Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Aku Mohon


__ADS_3

"Terserah yang penting jangan panggil Tuan karena Aku bukan majikanmu." ucap paman Hendrik.


"Ok dan jangan panggil aku nona panggil saja Maria." Ucap Maria.


"Ok." Jawab paman Hendrik singkat sambil melirik sekilas ke arah samping Maria sebuah koper ukuran sedang.


"Kamu mau pergi?" tanya Paman Hendrik kepo.


"Iya, Aku di ajak sahabatku Davina untuk menginap di villa milik suaminya." Ucap Maria menjelaskan.


Paman Hendrik hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti hingga lima belas menit kemudian mereka sudah berkumpul di ruang keluarga.


"Kita pergi bawa mobil dua saja, aku, istriku dan ke tiga anak kami satu mobil dan mobil satunya Mommy, Daddy, Hendrik dan Maria." ucap Daddy Aberto membagi rombongan menjadi dua rombongan.


"Tapi Mommy dan Daddy ingin bersama anak kalian." ucap Nyonya Abertos sambil menatap putra sulungnya dengan tatapan sendu.


"Aku saja ikut dengan Oma dan Opa." ucap Dave dan Daven dengan serempak menawarkan dirinya.


"Bagaimana Mommy?" tanya Daddy Aberto.


"Tidak apa - apa yang penting kami di temani oleh anak kalian." Jawab Nyonya Abertos sambil tersenyum bahagia karena ke dua cucunya ikut dengan mereka.


"Kalau begitu Aku ikut Davina menemani David." Ucap Maria.


"Ok." Jawab Mommy Davina singkat.


Paman Hendrik sebenarnya ingin Maria satu mobil dengan dirinya dengan melarang Maria ikut rombongan Mommy Davina tapi di sisi satunya Paman Hendrik tidak berhak melarang karena mereka belum ada hubungan apapun.


"Kalau begitu kita berangkat." ucap Tuan Abertos.


"Ok." Jawab mereka dengan serempak.


Mereka pun berangkat meninggalkan mansion dengan menggunakan dua mobil. Daddy Aberto duduk di kursi pengemudi dan Mommy Davina duduk di samping pengemudi sedangkan David dan Maria duduk di kursi belakang.


Di mobil kedua Paman Hendrik duduk di kursi pengemudi dan di samping pengemudi duduk Tuan Abertos sedangkan Nyonya Abertos, Dave dan Daven duduk di kursi belakang pengemudi.


Tanpa sepengetahuan Mereka, seseorang menatap kepergian mereka sambil tersenyum menyeringai. Setelah ke dua mobil tidak terlihat orang tersebut berjalan menuju ke kamarnya kemudian menghubungi seseorang dan di deringan pertama langsung di angkat oleh orang itu.


("Hallo Nona. Mereka sudah pergi meninggalkan mansion." ucap seseorang melaporkan apa yang terjadi di mansion tempat dirinya bekerja).


("Mobil yang di tumpangi wanita ja x lang sudah kamu rusak remnya kan?" tanya gadis tersebut).


("Sudah Nona. Saya sangat yakin jika mobil yang ditumpangi wanita mu x ra x han sampai di pertengahan jalan bisa dipastikan truk yang kita sewa untuk menabrak mobil yang mereka tumpangi akan mengalami kecelakaan dan bisa mengakibatkan mereka meninggal di tempat." jawab orang tersebut).


("Bagus. Aku harap mereka mati semua tanpa ada sisa sedikitpun." ucap gadis tersebut sambil tersenyum bahagia karena rencana jahatnya sebentar lagi berjalan lancar).

__ADS_1


("Tapi Nona, ke dua putranya ikut Nyonya Besar dan Tuan Besar." ucap orang tersebut melaporkan).


("Tidak apa - apa yang penting wanita mu x ra x han dan Aberto mati ketabrak karena mereka telah berani mengusikku." ucap gadis tersebut).


("Baik Nona." Jawab orang itu sambil tersenyum bahagia karena dirinya akan mendapatkan uang yang sangat banyak karena telah melakukan apa yang telah diperintahkan oleh gadis tersebut).


Tut Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh gadis tersebut kemudian gadis tersebut meletakkan ponselnya di ranjang sambil tertawa bahagia.


"Hahahaha... Matilah kalian berdua..." ucap gadis tersebut sambil tertawa jahat.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di dalam mobil Aberto. Daddy Aberto dan Mommy Davina sedang bercakap - cakap sedangkan putranya tidur di pangkuan Maria.


"Daddy. Tiba - tiba perasaan Mommy kok tidak enak, kenapa ya?" tanya Mommy Davina sambil memegangi dadanya.


"Mungkin hanya perasaan Mommy saja." jawab Daddy Aberto.


"Mungkin saja Dad. Oh iya, apakah Daddy ingat semalam Mommy menangis?" tanya Mommy Davina sambil menatap wajah tampan suaminya.


"Iya Daddy ingat. Mommy menangis di dada Daddy sampai Daddy terbangun kemudian Daddy membangunkan Mommy. Mommy langsung memeluk Daddy dengan erat sambil menangis. Daddy tanya tapi Mommy hanya diam dan menangis. Akhirnya Daddy mengusap punggung Mommy berulang kali sampai Mommy tertidur lagi." Jawab Daddy Aberto.


"Memang Mommy mimpi apa?" tanya Daddy Aberto penasaran.


"Mimpi itu hanya bunga tidur Mommy jadi jangan dipikirkan." ucap Daddy Aberto.


"Tapi kenapa mimpi itu seperti nyata?" Tanya Mommy Davina.


