Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Mommy Davina Sadar


__ADS_3

Daddy Aberto melihat Mommy Davina menggerakkan bola matanya namun sepasang matanya masih terpejam dan tangannya masih di genggam oleh Mommy Davina.


"Mommy." Panggil ulang Daddy Aberto sambil menatap tangannya yang di genggam oleh istrinya kemudian menatap wajah cantik istrinya walau pucat tapi masih terlihat cantik di mata Daddy Aberto.


"Ada apa Daddy?" Tanya Dave dan Daven dengan serempak.


"Mommy ... Hiks ... Hiks ... Hiks ... David kangen." Ucap David sambil membuka matanya dan menangis memanggil Mommy Davina.


"Sepertinya Mommy sebentar lagi sadar." Jawab Daddy Aberto.


Perlahan Mommy Davina membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum kemudian menatap ke tiga putranya secara bergantian.


Daddy Aberto, Dave, Daven dan David sangat terkejut sekaligus bahagia dalam waktu bersamaan karena Mommy Davina sadar dari koma.


"Daddy.. haus..." Ucap Mommy Davina dengan suara khas bangun tidur.


"Baik Mommy, sebentar Daddy ambilkan minum." Ucap Daddy Aberto sambil tersenyum bahagia karena akhirnya istrinya sadar dari koma.


Daddy Aberto mengambil air minum dan diberikan ke istrinya dengan menggunakan sedotan setelah menghabiskan setengah gelas Mommy Davina berhenti meminum.


"Mommy apakah ada yang sakit?" tanya Daddy Aberto dengan wajah kuatir.


"Tubuhku terasa kaku Daddy." Jawab Mommy Davina yang melihat tubuhnya dibungkus dengan menggunakan perban sehingga mirip mumi.


"Itu karena tubuh Mommy di balut perban." Jawab Daddy Aberto.


"Mommy ingat dengan kejadian kecelakaan itu, apakah Daddy, David dan Maria baik - baik saja?" tanya Mommy Davina dengan wajah kuatir.


"Semuanya baik - baik saja." Jawab Daddy Aberto sambil menekan tombol yang ada di atas kepala Mommy Davina yang menempel di dinding.


"David baik - baik saja Mom sesuai apa yang dikatakan Daddy." Sambung David.


"Syukurlah Mommy sangat senang mendengarnya." Ucap Mommy Davina sambil tersenyum bahagia.


"Daddy. Kenapa Daddy sekarang terlihat kurus? Anak - anak Mommy dan Daddy kenapa wajah kalian seperti orang habis menangis?" tanya Mommy Davina sambil menatap suaminya kemudian menatap ke tiga anak kembarnya secara bergantian.


"Daddy tidak ada nafsu makan sejak Mommy mengalami koma dan mengenai ke tiga anak kita mereka habis menangis karena Mommy belum sadar dari koma." Jawab Daddy Aberto menjelaskan.


"Apa yang dikatakan Daddy benar Mom." Jawab mereka dengan serempak.


"Tapi sekarang kami sangat senang karena Mommy sudah sadar." Jawab Dave.


"Betul, kami sangat senang." Sambung Daven dan David dengan serempak.


"Sekarang Daddy harus makan dan kalian bertiga juga harus makan." Ucap Mommy Davina.

__ADS_1


"Baik Mom." Jawab Daddy Aberto dan ketiga anak kembarnya dengan serempak.


Ketika Daddy Aberto ingin bicara tiba - tiba ruangan ICU terbuka dengan lebar kemudian dokter meminta semua yang ada di ruangan ICU untuk keluar kecuali Mommy Davina.


Setelah mereka keluar barulah dokter tersebut memeriksa keadaan Mommy Davina. Setelah selesai di periksa Mommy Davina dipindahkan di ruang perawatan VVIP di mana orang tua Daddy Aberto sudah menunggunya bersama ketiga anak kembarnya beserta Daddy Aberto.


