Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Aku tidak mau ngerepotin dirimu.


__ADS_3

Maria memberanikan diri mengarahkan tangannya kemudian menyentuh pipi kanan Hendrik dengan mata berkaca - kaca.


"Kak Hendrik baik - baik saja?" Tanya Maria sambil membelai pipi Hendrik.


"Kakak baik - baik saja." Jawab Hendrik sambil membuka matanya dan melihat mata Maria berkaca - kaca.


"Kamu kenapa ingin menangis?" Tanya Hendrik sambil menahan tangan Maria yang memegangi pipinya.


"Aku takut Kak Hendrik kenapa - napa." Jawab Maria.


Maria memeluk Hendrik dari arah samping kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Henndrik. Bau harum tubuh Maria membuat wortel import kebanggan milik Hendrik perlahan menunjukkan reaksi.


'Aduh si*l, kenapa adik kecilku jadi tegang?' Tanya Hendrik dalam hati.


Jantung Hendrik berdetak kencang dan di tambah wortel import kebanggaan Hendrik membuat dirinya memejamkan matanya untuk menghilangkan pikiran mesumnya.


"Bantu Aku duduk di sisi di ranjang." Pinta Hendrik setelah pikiran mesumnya mulai menghilang.


"Ok." Jawab Maria sambil membantu Hendrik untuk berdiri.


"Hati - hati Kak." Ucap Maria sambil menurunkan tubuh Hendrik secara perlahan ke arah ranjang.

__ADS_1


"Maria." Panggil Hendrik setelah dirinya duduk di sisi ranjang.


Maria yang di panggil langsung memalingkan wajahnya membuat bibirnya bersentuhan dengan bibir milik Hendrik. Mereka saling menatap tanpa ada yang bicara dan ke dua bibir mereka hanya menempel membuat ke dua jantung mereka berdetak lebih kencang.


Entah keberanian darimana Hendrik mengecup bibir Maria dengan singkat namun karena tidak ada perlawanan Hendrik mulai me x lu x mat bibir Maria.


Setelah agak lama Hendrik menghentikan ciumannya karena Maria menepuk perlahan pundak Hendrik karena kekurangan pasokan oksigen. Maria langsung mengambil nafas sebanyak - banyaknya sambil menatap kesal ke arah Hendrik.


"Manis." ucap Hendrik sambil menjilati bibirnya.


"Ciuman pertamaku." pekik Maria dengn nada kesal.


"Sama donk, itu juga ciuman pertamaku." Jawab Hendrik dengan nada santai.


Maria yang kesal dengan apa yang dilakukan oleh Hendrik memukul lengan Hendrik yang terkena luka tembak membuat Hendrik berteriak kesakitan.


"Maaf kak, tidak sengaja." Ucap Maria dengan wajah memerah karena merasa bersalah atas apa yang tadi dilakukannya terlebih terlihat perban yang berwarna putih ada bercak darah milik Hendrik.


"Kak Hendrik, Aku bantu membersihkan luka Kak Hendrik sekaligus mengganti perbannya." ucap Maria.


Hendrik hanya menganggukkan kepalanya dengan berpura - pura menjadi pria lemah. Hendrik dengan perlahan berbaring di ranjang dengan di bantu Maria kemudian membiarkan Maria membersihkan lukanya dan mengganti perban baru.

__ADS_1


Maria dengan hati - hati mulai membersihkan luka Hendrik setelah selesai barulah Maria memperban luka dengan menggunakan perban sedangkan Hendrik terkadang meringis menahan rasa sakit.


"Maaf pasti sakit." ucap Maria sambil meniup ke arah lengan Hendrik yang sudah selesai di balut perban.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Hendrik.


Hendrik melihat Maria menangis dan matanya mulai membengkak sambil berusaha untuk duduk dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dengan di bantu oleh Maria.


"Aku tidak tega mendengar teriakan Kak Hendrik dan juga melihat luka Kak Kak Hendrik." Jawab Maria dengan jujur.


Hendrik hanya tersenyum bahagia karena Maria memperhatikan dirinya sambil menghapus sisa air mata dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


Setelah beberapa saat Maria membereskan semua peralatannya dan meletakkan semuanya di atas meja. Lima belas menit kemudian Maria sudah selesai membereskannya kemudian Maria duduk di pinggir ranjang dekat Hendrik.


"Kak Hendrik makan bubur dulu ya?" ucap Maria sambil mengambil mangkok di meja.


Hendrik lagi - lagi menganggukkan kepalanya tanda setuju dan dalam hati yang terdalam dirinya sangat senang karena Maria sangat perhatian dengan dirinya.


Terlebih Hendrik bisa berdekatan dengan Maria dan mencium bau harum tubuh Maria karena itulah dirinya membiarkan apa yang akan dilakukan oleh Maria atas dirinya.


Hendrik masih duduk bersandar di kepala ranjang kemudian Maria menyelimuti tubuh Hendrik sampai ke perut Hendrik.

__ADS_1


"Kak Hendrik aku suapin ya?" tanya Maria menawarkan diri.


"Aku tidak mau ngerepotin dirimu." Ucap Hendrik.


__ADS_2