Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Bangkrut


__ADS_3

("Aku tidak melakukan apa-apa dad." Ucap kekasih Violet sambil menjauhkan telinganya karena daddynya membentak dirinya).


("Apa kamu tahu akibat perkataan kekasihmu dan juga perkataan kamu? Perusahaan milik Daddy sekarang bangkrut. PT Abertos Co-op dan PT Arnold Co-op ke duanya menarik sahamnya." Ucap Daddynya dengan nada dua oktaf).


Tut tut tut tut


Sambungan komunikasi diputuskan secara sepihak oleh Ayahnya. Bagai petir di siang bolong kekasih Violet langsung terduduk lemas karena ternyata dirinya melakukan kesalahan yang sangat besar. Kekasih Violet tidak menyangka kalau dirinya jatuh miskin akibat perkataannya.


"Sekarang kita jatuh miskin semua aset perusahaan dan semua aset yang kita miliki di sita sama bank. Bersiaplah kita akan hidup susah itu akibat dari perkataan bodohmu. Dasar anak tidak berguna, gara - gara ulahmu kita hidup miskin." Ucap daddynya kekasih Violet dengan nada kesal.


"Gara - gara Aku percaya dengan omonganmu kini orang tuaku bangkrut!!" Teriak kekasihnya Violet sambil menampar pipi kanan dan pipi kiri Violet kemudian menendangnya tanpa ada rasa empati sedikitpun.


Violet berteriak kesakitan karena kekasihnya melakukannya dengan kekuatan penuh membuat ke dua sudut bibir Violet pecah dan mengeluarkan darah segar begitu pula dengan mulut dan hidung Violet.

__ADS_1


Mereka yang melihatnya tidak tega melihat Violet di siksa oleh kekasihnya sambil berteriak kesakitan. Hal itu membuat mereka menahan ke dua tangan kekasih Violet dan menjauhkan dari Violet.


Tidak berapa lama ponsel milik Violet juga berdering dengan menahan rasa sakit Violet mengambil ponselnya di dalam tasnya dan melihat ayahnya menghubungi dirinya.


("Apa kamu tahu akibat perkataan kekasihmu dan kamu perusahaan daddy sekarang bangkrut. PT Abertos Co-op dan PT Arnold Co-o ke duanya menarik sahamnya secara bersamaan" Ucap Daddy nya Violet dengan nada satu oktaf).


Bagai petir di siang bolong tubuh Violet lemas seperti tidak bertulang karena ternyata dirinya melakukan kesalahan terbesar menghina Hendrik.


("Sekarang kita miskin semua aset perusahaan dan semua aset yang kita miliki di sita sama bank. Bersiaplah kita akan hidup susah itu akibat dari perkataan bodohmu. Dasar anak tidak berguna, gara - gara ulahmu kita hidup miskin." Omel daddynya Violet).


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Ayahnya Violet sedangkan Violet langsung menangis histeris karena dirinya tidak mau hidup miskin.


"Tidakkkkkkk!!!" teriak Violet histeris.

__ADS_1


"Usir mereka berdua pak." ucap para pengunjung karena mereka berdua membuat kegaduhan.


"Iya pak usir saja mereka." sambung para pengunjung lainnya


Kekasih Violet langsung berjalan meninggalkan Violet kekasihnya dan tidak memperdulikan panggilan Violet. Tangan Violet di tarik oleh dua orang bodyguard agar keluar dari mall dan satu orang bodyguard yang lainnya mengikuti dari arah belakang hingga di pinggir jalan raya bodyguard yang tadi mengikuti dari belakang berjalan mendahului mereka untuk memanggil taksi.


Setelah beberapa lama ada taksi lewat bodyguard itupun melambaikan tangannya agar taksi itu berhenti. Setelah taksi itu berhenti bodyguard itupun membuka pintu mobil dan ke dua bodyguard yang tadi memegang tangan Violet langsung mendorong tubuh Violet ke dalam taksi.


Mereka mendorongnya dengan cara kasar dan tanpa ada rasa empati sedikitpun. Tubuh Violet langsung tidur terlentang di kursi mobil belakang.


"Itu akibatnya kalau berbicara sembarangan dengan bos kami sekaligus pemilik mall ini." ucap mereka serempak dengan nada dingin.


Selesai mengatakan itu salah satu bodyguard menutup pintu mobil dan langsung membalikkan badannya. Ke tiga bodyguard berjalan meninggalkan taksi tersebut menuju ke tempat mereka bertugas.

__ADS_1


'Si*l, awas kamu Hendrik akan Aku balas perbuatanmu.' Ucap Violet dalam hati sambil menahan amarahnya.


Violet sangat marah sekaligus dendam terhadap Hendrik karena telah membuat orang tuanya bangkrut tanpa menyadari akan kesalahannya.


__ADS_2