Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Mimpi Hendrik


__ADS_3

"Apalagi tidak mungkin kamu jadi orang kaya, jangan mimpi terlalu tinggi karena sampai tuapun kamu tetaplah miskin sama seperti orangtuamu!" Teriak Ibu dari gadis itu.


"Betul apa yang dikatakan istriku, dasar pria miskin dan tidak punya malu melamar putri orang kaya." Sambung Ayah dari gadis itu.


"Pergilah pria miskin!" teriak gadis itu.


Hendrik melangkahkan kakinya keluar dari mansion tersebut sambil menahan amarahnya yang teramat sangat sekaligus dendam dengan perkataan mereka. Dirinya berjanji untuk menjadi orang sukses agar tidak ada satu orangpun yang akan menghina dirinya lagi.


Hendrik bekerja dan belajar dengan serius serta penuh tanggung jawab terlebih setiap hari Daddy Aberto mengajarkan tentang bisnis karena otaknya yang sangat cerdas Hendrik dengan cepat mengerti membuat Daddy Aberto sangat puas dengan kinerja Hendrik.


Tiga Bulan Kemudian


Hendrik sudah bisa menghandle pekerjaan baik di dalam kantor maupun di luar kantor bahkan terkadang menemui klien seorang diri ketika Daddy Aberto sibuk mengurus perusaahaan lainnya yang terbilang lumayan banyak.


"Hendrik, jujur Aku dan Daddy sangat puas dengan hasil kinerjamu dan tidak terasa sudah tiga bulan kamu bekerja denganku karena itu kamu mendapatkan fasilitas dari kantor." Ucap Daddy Aberto menjelaskan.


"Terima kasih karen Tuan Muda Aberto puas dengan pekerjaan saya." Jawab Hendrik.


"Gaji saya sudah lebih dari cukup jadi tidak perlu saya mendapatkan fasilitas dari kantor." Sambung Hendrik.


"Tidak Hendrik, Kamu pantas mendapatkan fasilitas dari kantor jadi Aku memberikanmu dua kunci untukmu. Yaitu kunci apartemen atas namamu dan kunci mobil juga atas namamu selain itu gajimu naik empat kali lipat." ucap Daddy Aberto sambil meletakkan dua kunci dan amplop coklat ukuran besar.


Amplop tersebut berisi surat kepemilikan apartemen atas nama Hendrik dan surat mobil yang juga atas nama Hendrik.


"Tuan Besar dan Tuan Muda, maaf saya tidak bisa menerimanya karena saya tidak pantas mendapatkan itu semua. Menurut saya masih banyak pegawai yang lebih dari saya." ucap Hendrik dengan nada merendah tanpa mengambil pemberian Daddy Aberto.


"Tidak Hendrik, kamu pantas mendapatkannya terlebih Aku juga mulai pensiun jadi Aku mempercayakan perusahaan ini pada putraku dan juga kamu sebagai tangan kanannya." Ucap Tuan Abertos.


"Benar kata Daddy, kamu memang pantas mendapatkan itu semua jadi terimalah pemberian dari kami." Ucap Daddy Aberto.


"Baik Tuan Besar dan Tuan Muda, sekali lagi terima kasih banyak atas kebaikan Tuan Besar dan Tuan Muda pada saya." ucap Hendrik sambil menerima pemberian Daddy Aberto.


"Sama - sama Hendrik, pesan kami jangan pernah mengkhianati kami itu saja permintaan dari kami." ucap Daddy Aberto.


"Tentu saja Tuan Besar dan Tuan Muda. Saya berjanji untuk selalu setia dan tidak akan mengkhianati kepercayaan Tuan Besar dan Tuan Muda pada Saya." Ucap Hendrik.


"Bagus, kami percaya padamu." ucap mereka berdua dengan serempak.


Sejak saat itu Hendrik menjadi tangan kanannya sekaligus asisten Daddy Aberto hingga sekarang.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


"Aku berharap Maria bukan seperti gadis yang telah melukai hatiku yang paling dalam begitupula dengan ke dua orangtuanya." ucap Hendrik penuh harap.


