Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Siapa Pria Itu?


__ADS_3

"Semoga putra kita dan menantu kita selalu diberi kebahagiaan." Ucap Nyonya Abertos yang sejak tadi pura - pura tidur melihat perbincangan anak dan menantunya begitu pula dengan suaminya.


"Amin. Kita sangat bersyukur mempunyai menantu yang baik dan perhatian dengan putra kita terlebih menantu kita sangat menghormati kita sebagai orang tua." Ucap Tuan Abertos.


" Benar Dad, di tambah lagi ke tiga cucu kita yang sangat tampan dan genius." Ucap Nyonya Abertos.


"Kita harus banyak bersyukur. Sekarang kita tidur karena sudah malam." Ucap Tuan Abertos.


"Iya, Mommy juga sudah mengantuk." Ucap Nyonya Abertos.


Tidak berapa lama merekapun sudah tertidur dengan pulas untuk menyambut pagi hari.


Tidak terasa hari sudah pagi, Mommy Davina seperti biasa sudah membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya.


"Aku sangat mencintaimu suamiku dan aku harap suamiku selalu bahagia karena jika suamiku bahagia maka Aku akan lebih bahagia dan jika suamiku sedih maka Aku dua kalinya lebih sedih." Ucap Mommy Davina.


Mommy Davina mengecup bibir suaminya dan menarik kepalanya tapi suaminya menahan tengkuk istrinya dan me x lu x matnya. Setelah beberapa lama mereka berciuman suaminya melepaskan tangannya karena Mommy Davina menepuk bahu suaminya tanda Mommy Davina kehabisan oksigen.


Daddy Aberto membuka matanya kemudian menatap wajah cantik istrinya di pagi hari di mana istrinya sedang menatapnya sambil tersenyum manis.


"Selamat pagi sayang." Ucap suaminya.


"Pagi juga sayang." Jawab istrinya sambil tersenyum.


Suaminya membalas senyuman istrinya dan dalam hati yang paling dalam dirinya sangat bahagia memiliki istri dan ke tiga putranya.


"Pagi Daddy, pagi Mommy." Panggil ke tiga anak kembar genius sambil berjalan mendekati ke dua orang tuanya.


"Pagi sayang." Jawab orang tuanya dengan serempak.


"Kalian mandi dulu nanti gantian Mommy yang mandi." Ucap Mommy Davina sambil berusaha untuk bangun.


"Baik Mommy." Jawab ke tiga anaknya dengan patuh.


Ke tiga anaknya langsung masuk ke kamar mandi sambil membawa handuk yang ada di dalam lemari.


"Daddy apakah ada yang sakit?" tanya Mommy Davina sambil duduk di kursi roda samping ranjang suaminya dengan di bantu Daddy Aberto.


"Tidak ada sayang." Ucap Daddy Aberto.


Ke dua orang tua Daddy Aberto berjalan mendekati Daddy Aberto dan Mommy Davina.


"Oh iya tiga hari lagi saudara kembarmu akan datang." Ucap Nyonya Abertos.


"Benarkah Mom? Sudah lama sekali kita tidak berkumpul seperti dulu semenjak adik kembarku Abertosa menikah. Abertosa tidak pernah datang lagi ke rumah kita." Ucap Daddy Aberto yang sangat merindukan adik kembarnya.


"Iya benar. Mommy dan Daddy juga sangat senang kita bisa berkumpul kembali." Ucap Tuan Abertos.

__ADS_1


ceklek


Pintu kamar mandi terbuka ke tiga anak kembar genius sudah selesai mandi dan memakai handuk. Mereka bertiga berjalan ke arah lemari mengambil pakaian mereka.


"Daddy, Mommy mandi dulu ya." Ucap Mommy Davina.


"Ok." Jawab suaminya dengan singkat.


Mommy Davina mengambil handuk baru yang berada di dalam lemari kemudian masuk ke dalam kamar mandi bertepatan kedatangan perawat membawa baskom untuk melap tubuh Daddy Aberto.


Perawat itu meletakkan baskom tersebut di meja dekat ranjang Daddy Aberto. Ketika tangannya hendak menyentuh tangan Daddy Aberto, Daddy Aberto langsung menepisnya dengan kasar.


"Jangan sentuh tanganku apalagi menyentuh tubuhku." ucap Daddy Aberto sambil menatap tajam ke arah perawat.


Tanpa di sadari oleh Daddy Aberto tangannya tidak memerah seperti biasanya di mana jika dirinya menyentuh ataupun di sentuh oleh seorang wanita langsung memerah dan gatal - gatal.


"Maaf Tuan, bukannya Saya tidak sopan tapi Saya ingin melap tubuh Tuan Muda." Ucap perawat tersebut menjelaskan sambil menahan amarahnya.


"Tidak usah, biar istriku saja yang melakukannya, kamu pergilah." Usir Daddy Aberto.


Perawat itu menatap sekeliling ruangan di mana perawat tersebut melihat sepasang suami istri paruh baya dan ke tiga anak kembar yang sangat mirip dengan Daddy Aberto.


"Tapi istri Tuan Muda, saya lihat tidak ada? Jadi biarkan Saya saja yang melapnya." ucap perawat itu dengan nada sensual sambil mengedipkan matanya.


