
"Karena Daddy sangat yakin sebelum lima tahun Daddy pasti akan menemukan Mommy dan sekaligus bertemu dengan anak kita." Jawab Daddy Aberto dengan nada sangat yakin.
"Kenapa Daddy sangat yakin akan menemukan Mommy dan mempunyai anak?" tanya Mommy Davina penasaran.
"Karena waktu kita melakukan hubungan suami istri, Daddy tidak pakai pengaman selain itu Daddy mengalami gejala mual - mual dan muntah selama empat bulan lebih." Jawab Daddy Aberto dengan nada sangat yakin.
"Pantas saja. selama Mommy hamil, sama sekali Mommy tidak merasakan mual - mual malah yang ada hanya nafsu makan Mommy tidak terkira." ucap Mommy Davina sambil tersenyum mengingat masa lalu betapa rakusnya dirinya.
"Tentu saja nafsu makan Mommy meningkat karena di dalam perut Mommy ada tiga anak kita." Ucap Daddy Aberto kemudian mencium bibir Mommy Davina dengan singkat ketika Mommy Davina mendongak ke atas.
"Waktu Mommy hamil Daddy sangat tersiksa, tiap pagi dan malam di mana Daddy sering mual dan muntah - muntah tapi Daddy tidak pernah mengeluh asalkan Mommy tetap mempertahankan kehamilannya walau bagi Daddy harapannya sangat tipis." ucap Daddy Aberto dengan wajah sendu kemudian tersenyum bahagia karena ternyata Mommy Davina tidak menggugurkannya.
"Maksud Daddy?" tanya Mommy Davina dengan wajah bingung.
"Daddy sangat takut kalau Mommy kecewa kemudian menggugurkan kandungan dan Daddy sangat bersyukur karena Mommy tidak menggugurkan kandungan." Jawab Daddy Aberto.
"Kalau seandainya aku gugurkan apakah Daddy akan marah padaku?" tanya Mommy Davina sambil melepaskan pelukan suaminya kemudian memutar tubuhnya untuk melihat perubahan wajah suaminya.
"Tidak, karena Daddy mengerti pasti Mommy sangat sulit mengurus anak-anak kita. Terima kasih Mommy ternyata Mommy mempertahankan anak - anak kita terlebih Daddy tidak menyangka ternyata anak - anak kita selain sangat tampan mereka juga genius." Ucap Daddy Aberto sambil memeluk pinggang Mommy Davina.
"Iya benar, Mommy sangat bersyukur mempunyai anak - anak sangat tampan dan genius." ucap Mommy Davina sambil membalas pelukan suaminya.
Daddy Aberto mencium kening Mommy Davina dan dalam hatinya sangat bahagia yang tidak bisa dilukiskan dengan kata karena memiliki istri dan ke tiga anak kembar.
__ADS_1
Daddy Aberto tidak pernah menyangka di usia dua puluh delapan dirinya sudah menikah mempunyai istri dan memiliki tiga anak kembar, hal yang tidak pernah di pikirkan sama sekali oleh Daddy Aberto yang merupakan seorang mafia dan sekaligus seorang psycophat.
"Daddy." Pangil Mommy Davina.
"Ya." Jawab Daddy Aberto.
"Jika seandainya Daddy sembuh dari penyakitnya dan bisa menyentuh wanita lain, apakah Daddy akan berpaling padaku dan ke tiga anak kita?" tanya Mommy Davina tiba - tiba sambil menatap mata suaminya dengan jantung berdetak kencang.
"Walau seandainya Daddy sudah sembuh Daddy akan tetap mencintai kalian semuanya karena kalian adalah harta berharga buat Daddy." Ucap Daddy Aberto dengan nada tegas.
Mommy Davina menatap mata Daddy Aberto dan tidak ada kebohongan dimatanya.
"Terima kasih Daddy, Mommy dan anak - anak sangat mencintai Daddy." Ucap Mommy Davina sambil memeluk suaminya dengan erat dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Aku ajak sahabatku boleh?" tanya Mommy Davina penuh harap.
"Laki - laki atau perempuan?" tanya Daddy Aberto dengan nada cemburu.
"Perempuan Dad. Bolehkah Dad?" tanya Mommy Davina sambil menatap mata suaminya dengan menampilkan puppy eyes nya seperti yang dilakukan oleh ke tiga anak kembarnya.
Daddy Aberto hanya tersenyum melihat betapa menggemaskan istrinya membuat Daddy Aberto hanya menganggukkan kepalanya.
cup
__ADS_1
"Terima kasih Daddy." Ucap Mommy Davina sambil mengecup bibir suaminya dengan singkat.
"Tapi tidak gratis bayarannya satu ronde." Ucap Daddy Aberto sambil tersenyum menyeringai.
"Aish Daddy nanti anak - anak menunggu." ucap Mommy Davina.
"Sebentar saja sayang, adik kecil milik Daddy sudah berdiri dengan sempurna." ucap Daddy Aberto sambil mendorong perlahan tubuh istrinya ke ranjang.
Mommy Davina hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Daddy Aberto pun tidak menyia - nyiakan kesempatan itu dan mereka pun melakukan kegiatan olahraga panasnya.
skip
Kini mereka sudah mandi dan memakai pakaian santai dan menuruni anak tangga menuju ke meja makan. Mommy Davina dan Daddy Aberto melihat mereka semua sudah berkumpul di meja makan.
"Mommy sama Daddy kok lama?" tanya ke tiga anak kembar dengan serempak dengan wajah cemberut.
"Maafkan Mommy dan Daddy sayang karena tadi Mommy dan Daddy mengobrol dulu setelah itu Mommy dan Daddy mandi makanya kami lama." Jawab Mommy Davina menjelaskan namun tidak mendetail.
"Memang mengobrol apa Mom?" tanya Daven penasaran.
Mommy Davina menatap ke arah Daddy Aberto untuk meminta bantuan sedangkan Daddy Aberto menggedikkan ke dua bahunya tanda dirinya juga bingung mau menjawab apa. Hal itu membuat Mommy Davina menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil berpikir apa yang harus di jawab.
'Apa yang harus Aku jawab? Tidak mungkin kalau Mommy dan Daddy melakukan hubungan suami istri makanya lama.' Ucap Mommy Davina dalam hati.
__ADS_1