Hendrik membuka pintu kamar mandi dan melihat Maria sedang menatapnya sambil duduk di sofa di mana di atas meja sudah ada dua piring berisi makanan dan dua gelas air mineral.


Hendrik berjalan ke arah Maria kemudian duduk saling berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja. Mereka berdoa terlebih dahulu kemudian barulah mereka makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju keluar kota. Hendrik yang awalnya ingin mengendarai mobil dilarang oleh Maria karena Hendrik masih terluka. Hendrik akhirnya membiarkan Maria mengendarai mobil hingga dua jam kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan.


Hendrik mulai sibuk mengerjakan dokumen yang menumpuk membuat Maria membantu pekerjaan Hendrik hingga tidak terasa sudah jam sebelas malam.


"Hoam ... Baru setengah dokumen yang sudah selesai." ucap Maria sambil sesekali menguap karena tubuh dan sepasang matanya sangat lelah.


"Kita pulang saja dan besok dilanjutkan lagi." Ucap Hendrik.

__ADS_1


Maria hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pulang menuju ke hotel namun kini mereka tidur di kamar terpisah hanya dibatasi oleh tembok.


Tubuhnya yang sangat lelah membuat mereka hanya membasuh wajah, mencuci tangan dan ke dua kakinya kemudian langsung berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tertidur dengan lelap.


Mimpi Hendrik


Maria membuka pintu kamar milik Hendrik sambil membawa nampan yang berisi makanan dan diletakkan di atas meja.


"Kak Hendrik badannya aku lap pakai air hangat ya?" tanya Maria sambil tersenyum manis.


*Aku ingin mandi bisakah kamu membantuku mandi?" tanya Hendrik.


"Tapi aku belum pernah memandikan laki - laki." ucap Maria.


"Aku tahu tapi lenganku masih sakit dan aku janji tidak akan melakukan macam - macam." Ucap Hendrik.


"Baiklah. " Jawab Maria pasrah.


"Aku siapkan air hangat dulu." Sambung Maria.


Hendrik hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Maria berjalan ke arah kamar mandi dan mulai mengisi air hangat ke dalam bathtub tersebut kemudian memberikan aroma terapi. Setelah selesai melakukannya Maria keluar dari kamar mandi dan mendekati Hendrik.


"Bantu aku membuka celana panjangku." pinta Hendrik.


"Tapi kak aku belum pernah." tolak Maria lagi.


Hendrik hanya diam dan tangan kanannya mengarahkan ke resleting celananya sedangkan tangan kirinya memegangi celananya.


"Sstttt... sakit." Rintih Hendrik sambil memejamkan matanya seperti menahan rasa sakit padahal bohong.


Tangan kanan Maria mengarahkan ke celana untuk membuka resleting milik Hendrik sedangkan tangan kirinya memegangi celana kak Hendrik dengan jantung berdebar kencang.


"Maaf kak." Ucap Maria dengan wajah memerah menahan malu.


Maria membukanya dengan gugup setelah selesai Maria menarik celana panjang kak Hendrik dan menaruhnya di lantai hingga menyisakan celana boxernya.


"Bisa jalan kak?" tanya Maria


" Tolong bantu tarik tanganku." pinta Hendrik tanpa menjawab pertanyaan Maria.


Maria mendekati Hendrik kemudian memeluknya dari arah samping dan tangan kanan Hendrik diletakkan dibahunya.


"Aku bantu jalan kak." Jawab Maria


"Akhhhhhhhh ..." Teriak Maria.


Hendrik dengan sengaja menarik pinggang Maria membuat Maria jatuh ke ranjang dan menimpa tubuh Hendrik. Ke dua jantung mereka berdetak sangat kencang dan mereka saling menatap satu sama lain.


