Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Lima Tahun Lagi


__ADS_3

"Paman mengumpat Daddy kami?" tanya ke tiga anak kembar genius dengan serempak dan bersamaan dengan Daddy Aberto.


Mereka saling menatap sedangkan Paman Hendrik menatap Mereka bergantian dari spion mobil.


"Kenapa bisa kompak?" tanya Mereka secara bersamaan.


Daddy Aberto dan ke tiga anak kembar tertawa bersama sedangkan Paman Hendrik hanya tersenyum hatinya sangat senang melihat kebahagiaan Daddy Aberto bersama keluarga barunya.


Senyum bahagia dan tawa yang tidak pernah ditunjukkan ke orang lain bahkan ke keluarga besarnya.


Dalam perjalanan Mereka selalu mengobrol lebih tepatnya ke tiga anak kembar bercerita saling bergantian sedangkan Daddy Aberto mendengarkan celotehan ke tiga anak kembar nya dan sesekali menjawab dan bertanya.


Hingga lima belas menit kemudian mobil mereka sudah sampai di mansion dan langsung di sambut oleh Mommy Davina.


"Anak Mommy kemana aja nih?" tanya Mommy Davina dengan nada lembut.


Mommy Davina melihat Daddy Aberto menggendong Daven dan David sedangkan Dave berjalan beriringan dengan Daddy Aberto. Untuk Paman Hendrik tentu saja Paman Hendrik seperti biasa berjalan di belakang mereka kemudian Mommy Davina membelai ke tiga putra nya bergantian sambil tersenyum menatap orang - orang yang sangat disayanginya.


"Dari perusahaan Mommy." Jawab ke tiga anak kembar dengan serempak.


"Oh.." Jawab Mommy Davina dengan membuka mulutnya berbentuk huruf O besar.

__ADS_1


"Sekarang kalian mandi ya setelah itu makan." ucap Mommy Davina dengan nada lembut.


"Baik Mommy." Jawab ke tiga anak kembar dengan serempak.


Daven dan David langsung turun dari gendongan Daddy Aberto sedangkan Dave berjalan ke arah kamarnya.


"Kak Hendrik nanti ikut makan saja bersama kami." Ucap Mommy Davina sambil mengambil tas kerja suaminya yang ada di tangan suaminya.


"Baik Nyonya Muda." Jawab Paman Hendrik sambil berjalan ke arah kamarnya.


Paman Hendrik kadang - kadang menginap di mansion milik Daddy Aberto jika Mereka berdua membawa pekerjaan dari kantor. Awalnya Paman Hendrik menolak tapi karena dengan alasan mansionnya terlalu luas dan mansion sangat sepi membuat Paman Hendrik akhirnya mau menginap di mansion.


Daddy Aberto dan Mommy Davina yang melihat Paman Hendrik berjalan ke kamar tamu berjalan berdampingan menuju ke kamarnya. Mommy Davina membantu suaminya melepaskan pakaiannya membuat Daddy Aberto sangat senang karena dirinya sudah ada yang mengurusnya dan tidur sudah tidak sendiri lagi.


"Mommy, Daddy sangat bahagia sejak kehadiran Mommy dan ke tiga anak kembar kita hidup Daddy lebih berwarna." ucap Daddy Aberto sambil tersenyum dan memeluk pinggang ramping istrinya dengan lembut.


"Mommy juga sangat bahagia mempunyai suami yang sangat sayang dan tanggung jawab dengan Mommy dan juga ke tiga anak kita." ucap Mommy Davina sambil membalas pelukan suaminya.


"Maafkan Daddy, Mom. Kalau saja waktu kejadian di hotel itu, Daddy bisa menahan diri dan tidak melakukan itu pasti kehidupan Mommy dan ke tiga anak kita tidak di hina oleh orang lain dan Mommy tidak menderita." ucap Daddy Aberto dengan mata sendu dan merasa bersalah.


"Ssstt .... Daddy sudah. Itu sudah masa lalu apalagi kalau hal itu tidak terjadi bisa saja Daddy menikah dengan wanita lain begitu pula dengan Mommy di tambah tidak ada ketiga anak kita." ucap Mommy Davina sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.

__ADS_1


"Mommy kan tahu kalau Daddy mempunyai alergi jika bersentuhan dengan lawan jenis kecuali dengan Mommy. Jadi bagaimana mungkin Daddy menikah dengan wanita lain." Ucap Daddy Aberto sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Ah masa?" Tanya Mommy Davina sambil mendorong tubuh suaminya.


"Benar Mommy, tidak ada wanita lain yang bisa menyentuh Daddy selain Mommy." Jawab Daddy Aberto dengan nada yakin dan tegas.


"Buktinya waktu kita bertemu di restoran, Daddy mau bertunangan dengan wanita cantik dan seksi itu. Kalau saja Daddy tidak bertemu denganku dan ke tiga anak kita pasti Daddy sekarang sudah menikah dengan wanita itu." goda istrinya sambil menatap mata suaminya.


"Sebenarnya Daddy menolak acara pertunangan itu tapi karena Mommy dan Daddy sedih terpaksa menyetujuinya." ucap Daddy Aberto dengan jujur sambil kembali memeluk istrinya dengan lembur.


"Tuhkan benar setelah itu pasti Daddy menikah dengan wanita itu. Apa jangan - jangan Daddy masih mencintai wanita itu?" tanya Mommy Davina sambil melepaskan pelukan suaminya dan mendorong perlahan tubuh suaminya kemudian membalikkan badannya.


grep


Cup


Daddy Aberto memeluk istrinya dari arah belakang kemudian mencium pucuk kepala istrinya dengan lembut.


"Tidak Mommy, Daddy waktu itu setuju bertunangan tapi dengan syarat kami menikah lima tahun lagi." ucap Daddy Aberto dengan jujur.


"Kenapa lima tahun lagi?" tanya Mommy Davina dengan wajah terkejut.

__ADS_1


__ADS_2