Di susul ke dua orang tua Mommy Davina dan Kakak kembarnya Davina yang bernama David. Mereka mengobrol bersama sambil sesekali tertawa bersama, mereka sangat bahagia karena Mommy Davina sudah sadar dari komanya.


"Cucu - cucu Oma dan Opa, kalian ikut kami yuk ke kantin." Ajak ke dua orang tua Daddy Aberto dan orang tua Davina dengan serempak.


"Baik Oma dan Opa." Jawab ke tiga anak kembar dengan serempak.


Orang tua Daddy Aberto dan orang tua Davina sengaja meninggalkan Daddy Aberto dan Mommy Davina untuk berbicara berduaan. Merekapun satu persatu keluar dari ruang perawatan hingga menyisakan Daddy Aberto dan Mommy Davina. Sedangkan David pergi ke perusahaan karena ada masalah di kantor terlebih dirinya sering menjaga adik kembarnya dan jarang ke kantor tentunya banyak pekerjaan yang menumpuk.


"Mommy, kenapa memeluk Daddy waktu kita mengalami kecelakaan?" tanya Daddy Aberto setelah mereka tinggal berdua.


"Karena Mommy tidak bisa kehilangan orang yang sangat Mommy cintai." Jawab Mommy Davina dengan jujur.


"Tapi lain kali jangan lakukan itu karena Daddy sangat takut kehilangan Mommy." pinta Daddy Aberto sambil masih menatap Mommy Davina.


"Baik Daddy." Jawab Mommy Davina walau hatinya tetap akan melakukan hal itu yaitu melindungi suami, ke tiga putranya dan juga ke dua mertuanya walau nyawa menjadi taruhannya serta keluarga besarnya.


"Mommy lapar?" Tanya Daddy Aberto sambil menggenggam tangan Mommy Davina.


"Belum Dad. Daddy makan ya." Pinta Mommy Davina.


"Oh ya Mommy. Tadi kenapa Mommy senyum sama dokter yang memeriksa keadaan Mommy? Juga buat apa Mommy mengucapkan terima kasih ke dokter itu? Kan sudah Daddy bayar mahal." Ucap Daddy Aberto dengan wajah cemburu sekaligus kesal secara bersamaan.


"Suamiku yang sangat tampan dan baik hati. Mommy tersenyum sebagai ungkapan terima kasih karena telah merawat Mommy. Walau Daddy sudah membayarnya sangat mahal tapi ucapan terima kasih bisa membuat orang itu merasa di hargai." Ucap Mommy Davina sambil tersenyum dan membalas genggaman tangan suaminya.


Daddy Aberto tersenyum mendengar ucapan istrinya membuat dirinya sangat bahagia dan tidak salah memilihnya sebagai istrinya.


"Daddy tidak berangkat kerja?" Tanya Mommy Davina karena melihat suaminya memakai pakaian kantor.


"Tidak Mommy. Mommy sudah sadar jadi Daddy akan menemani Mommy." Jawab Daddy Aberto sambil tidak henti-hentinya tersenyum karena sangat bahagia istri yang sangat di cintainya sudah sadar dari komanya.


"Tidak Daddy harus kerja kalau kerjaannya sudah beres baru Daddy bisa menemani Mommy tapi sebelum berangkat Daddy harus makan dulu." Ucap Mommy Davina dengan nada lembut.


"Tapi Daddy ingin menemani Mommy." Ucap Daddy Aberto yang tidak bisa jauh dari Mommy Davina.


"Daddy, Mommy tahu kalau Daddy pasti hari lagi ada meating. Jadi Mommy minta pergilah ke kantor." Ucap Mommy Davina dengan nada masih lembut.


"Memang benar hari ini ada meating tapi Daddy akan memerintahkan orang kepercayaan Daddy untuk mewakilinya karena saat ini Hendrik sedang mengurus cabang perusahaan dan ditemani Maria." Ucap Daddy Aberto yang tidak ingin pergi bekerja.