Hendrik menarik tengkuk Maria kemudian mengecupnya. Ciuman singkat membuat Hendrik menginginkan yang lebih hingga terdengar suara merdu dari mulut Maria membuat Hendrik membalikkan badannya dan kini Hendrik berada di atas tubuh Maria.


Entah bagaimana kini tubuh mereka sudah polos dan tanpa sehelai benangpun. Hendrik yang sering menonton film blue mencoba mempraktekkan ke Maria hingga Hendrik mencoba memasukkan adik kecilnya ke tubuh Maria untuk disatukan.


"Hiks... hiks... sakit kak." rintih Maria.


Hendrik langsung tersadar dan menarik tubuhnya untuk berdiri.

__ADS_1


"Maafkan aku." Ucap Hendrik sambil menggendong Maria.


Maria yang takut terjatuh mengalungkan ke dua tangannya ke leher Hendrik. Maria menyandarkan kepalanya di dada bidang Hendrik.


"Tidak apa - apa kak." ucap Maria.


"Aku akan bertanggung jawab padamu walau kita belum melakukannya." ucap Hendrik sambil masuk ke dalam kamar mandi.


"Maksud kak Hendrik?" tanya Maria.


"Aku sangat mencintaimu dan ingin menikah denganmu. Aku tahu ini terlalu cepat tapi ketika pertama kali aku melihatmu aku sudah merasakan jatuh cinta padamu. Apakah kamu mencintaiku?" tanya Hendrik sambil menatap mata indah Maria.


Maria tersenyum bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Hendrik menurunkan perlahan tubuh Maria ke bathtub kemudian diikuti oleh dirinya.


"Kenapa kamu diam? apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya Hendrik sambil mengangkat tubuh Maria perlahan agar berhadapan dengan dirinya.


"Aku diam karena aku sangat bahagia mendengar ucapan kak Hendrik. Aku juga sangat mencintaimu kak." Jawab Maria sambil memeluk Hendrik.


"Benarkah kamu membalas cintaku?" tanya Hendrik tidak percaya.


Maria mengangkat wajahnya untuk menatap wajah tampan Hendrik.


"Apakah kak Hendrik ingin bukti kalau aku mencintai kak Hendrik?" tanya Maria


"Tentu saja aku ingin bukti kalau kamu mencintaiku." ucap Hendrik.


Maria mendekati wajah Hendrik dan mengecup bibir Hendrik sedangkan tangan kanannya memegang adik kecil milik Hendrik membuat tubuh Hendrik seperti tersengat listrik.


Maria perlahan menyatukan tubuhnya ke tubuh milik Hendrik sambil menahan rasa perih di bagian privasinya.


jleb


"Akhhhhhhhh ... Teriak Maria kesakitan ketika tubuhnya disatukan.


"Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Hendrik ketika tubuhnya kini sudah menyatu dengan tubuh Maria.


Hendrik yang baru pertama kalinya adik kecilnya di sentuh seorang gadis tidak menyangka kalau Maria melakukan hal itu.


"Inilah bukti kalau aku mencintaimu kak." ucap Maria sambil meneteskan air matanya.


"Aku percaya padamu terima kasih, secepatnya kita akan menikah." Ucap Hendrik


Mereka pun melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam lebih barulah lahar milik Hendrik keluar dan dimasukkan ke dalam rahim Maria.


Selesai melakukan kegiatan panasnya mereka mandi bersama. Selesai mandi Hendrik menggendong kembali tubuh Maria dan diarahkan ke shower agar tubuh mereka bersih dari sabun mandi.


Hendrik memakaikan jubah ke tubuh Maria yang polos kemudian barulah dirinya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya. Hendrik menggendong kembali Maria untuk keluar dari kamar mandi dan membaringkannya di ranjang dengan perlahan.


cup


"Terima kasih sudah memberikan harta berharga buatku." Ucap Hendrik sambil mengecup bibir Maria dengan singkat.


"Kak Hendrik." Panggil seorang gadis sambil mengarahkan pistolnya ke arah Maria dengan tatapan membunuh.


.

__ADS_1


__ADS_2