Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Masalah Besar


__ADS_3

"Kenal. Dia pelayan baru. Memang kenapa Dave?" tanya Tuan Abertos penasaran.


"Opa lihat apa yang dilakukan pelayan itu." Ucap Dave tanpa menjawab pertanyaan Tuan Abertos sambil menatap ke arah layar laptop.


Ketika Tuan Abertos ingin melihat rekaman cctv bertepatan Paman Hendrik keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di samping Dave. Tuan Abertos, Paman Hendrik dan Dave mendengarkan percakapan pelayan tersebut lewat sambungan komunikasi tentang rencana jahatnya.


"Si*l ternyata Aku memperkerjakan seorang pengkhianat." ucap Tuan Abertos sambil menggenggam tangannya dengan erat menahan emosinya begitu pula dengan Paman Hendrik.


"Dave kamu di sini dulu bersama adikmu Daven. Opa ingin berbicara dengan Paman Hendrik nanti Opa kembali lagi." ucap Tuan Abertos menahan emosinya.


"Baik Opa." Jawab Dave dan Daven dengan serempak.


Tuan Abertos langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ke dua cucu kembarnya dengan diikuti Paman Hendrik dari belakang.


"Hendrik, tangkap pelayan itu dan bawa ke markas." Ucap Tuan Abertos dengan nada dingin ketika mereka sudah berada di luar pintu perawatan.


"Baik Tuan." Jawab Paman Hendrik sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang yang dipercayai setelah selesai menghubungi ke dua orang tersebut berjalan ke arah ruang ugd tanpa memperdulikan tatapan lapar para wanita yang Mereka lewati.


Tuan Abertos dan Paman Hendrik melihat Nyonya Abertos duduk bersebelahan dengan David yang beberapa bagian tubuhnya ada yang di perban dan ada yang diberikan obat merah.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Tuan Abertos dengan nada dingin.

__ADS_1


"David baik - baik saja hanya luka lecet tapi Aberto, Davina dan Maria belum tahu kabarnya." Jawab Nyonya Abertos dengan wajah sendu memikirkan keadaan putranya dan menantunya.


"Semoga mereka baik - baik saja. Oh ya, Mommy tolong temani ke tiga cucu kita." Ucap Tuan Abertos.


"Baik Dad." Jawab Nyonya Abertos sambil berdiri dan berjalan meninggalkan mereka sambil menggendong David tanpa banyak bicara.


'Pasti ada masalah besar dan ini pasti ada hubungannya dengan Aberto, Davina dan Maria.' Sambung Nyonya Abertos dalam hati sambil masuk ke dalam ruang perawatan.


"Pelayan itu harus mendapatkan hukuman yang tidak pernah dia pikirkan dan bayangkan betapa tersiksanya hingga memohon meminta untuk di bunuh." ucap Tuan Abertos dengan kilatan penuh amarah.


"Benar Tuan. Dia pantas mendapatkan hukuman yang sangat berat." ucap paman Hendrik dengan kilatan penuh amarah juga karena telah tega melakukan itu terhadap majikannya dan juga istri majikannya serta sahabat istrinya.


Paman Hendrik juga menyayangi Mommy Davina karena Mommy Davina sangat berbeda dengan wanita lain tidak sombong dan baik terhadap semua orang.


Tuan Abertos menghubungi Daddy William dan sambungan pertama langsung di angkat. Tuan Abertos menceritakan apa yang terjadi tanpa yang ditutup - tutupi setelah beberapa saat kemudian Tuan Abertos sudah selesai menghubungi Daddy William.


Tuan Abertos kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya kemudian menatap ke arah pintu ugd sambil berharap semua baik - baik saja. Hingga dua puluh lima menit kemudian terdengar suara memanggil Tuan Abertos, membuat Tuan Abertos memalingkan wajahnya ke samping dan melihat orang tua Mommy Davina berjalan ke arahnya bersama putra sulungnya yang bernama David.


"Besan, bagaimana keadaan putri dan menantu kami?" Tanya Daddy William.


"Kami masih menunggu jadi belum tahu keadaannya." Jawab Tuan Abertos.

__ADS_1


"Semoga saja semuanya baik - baik saja." Ucap Mommy Angelica.


"Amin." Jawab mereka bersamaan.


"Aku ingin melihat ke tiga cucu kami." Ucap Mommy Angelica.


Mommy Angelica sengaja melakukan itu karena Mommy Angelica sangat yakin kalau suaminya dan besannya ingin berbicara penting tanpa diketahui oleh dirinya.


"Silahkan, Mereka ada di ruang perawatan bersama istriku." Jawab Tuan Abertos.


"Ok." jawab Mommy Angelica sambil berjalan ke arah ruang perawatan.


"Aku akan menyiksa pelayan itu sampai meminta untuk di bunuh karena sudah berani menyakiti putri kesayanganku." Ucap Daddy William sambil menahan amarahnya.


"Akupun juga akan melakukan hal yang sama karena telah membuat putraku dan menantu kesayangan kami terluka." Ucap Tuan Abertos sambil menahan amarahnya.


Daddy William hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju setelah itu mereka saling diam dan sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.


"Oh ya aku meminta maaf karena kami teledor menjaga putrimu sekaligus menantuku." Ucap Tuan Abertos setelah beberapa saat mereka terdiam dengan perasaan bersalah.


"Itu bukan kesalahanmu tapi salah pelayan itu." Jawab Daddy William yang tidak menyalahkan besannya.

__ADS_1


"Justru ini pelajaran buat kita untuk lebih waspada terhadap orang - orang yang bekerja dengan kita." Sambung Daddy William.


"Aku setuju apa yang besan katakan." Ucap Tuan Abertos.


__ADS_2