Mommy Davina hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menutup matanya karena enggan berdebat apalagi sampai ribut dengan suami yang sangat dicintainya.

__ADS_1


"Mommy marah sama Daddy?" tanya Daddy Aberto menatapnya dengan sendu.


Mommy Davina membuka matanya dan melihat mata sendu suaminya membuat dirinya tidak tega.


"Honey, maukah honey memelukku sambil berbaring?" tanya Mommy Davina mengalihkan pembicaraan.


Wajah Daddy yang awalnya sendu langsung berubah bahagia mendengar ucapan istrinya yang sangat dicintainya.


"Benarkah apa yang Mommy katakan?" tanya Daddy Aberto masih tidak percaya.


"Iya honey, Mommy kangen di peluk Daddy." Jawab Mommy Davina.


"Tapi badan Mommy masih sakit karena masih diperban seperti mumi, nanti kalau Daddy meluk Mommy kesakitan." Ucap Daddy Aberto yang sebenarnya sangat ingin memeluk Daddy Aberto.


"Meluknya jangan kencang - kencang." Ucap Mommy Davina.


Tanpa menjawab Daddy Aberto membuka jasnya kemudian di letakkan secara asal setelah selesai Daddy Aberto melanjutkan membuka dasi, beberapa kancing kemeja atas dan juga kancing di ke dua tangannya.


Daddy Aberto menghubungi orang kepercayaannya untuk menghandle semua pekerjaan kantor dan juga mewakili dirinya untuk meating dengan perusahaan Straberry Cooperation. Selesai menghubungi Daddy Aberto berbaring di samping istrinya sambil memeluknya.


"I Love You, Daddy." Ucap Mommy Davina sambil memejamkan matanya.


"I Love You Too, Mommy." Jawab Daddy Aberto.


Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka tertidur dengan pulas terlebih selama ini Daddy Aberto kurang tidur karena memikirkan kondisi Mommy Davina.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda seorang wanita cantik di kejar oleh segerombolan pria berbaju hitam hingga akhirnya dirinya berhasil sembunyi dengan cara masuk ke dalam sebuah bar.


Wanita itu masuk ke dalam salah satu bilik pria paruh baya yang sedang melakukan hubungan suami istri bersama seorang wanita cantik.


"Siapa kamu? Mengganggu kesenangan kami." Ucap wanita itu dengan nada ketus karena pria yang diatasnya menarik wortel impornya dan berjalan ke arah wanita yang baru masuk ke dalam kamar yang disewanya.


Wanita tersebut membalikkan badannya dan bersiap untuk pergi dari kamar tersebut namun tiba - tiba terdengar suara para pria yang sedang berbicara membuat dirinya tidak jadi keluar.


'Sial kenapa Aku apes banget masuk ke dalam kamar ini?' ucap wanita tersebut dalam hati.


"Karena kamu sudah mengganggu kesenanganku maka kamu harus melayaniku." ucap pria paruh baya tersebut yang sangat tertarik dengan wanita yang baru saja datang.


Wanita itu ingin memberontak tapi tidak memungkinkan karena masih terdengar suara para pria yang sedang mencari dirinya membuat wanita itu dengan sangat terpaksa menerima perlakuan yang tidak patut di puji.


'Awas kamu Hendrik, akan Aku balas perbuatanmu karena ulahmu membuatku melayani pria hidung belang.' ucap wanita tersebut dalam hati.


Wanita itupun melakukan hubungan suami istri bersama pria paruh baya sedangkan wanita satunya sama sekali tidak diperdulikan membuat wanita tersebut sangat membenci dan dendam terhadap wanita yang baru saja datang mengganggu kesenangannya.

__ADS_1


'Lihat saja nanti, akan Aku buat wajahmu rusak.' Ucap wanita tersebut dalam hati sambil menahan amarahnya.


__ADS_2