
"Aku tidak merasa direpotkan kok Kak. Buka mulutnya, Kak?" pinta Maria sambil menyendokkan bubur kemudian diarahkan ke mulut Hendrik.
Hendrik membuka mulutnya kemudian Maria memasukkan buburnya ke dalam mulut Hendrik sesendok demi sesendok hingga tidak terasa bubur ayamnya habis tanpa sisa sedikitpun. Maria meletakkan kembali mangkoknya kemudian memberikan minuman air mineral ke mulut Hendrik.
Hendrik langsung meminum hingga airnya habis kemudian Maria meletakkan mangkok yang sudah kosong ke atas meja. Kemudian berlanjut Maria memakan bubur sedangkan Hendrik menatap Maria tanpa berkedip.
"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ..."
Maria yang diperhatikan oleh hendrik langsung terbatuk - batuk membuat Maria mengambil air minum.
"Makan pelan - pelan, tenang saja Kakak tidak minta." Ucap Hendrik.
"Kak Hendrik jangan perhatiin Aku makan." Ucap Maria setelah batuknya mereda tanpa menjawab ucapan Hendrik.
"Memang kenapa?" Tanya Hendrik polos.
"Aku batuk karena Kak Hendrik perhatiin Aku makan." Jawab Maria.
Hendrik tersenyum kemudian memalingkan wajahnya sambil sesekali melirik sedangkan Maria melanjutkan makannya hingga makanan yang ada di dalam mangkok habis tanpa sisa. Maria meletakkan mangkok yang kosong ke atas meja kemudian mengambil minum yang juga tergelak di atas meja.
"Kok Kamu makannya bubur ayam? Memangnya kamu sakit?" Tanya Hendrik yang melihat Maria sudah selesai minum.
"Aku sangat suka bubur ayam makanya ketika Aku memesan bubur ayam buat Kak Hendrik, Aku ikut memesan bubur ayam." Jawab Maria.
"Kakak juga suka bubur ayam." Ucap Hendrik.
"Wah sama dong, kalau begitu lain kali Aku masakin buat Kakak." Ucap Maria.
__ADS_1
"Benarkah? Kakak tunggu undangan makannya." Ucap Hendrik.
Maria hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum membuat Hendrik membalas senyuman Maria.
"Kak Hendrik mau tidur?" tanya Maria.
Kak Hendrik hanya menganggukkan kepalanya kemudian Maria langsung membantu kak Hendrik untuk berbaring lalu menyelimuti tubuh kak Hendrik sampai ke dada.
"Aku mohon temani aku tidur." mohon kak Hendrik yang melihat Maria berjalan menuju ke arah pintu.
"Tapi Aku tidak pernah tidur bareng laki - laki." Ucap Maria menolak secara halus.
"Aku tahu tapi Aku hanya ingin kamu menemaniku tidur. Aku janji tidak akan berbuat macam-macam denganmu, kita hanya tidur saja tidak lebih." ucap Hendrik menjelaskan.
"Baiklah." Jawab Maria dengan singkat dan pasrah karena tidak tega menolak permintaan Hendrik.
"Tapi Aku mau mandi dulu tubuhku sangat lengket." Ucap Maria.
Maria berjalan mengambil koper kecil yang berisi pakaiannya di mana sebelum berangkat keluar kota mereka mampir ke apartemen Hendrik untuk mempacking pakaiannya kemudian berlanjut mempacking pakaian milik Maria.
Maria berjalan ke arah lemari pakaian kemudian membuka pintu lemari untuk menyusun pakaiannya. Setelah selesai Maria mengambil satu stell pakaian kemudian menutup pintu lemari lalu berjalan ke arah kamar mandi. Dua puluh lima menit Maria sudah keluar dari kamar mandi.
Hendrik menelan salivanya dengan kasar ketika melihat paha putih mulus milik Maria di mana Maria menggunakan kaos ketat dan celana pendek. Maria memutari ranjang kemudian berbaring di sisi ranjang sambil tersenyum ketika Hendrik sedang menatap dirinya.
Maria tidur terlentang dan tidak membutuhkan waktu yang tidak lama dirinya sudah tertidur pulas karena dirinya sudah sangat lelah. Berbeda dengan Hendrik di mana dirinya tidak bisa memejamkan matanya.
'Aduh ... Kenapa mataku tidak bisa dipejamkan.' Ucap Hendrik dalam hati.
__ADS_1
Hendrik memiringkan tubuhnya dan melihat wajah cantik dan damai milik Maria membuat Hendrik tersenyum.
"Sangat cantik." Ucap Hendrik sambil membagi selimut yang sama ke tubuh Maria.
Hendrik berusaha memejamkan matanya dan tidak berapa lama Hendrik dapat tidur dengan pulas menyusul Maria dalam mimpi indahnya.
Tidak berapa lama tanpa sadar Maria memeluk Hendrik membuat Hendrik langsung terbangun dan membuka matanya kemudian tersenyum sambil membalas pelukan Maria.
Kini mereka berdua tidur sambil berpelukan dan memberikan kenyamanan masing - masing. Hingga malam berganti pagi, perlahan Hendrik membuka matanya dan melihat wajah cantik Maria yang masih setia memejamkan matanya.
'Pantas saja Tuan kalau di kamar bersama istri suka lama ternyata seperti ini rasanya.' ucap Hendrik dalam hati.
Perlahan tubuh Maria menggeliat membuat Hendrik menutup matanya. Maria perlahan membuka matanya dirinya sangat terkejut karena ternyata dirinya sedang memeluk Hendrik layaknya guling.
'Kenapa Aku memeluk Kak Hendrik? Kalau Kak Hendrik tahu Aku bisa dimarahi. ucap Maria dengan suara pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Hendrik.
Maria perlahan melepaskan tangan Hendrik yang sedang memeluk dirinya tapi pelukan Hendrik semakin erat membuat Maria tidak bisa bernafas.
"Kak Hendrik bangun, Aku mau ke kamar mandi sudah tidak tahan ingin buang air kecil." ucap Maria sambil menepuk bahu Hendrik dengan pelan.
Hendrik perlahan membuka matanya kemudian melepaskan pelukannya dengan terpaksa karena dirinya belum rela melepaskan pelukannya.
Maria langsung bangun dan turun dari kamar mandi untuk melakukan panggilan alam. Selesai melakukan panggilan alam Maria membasuh wajahnya kemudian keluar dari kamar mandi.
Maria berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil satu stell pakaian miliknya kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Hendrik menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
"Aku sangat nyaman bersamanya nanti Aku akan katakan kalau Aku mencintaimu dan ingin menikah denganmu." Ucap Hendrik.
__ADS_1
"Kurang romantis, coba Aku tanya mbah google bagaimana caranya mengucapkan kata - kata romantis untuk melamar Maria." Sambung Hendrik sambil berpikir.
"Tapi kalau Aku di tolak bagaimana?" Tanya Hendrik sambil masih berpikir.