
Zian disana menatap tajam para preman itu,lalu dia tersenyum miring,preman yang melihat Zian langsung gemetar.
Zian terus menatapnya lalu tersenyum sampai memperlihatkan gigi taringnya,lalu dia melepas kacamatanya menaruhnya dimeja dan menghampiri Himawari.
Zian melepaskan tangan preman dari kerah baju Himawari,Himawari pun kaget karena ada Zian didepannya.
"Kemarin sudah peringatkan bukan?,apa kalian semua mau aku bunuh?" ucap Zian yang mengancam para preman,preman itu pun mundur.
Zian pun mengambil garpu dimeja,menarik kerah salah satu preman lalu menodongkan garpu itu keleher preman itu.
Himawari yang melihat kejadian itu langsung menarik tangan Zian untuk berhenti,"kumohon jangan Zian"ucap Himawari dari belakangnya.
Zian yang masih menatap preman yang penuh dengan amarah seketika menjadi hilang"dengar garpu ini bisa menembus lehermu,jika kau berani mendekati Hima,aku tidak akan segan-segan membunuhmu"ucap Zian yang tersenyum miring lalu melepaskan kerah bajunya.
Lalu para preman itu pun pergi keluar dari arah kantin.
"Hei kalian disini buta?,padahal jelas ada seorang preman yang menindas ketua serikat siswa tapi kalian hanya diam saja"ujar Zian kepada orang-orang dikantin.
Himawari pergi mengambil kacamatanya lalu memasangkannya kepada Zian,lalu Himawari menarik tangan Zian lalu mengajaknya pergi dari sana.
__ADS_1
Mereka berdua pun sepakat untuk menjenguk Dealova yang sedang berada diuks.
"Lova bagaimana keadaan tanganmu"ucap Himawari yang duduk disamping kasur Dealova,"aku baik-baik saja bagaimana dengan preman-preman itu?"tanya Dealova,"orang itu sudah diatasi oleh Zian.
"Wah kau hebat Zian"ucao Dealova sambil memukul tangan Zian dengan pelan,"tidak,aku hanya menggertaknya saja"balas Zian.
"(sSiapa sebenarnya kamu Zian)"gumam Himawari dari dalam hati.
'Teng teng teng'
Lonceng masuk berbunyi,"kalian kekelas saja,aku akan menemani Dealova"ucap Alexa,"tidak aku akan disini" balas Himawari.
"Baik anak-anak tugas kalian hari ini,ingat tugas kelompok satu bangku harus kalian kumpulkan minggu depan,selamat sore"ucap guru,lalu pergi keluar para murit pun pulang.
Himawari membawa tas Alexa dan Dealova keuks bersama dengan Zian.
"Bagaimana keadaanmu Lova?"tanya Himawari,"aku baik-baik saja,hanya saja sementara waktu aku tidak bisa menggunakan tangan kiriku"jawab Dealova.
"Maaf aku tidak bermaksud membuat tanganmu patah"balas Himawari dengan nada lembut dan menundukkan kepalanya,tiba-tiba Dealova memeluk Himawari.
__ADS_1
"Hima kamu memiliki hati yang lembut,dan tidak pantas disakiti"batin Dealova.
"Kalian mau sampai kapan berpelukan ayo pulang"ucap Alexa lalu mereka pun pulang,namun Himawari pulang bersama Zian karena akan mengerjakan tugas kelompok.
Mereka berdua pun berjalan,namum saat digang mereka dicegat oleh para preman yang ada disekolah mereka juga membawa pentolan mereka.
"Weh ini yang menghajar adikku"ucap preman itu,"benar kak"jawab preman lainnya,mereka pun menghampiri Himawari dan Zian.
Zianpun melindungi Himawari dan berdiri didepan Himawari,mereka berjalan mundur sedikit demi sedikit,lalu para preman itu mengeluarkan senjata tajam dari tas mereka.
"Eih..,menyusahkan"gerutu Zian,"ayo lari Zian"ucap Himawari sambil menarik tanga Zian,"walaupun kita lari kita juga akan dikejar,lihat lah didepan ada 20 orang yang mau membunuh kita(maaf Hima kamu akan melihat Zian yang sesungguhnya)".
Zian pun melepas kacamatanya,menaruhnya didalam tas,mengambil pistol dari tasnya Himawari yang melihat kaget,lalu menelepon seseorang "gang merpati putih".
"Baik tuan" jawab orang tersebut,Zian menutup telfonnya memberikan tasnya keHima"titip Hima,didalam ada semprotan cabe,kamu pakai untuk jaga-jaga".
Himawari menngambil semprotan cabe didalam tas Zian"apa kamu akan membunuh mereka?",lalu Zian menatap mata Himawari"tidak Hima,(tidak dihadapanmu)".
Zian pun fokus kedepan,para preman tersebut berlari menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
"Cepat bunuh mereka"ujar pentolan preman itu