirahat di mansion tidak perlu ke rumah sakit karena ada kami yang menjaganya bergantian dengan Julia bersama suaminya." Sambung Edward.
"Ok." Jawab Daddy William yang memang dirinya butuh istirahat banyak agar kondisi tubuhnya bisa kembali fit.
"Mommy dan Daddy juga istirahat, biar kami yang menjaganya." Ucap Alona sambil menatap ke arah Tuan Abertos dan Nyonya Abertos yang terlihat juga sangat lelah.
" Baiklah." Jawab ke duanya dengan serempak.
"Dave, Daven dan David, mau ikut Oma dan Opa pulang?" Tanya ke dua orang tuanya Daddy Aberto dan orang tuanya Mommy Davina.
"Tidak Oma dan Opa, kami di sini saja menemani Mommy, Daddy, Om Edward dan Tante Alona." Jawab ketiganya dengan serempak.
Mereka hanya menganggukkan kepalanya kemudian dua pasangan suami istri tersebut pulang ke mansion masing - masing. Alona, Edward dan ketiga anak kembar yang melihat mereka sudah pergi dan tidak terlihat batang hidungnya kemudian masuk ke dalam ruang perawatan.
__ADS_1
Edward membuka pintu ruang perawatan kemudian ketiga anak kembar masuk ke dalam ruang perawatan di susul oleh Alona dan Edward. Mereka melihat Mommy Davina dan Daddy Aberto sedang menatap dirinya.
"Kak Edward dan Kak Alona, kapan datang?" Tanya Daddy Aberto sambil turun dari ranjang untuk mencium punggung tangan ke dua kakak iparnya.
"Baru saja." Jawab Alona.
Mereka pun mengobrol sedangkan ke tiga anak kembar berjalan ke arah sofa kemudian duduk di sofa sambil sesekali berbisik.
"Daddy, bolehkah Aku pinjam laptopnya?" Tanya Dave ketika melihat kedua orang tuanya berhenti mengobrol.
"Boleh." Jawab Daddy Aberto yang selalu membawa laptop kemanapun dirinya pergi.
Daddy Aberto membuka lemari kecil kemudian mengambil laptop untuk diberikan putra sulungnya.
"Ini laptopnya." Ucap Daddy Aberto sambil meletakkan laptopnya di atas meja kemudian mulai menyalakan laptopnya.
Di dalam laptop tersimpan banyak data perusahaan yang sangat penting namun dirinya percaya kalau putranya tidak akan mungkin menghancurkan atau menyebarkan data penting tersebut ke perusahaan lain.
"Dave, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Mommy Davina yang melihat Dave mengutak atik laptopnya.
"Tadi Dave iseng meretas cctv jalan raya tempat di mana Paman Hendrik dan Tante Maria berada di luar kota lalu tanpa sengaja Dave melihat ada kecelakaan di mana dua orang ketika menyebrang nyaris tertabrak mobil." Jawab Dave yang tidak bisa membohongi Mommy Davina.
"Apakah mereka baik - baik saja?" Tanya Mommy Davina dan Alona dengan serempak.
"Apa? Kak Hendrik dan Maria yang menjadi korban?" Tanya Mommy Davina dengan wajah terkejut.
"Iya Mom dan pelakunya sengaja ingin mencelakai Paman Hendrik dan Tante Maria." Jawab Dave.
"Apakah sudah ketahuan pelakunya?" Tanya Daddy Aberto yang sejak tadi terdiam sambil berjalan ke arah ketiga anak kembarnya.
"Belum Dad, ini Dave lagi mencari siapa pelakunya." Jawab Dave yang masih mengutak atik laptopnya.
Daddy Aberto hanya menganggukkan kepalanya, sebenarnya Daddy Aberto ingin mengambil laptopnya yang ada di tangan Dave untuk mencari pelakunya karena dirinya sangat mudah melakukan hal itu.
Tapi dirinya tidak mungkin melakukan hal itu karena bisa dipastikan Dave akan kecewa terlebih dirinya ingin putranya lebih banyak belajar dalam bidang IT agar bisa menjadi orang hebat dan mengusai bidangnya.
"Bukannya pelakunya Tante Violet Kak?" Tanya Daven yang sejak tadi terdiam.
"Memang benar tapi Kakak ingin tahu apakah Tante Violet di bantu oleh seseorang? Karena setahu Kakak keluarganya tidak mempunyai mobil mengingat semua aset berharga milik orang tuanya di sita oleh bank." Jawab Dave.
"Siapa itu Tante Violet?" Tanya Mommy Davina.
"Orang yang dulu disukai Hendrik tapi Violet dan keluarganya menghinanya dan merendahkan keluarganya." Jawab Daddy Aberto yang pernah mendengar Hendrik menceritakan tentang masalalunya.
__ADS_1
"Jahat sekali mereka. Tapi apa hubungannya Violet dengan Kak Hendrik?" Tanya Mommy Davina penasaran.
Dave menceritakan secara singkat apa yang telah terjadi ketika Hendrik dan Maria pergi ke mall di mana mereka bertemu dengan Violet bersama kekasihnya dan merendahkan Hendrik dan Maria.
Dave sengaja tidak menceritakan kalau Hendrik dan Maria akan bertunangan karena itu privasi mereka sebagai orang dewasa.
"Itulah yang terjadi Mom." Jawab Dave mengakhiri ceritanya.
"Wanita itu sangat jahat dan akhirnya mendapatkan karmanya. Bukannya sadar malah ingin mencelakai sahabatku dan juga kak Hendrik." Ucap Mommy Davina sambil menahan amarahnya.
"Apa yang dikatakan Mommy memang benar wanita itu sangat jahat." Ucap Daddy Aberto.
"Daddy tolong video call Maria, Mommy ingin tahu keadaannya." Pinta Mommy Davina yang sangat kuatir dengan keadaan sahabatnya.
"Ok." Jawab Daddy Aberto sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Maria.
"Ponselnya tidak aktif." Ucap Daddy Aberto sambil berjalan ke arah ranjang di mana Mommy Davina berbaring.
"Coba hubungi Kak Hendrik." Pinta Mommy Davina.
"Ok." Jawab Daddy Aberto dengan singkat.
Daddy Aberto kemudian mencari nomer Hendrik setelah ketemu barulah menekan tombol berwarna hijau dan sambungan pertama langsung di angkat.
("Selamat siang Tuan Muda." Ucap Hendrik).
("Ba ..." ucapan Daddy terpotong oleh suara seorang wanita dari sebrang).
("Darling, kok ini selisih ya?" Tanya wanita itu).
("Suara siapa itu Hen?" Tanya Daddy Aberto dengan wajah terkejut).
Hal itu dikarenakan semenjak bekerja dengan dirinya Hendrik tidak pernah berhubungan dengan seorang wanita. Sikapnya yang dingin dan anti wanita sama seperti dirinya membuat Daddy Aberto mengerutkan keningnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Ayo dong Vote, like, kopi, bunga, komentar, rate bintang lima dan tip agar author semangat menulisnya. 😚😚😍😍😘😘
Terima kasih yang sudah memberikan Vote, like, kopi, bunga, komentar, rate bintang lima dan tip nya serta terima kasih juga buat para pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
Yakasa
__ADS_1
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx