Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Pistol


__ADS_3

"Daddy, Aku Dave." panggil Dave melalui sambungan komunikasi yang tadi dipakainya di telinganya.


"Ada apa Dave?" Tanya Daddy Aberto.


"Daddy, hati - hati Wakil CEO dan Manajer Produksi yang berada di sebrang Daddy mengeluarkan pistol." Jawab Dave.


"Kamu serius Dave?" Tanya Daddy Aberto sambil menatap ke arah Wakil CEO.


"Daddy harus percaya sama Dave. Mereka diam - diam mengeluarkan pistolnya." Ucap Dave menjelaskan.


"Daddy arahkan pistol ke wakil CEO dan ke Manajer Produksi." Sambung Dave.


Daddy Aberto sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Dave tapi berusaha menghilangkan rasa terkejutnya. Hingga Daddy Aberto menatap ke arah Paman Edward dan Paman David secara bergantian sedangkan yang di tatap hanya menganggukkan kepalanya tanda apa yang dikatakan ponakannya adalah benar.


"Paman Edward, Aku David. Manajer Pemasaran dan Manajer Operasional yang duduk berhadapan dengan paman diam - diam mengeluarkan pistol." Ucap David.


"Ok.'' Jawab Paman Edward dengan singkat.


"Paman David, Aku Daven. Manajer SDM dan Manajer Keuangan yang duduk berhadapan dengan Paman diam - diam mengeluarkan pistol." Ucap Daven.


"Ok.'' Jawab Paman David dengan singkat.


"Paman Hendrik, Aku Dave. Manajer Personalia dan Kepala Sekuriti yang duduk berhadapan dengan Paman diam - diam mengeluarkan pistol." Ucap Daven.

__ADS_1


"Ok.'' Jawab Paman Hendrik dengan singkat.


Daddy Aberto, Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik langsung mengeluarkan pistol secara bersamaan kemudian mengarahkan ke arah para manajer dan Kepala Sekuriti yang baru saja dikatakan oleh ke tiga anak kembar.


Hal itu membuat mereka yang berada di ruangan meating yang awalnya ramai seperti pasar langsung hening seketika seperti kuburan. Empat bodyguard milik Daddy Aberto ikut mengeluarkan pistolnya dan diarahkan ke para manajer dan Kepala Sekuriti.


"Letakkan pistol kalian!" Perintah Daddy Aberto dengan tatapan membunuhnya.


Para Manajer dan Kepala Sekuriti sangat terkejut karena tindakan mereka ketahuan tapi mereka berusaha menyembunyikannya dengan menampilkan wajah pura-pura berwajah polos.


"Maksud Tuan apa? Kami tidak mengerti ." Tanya mereka dengan serempak.


Daddy Aberto, Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik saling menatap seakan sedang berkomunikasi lewat tatapan mata.


"Ya." Jawab Daddy Aberto, Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik dengan serempak.


"Aku Daven. Daddy, Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik jangan percaya dengan ucapan Mereka. Minta ke empat bodyguard Daddy untuk mengecek jas Mereka karena kami sangat yakin Mereka pasti menyimpan pistolnya." ucap Daven menjelaskan.


"Periksa mereka!" Perintah Daddy Aberto sambil menatap ke arah ke empat orang bodyguardnya.


Para Manajer dan Kepala Sekuriti sangat terkejut dengan ucapan Daddy Aberto membuat Mereka saling memandang seakan berbicara lewat tatapan mata dan Mereka hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Mereka tidak ada pilihan lain selain menembak Daddy Aberto, Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik serta ke empat bodyguard milik Daddy Aberto. Merekapun serempak mengeluarkan pistol mereka namun gerakan mereka dapat terbaca oleh Daddy Aberto, Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik.

__ADS_1


"Daddy, Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik. Mereka mengeluarkan senjatanya jadi Daddy, Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik tembak tangan kanannya. Cepat!" Perintah Dave dengan nada kuatir karena Mereka bersiap untuk menembak orang - orang yang sangat disayanginya.


Dor Dor


Dor Dor


"Akhhhhhhhhhhh...." Teriak ke empat manajer secara bersamaan.


Dor Dor


Dor Dor


"Akhhhhhhhhhhh...." Teriak ke empat manajer lainnya secara bersamaan.


Tanpa berpikir panjang Daddy Aberto memberikan instruksi ke empat bodyguardnya untuk menembak. Kemudian Daddy Aberto, Paman Edward, Paman David dan Paman Hendrik serta ke empat bodyguard menembak tangan kanan para manajer dan Kepala Sekuriti.


Hingga tangan kanan mereka mengeluarkan darah segar sambil berteriak kesakitan bersamaan pistol mereka jatuh ke lantai.


"Daddy, tolong minta ke empat bodyguard Daddy untuk mengecek di balik saku jasnya nanti bodyguard akan menemukan senjata lainnya." pinta Dave.


"Cek di balik saku jasnya nanti kalian akan menemukan senjata lainnya." Ucap Daddy Aberto sambil mengarahkan pistolnya ke arah ke empat bodyguardnya secara bergantian.


"Baik tuan." Jawab mereka dengan serempak.

__ADS_1


Ke empat bodyguard berjalan ke arah para manager dan Kepala sekuriti dan tanpa sepengetahuan Mereka kalau wakil ceo yang sejak tadi diam dan tidak melakukan apa - apa diam - diam mengeluarkan pistol ukuran kecil dari saku celana panjangnya.


__ADS_2