"Daddy, hubungi kepala Hrd untuk pecat suster ini." ucap Daddy Aberto dengan nada dingin.


"Maaf Tuan Muda." mohon perawat itu.


"Daddy tolong bawa keluar perawat ini dan pastikan perawat ini tidak akan di terima di manapun dia akan melamar pekerjaan." Ucap Daddy Aberto sambil menahan amarahnya mengingat ada ke tiga anak kembarnya.


Tuan Abertos hanya menganggukkan kepalanya dan menarik tangan perawat itu untuk keluar dari ruang perawatan VVIP. Sebenarnya dirinya ingin menembak langsung perawat tersebut tapi mengingat ada ke tiga cucunya membuat dirinya untuk tidak melakukannya.


"Daddy, kenapa opa membawa pergi perawat itu?" tanya David dengan wajah polosnya.


"Perawat itu berbuat jahat makanya di bawa sama opa." ucap Daddy Aberto menjelaskan ke David.


"Bukankah perawat itu sudah berlutut meminta maaf? Kenapa tidak dimaafkan Dad?" tanya David dengan wajah masih polos.


"Benar kata David, Dad. Apalagi kata Mommy jika ada orang yang meminta maaf kita harus mau memaafkan." Sambung Daven.


Daddy Aberto menatap Nyonya Abertos untuk meminta bantuan karena dirinya tidak mungkin menjelaskannya.


"Ayo cucu - cucu Oma yang sangat tampan kita pergi ke kantin yuk, perut Oma lapar." Ucap Nyonya Abertos yang mengerti arti tatapan putranya.


"Daddy, kami akan temani oma nanti kami akan nanya lagi." ucap Daven yang masih penasaran kenapa Daddy Aberto tidak mau memaafkannya.


"Ok. Pergilah temanilah Oma kalian jangan sampai Oma kalian hilang." Ucap Daddy Aberto usil.

__ADS_1


"Aberto!!!" ucap Nyonya Abertos dengan nada satu oktaf sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya.


"Hehehehe maaf Mommy cantik." Ucap Daddy Aberto sambil memegang ke dua telinganya dengan menggunakan ke dua tangannya.


"Pffftttt hahahaha... Daddy lucu." Ucap ke tiga anak kembar genius sambil tertawa melihat Daddy Aberto.


Nyonya Abertos dan Daddy Aberto ikut tertawa lepas melihat ke tiga anak kembar yang sangat tampan dan sangat menggemaskan menertawakan Daddy Aberto.


"Wah ... Sepertinya seru nih sampai semuanya tertawa. Opa ikut donk." Ucap Opa masuk ke dalam ruang perawatan VVIP.


"Iya nih sepertinya senang banget ada apa nih?" tanya Mommy Davina yang keluar dari kamar mandi sambil mendorong kursi roda.


"Daddy lucu Mom." Jawab ke tiga anak kembar genius dengan serempak.


"Lucu kenapa?" tanya Tuan Abertos dan Mommy Davina dengan serempak.


"Daddy bilang ke anak - anak untuk menemani Oma ke kantin karena takut kalau Oma pingsan. Ketiga anak kita harus tanggung jawab jika Oma tidak sadarkan diri." Jawab Daddy Aberto menjelaskan.


"Aberto!!! Kamu benar - benar ya.." ucap Nyonya Abertos menaikkan satu oktaf sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya.


"Hehehehe ....... Maaf mommyku yang paling cantik." ucap Daddy Aberto sambil tertawa.


"Ayo oma kita pergi sekarang." ucap David sambil menarik tangan omanya dan diikuti oleh Dave dan Daven.


"Opa ikut donk." Ucap Tuan Abertos sambil menggendong ke dua cucunya yang bernama Daven dan David sedangkan Dave tidak mau di gendong dengan alasan sudah besar.


Kini tinggal mereka berdua di mana Mommy Davina melihat ada baskom yang berada di meja dekat ranjang suaminya.


"Sayang badannya mau aku lap?" tanya Mommy Davina.


"Boleh sayang." Jawab Daddy Aberto.


Istrinya tersenyum dan mulai membuka pakaian suaminya satu demi satu hingga terlihat badan kekar suaminya dan perutnya yang kotak - kotak kemudian melap tubuh suaminya.


"Sayang, badanmu sangat bagus membuat Aku sangat suka untuk menyentuhnya." Ucap istrinya sambil menyentuh perutnya yang kotak - kotak dan dadanya yang berbulu dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya melap tubuh suaminya.


"Sayang berhenti." pinta suaminya sambil menahan hasratnya.


Istrinya tersenyum dan langsung menghentikan tangan kirinya untuk tidak menyentuh tubuh suaminya.


"Kamu tahu sayang, hanya kamu wanita pertama yang menyentuh tubuhku." Ucap suaminya.


"Aku tahu sayangku pernah cerita, Akupun juga sama, Sayangku adalah pria pertama yang menyentuh tubuhku." Ucap Mommy Davina.


"Iya benar." Ucap suaminya.


"Eh salah dua orang pria yang menyentuh tubuhku." Ucap Mommy Davina meralat ucapannya.

__ADS_1


"Apa? Siapa pria itu?" Tanya Daddy Aberto dengan nada cemburu sekaligus menahan amarahnya.


__ADS_2