"Ya namanya mimpi kadang seperti nyata padahal bukan." Jawab Daddy Aberto.


"Tapi Daddy, jika Mommy tiada apakah Daddy akan menikah lagi?" tanya Mommy Davina sambil masih menatap wajah tampan suaminya dari arah samping.


"Mommy kenapa bicara seperti itu? Daddy tidak suka." ucap Daddy Aberto dengan nada tegas.


"Mommy hanya bertanya saja Dad. Apalagi kita juga tahu hidup dan mati seseorang hanya Tuhan yang tahu. Jika Mommy meninggal duluan apakah Daddy akan menikah lagi?" tanya Mommy Davina mengulangi perkataannya.


"Jika itu terjadi Daddy akan menyusul Mommy." jawab Daddy Aberto sambil melirik sekilas ke istrinya sambil tersenyum kemudian menatap ke arah depan.


"Jangan Daddy, Mommy tidak setuju." Tolak Mommy Davina dengan nada tegas.


"Lho memangnya kenapa?" tanya Daddy Aberto dengan wajah terkejut.


"Bagaimana dengan ke tiga anak kita yang masih kecil? Mereka masih membutuhkan orang tua. Jadi Daddy harus bertahan demi anak kita jika Mommy tiada." jawab Mommy Davina.

__ADS_1


"Sudahlah mom, jangan bicara seperti itu. Daddy tidak mau membahasnya karena saat ini terus terang Daddy sangat bahagia bisa menikah dengan Mommy dan mempunyai tiga anak sekaligus. Daddy ingin menambah anak lagi agar mansion menjadi ramai." Ucap Daddy Aberto berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Memang Daddy ingin punya anak berapa?" tanya Mommy Davina penasaran.


"Minimal dua belas anak." Jawab Daddy Aberto dengan nada santai.


"What??? Memang Mommy kucing sekali beranak langsung banyak." protes Mommy Davina.


"Hehehehe... terserah yang di kasih sama yang di atas sayang." ucap Daddy Aberto sambil tersenyum dan menatap wajah cantik istrinya.


'Seharusnya Aku ikut mobil Kak Hendrik. Hiks ... Hiks ... Hiks ... Nasib jomblo.' Ucap Maria dalam hati.


Mommy Davina tersenyum mendengar suaminya memanggil dirinya Sayang. Hingga beberapa saat kemudian Mommy Davina menatap ke arah depan dan tanpa sengaja melihat ada sebuah truk mengambil arah yang salah karena truk itu melaju ke arah mobil yang ditumpanginya.


"Daddy awas!" Teriak Mommy Davina sambil melepaskan sabuk pengaman dengan cepat.


Selain Mommy Davina, Daddy Aberto juga mengetahui dan berusaha membanting setir mobil ke arah samping tapi truk itu juga ikut ke arah samping. Sedangkan Maria yang sedang melamun meratapi nasib jomblonya, dikejutkan dengan suara Mommy Davina dan menatap ke arah depan.


Maria melihat truk tersebut mengikuti arah mobil milik Daddy Aberto kadang ke kiri dan kadang ke kanan. Sedangkan Daddy Aberto berusaha mengerem mobil tapi remnya sama sekali tidak berfungsi.


"Remnya blong, Mommy dan Maria gendong Dave kemudian keluar dari mobil dengan cara meloncat ke arah samping!' Perintah Daddy Aberto.


"Baik." Jawab Maria sambil menggendong Dave kemudian membuka pintu mobil dan bersiap meloncat ke arah rumput.


"Tapi ...." Ucapan Mommy Davina terpotong oleh Daddy Aberto.


"Sayang jangan perdulikan Daddy!" teriak Daddy Aberto yang tidak ingin istri yang dicintainya terluka.


Teriakan Daddy Aberto membuat David terbangun bersamaan Maria keluar dari mobil dengan cara meloncat dan menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya agar David tidak terluka tanpa memperdulikan tubuhnya yang tergores terkena pagar pembatas jalan.


Sedangkan Mommy Davina yang melihat putranya baik - baik saja langsung duduk di pangkuan suaminya kemudian memeluk suaminya dengan erat dari arah depan untuk dijadikan tamengnya.


"Mommy apa yang Mommy lakukan?" tanya Daddy Aberto dengan wajah panik.


Brak


Sebelum Mommy Davina menjawab truk tersebut tiba - tiba menabrak mobil yang ditumpangi oleh Daddy Aberto dan Mommy Davina membuat mobil itu terguling - guling dan menabrak pohon besar.


Hal itu membuat kaca mobil yang ada di depan pecah dan mengenai punggung dan kepala Mommy Davina. Hingga darah segar keluar dari punggung, kepala, mulut dan hidung Mommy Davina.


"Honey titip ketiga anak kita. Aku...ku... sa...ngat... men... cin...taimu.." ucap Mommy Davina dengan nada terbata - bata sambil tersenyum dan membelai wajah tampan suaminya.


"Tidak sayang, jangan tinggalkan Aku... Aku mohon." Mohon Daddy Aberto sambil membalas pelukan istrinya dengan tubuh gemetar.


"A...ku... ti...dak... ku..at ... Dad." ucap Mommy Davina sambil tetap memaksakan untuk tersenyum dan membelai wajah tampan suaminya dan tidak berapa lama tangannya terjatuh bersamaan matanya tertutup dengan rapat.

__ADS_1


"Sayang bangun... Aku mohon...hiks... hikss ..." ucap Daddy Aberto sambil terisak karena sejujurnya dirinya sangat takut jika dirinya kehilangan istri yang sangat dicintainya.


__ADS_2