Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 52.S2


__ADS_3

Himawari langsung berlari menghampiri Ichiro "maaf menunggu lama Ichi" ucap Himawari sambil menundukkan badannya dan mengusap pipi Ichiro.


"Tidak apa bun,Ichi cudah ditemani denan om tampan" Balas Ichiro dengan lugu.


Himawari melihat tangan Ichiro yang digandeng dengan pria itu.


"Tak apa,dia baik-baik saja" Ucap pria itu.


"(Suara ini,tunggu aku tidak boleh berburuk sangka dulu)" Batin Himawari yang curiga mendengar suara pria tersebut.


Himawari pun menegakkan badannya, mendongakkan kepala dan melihat wajah pria itu.


"Kau...." Hardik Himawari yang terkejut melihat pria tersebut dan langsung melepaskan tangan Ichi dari tangan pria tersebut.


"Hima.." Ucap pria itu yang terkejut melihat Himawari.


"Apa yang kau lakukan disini Zian!!,oh atau jangan-jangan kau" bentak Himawari dengan tatapan tajam.


"Tidak,bu-bukan itu" Jawab Zian yang terbata-bata melihat Himawari.


Himawari menggendong Ichiro lalu pergi namun Ichiro tidak mau pergi,dia langsung memeluk Zian dengan sangat erat.


"Om tampan Ichi pelgi duyu ya cama bubun Hima" Ucap Ichiro lalu melepaskan pelukannya dan memeluk Himawari.


"(Bubun?)Hima apakah Ichi anakmu" Tanya Zian karena penasaran.


"Itu bukan urusanmu" Ujar Himawari lalu menggendong Ichiro dan berjalan pergi.


🎶" kusendiridan kulelah,ku merindukanmu... sayang"🎶


Himawari yang mendengar suara Zian bernyanyi seketika berhenti,lalu sedikit menoleh dan kembali kedepan lalu lanjut berjalan.


"(Apakah terlalu lama aku meninggalkannya,oh benar aku membunuh orang tuanya)" Batin Zian sambil menundukka kepalanya.


Zian pun duduk dikursi depan kelas piano lalu menatap langit "(bisakah orang sepertiku dimaafkan oleh Himawari)"batin Zian lalu menutup matanya.


Setelah itu Zian berdiri dan pergi dari tempat itu.


...**...

__ADS_1


Sesampai dirumah Himawari membawa Ichiro kekamar Kara dan menitipkan.


"Om Kala" Sapa Ichiro dan berlari menghampiri Kara lalu memeluknya.


Kara yang sedang bermain game seketika terkejut " Ichi,sudah pulang?" Tanya Kara.


"Iyaa" jawab Ichiro.


Himawari langsung menutup pintu kamar Kara dan pergi kemarnya,sesampai dikamar Himawari menjatuhkan bandannya dan menutup matanya dengan tangannya.


"(Bagaimana mungkim aku bisa bertemu dengannya)"Batin Himawari lalu dia bagun dari tempat tidurnya lalu berjalam kearah lemari,membuka pintu lalu mengambil sebuah kotak lalu menutupnya.


Himawari kembali duduk dipinggin tempat tidur dan meletakkan kotak tersebut diatas tempat tidurnya " ternyata sudah lima tahun aku menghilang" ucap Himawari sambil menatap kotak tersebut dan membukanya.


"Kali ini aku pastikan akan membunuh kalian" Hardik Himawari dengan menatap kedua senjata yang ada dikotaknya dengan tatapan tajam.


...**...


Keesokan Harinya...


Himawari dan Ichiro memutuskan untuk pergi ditaman dekat tempat tinggalnya,dengan membawa susu dan cemilan mereka berangkat dengan amat cerita.


"Tidak bun,Ichi kuat,kalau Ichi lemah ,yang akan menjaga bubun ciapa" Jawab Ichiro dengan semangat dan mengandeng tangan Himawari erat-erat.


Himawari yang mendengan ucapan dari Ichiro seketika tersenyum "(anak Ichi mirip sekali dengan ibunya)" batin Himawari.


Lalu ada seorang pria pengendara motor yang berhenti tepat didepan Himawari dan Ichiro,pria tersebut membuka helmnya.


Himawari melihat pria tersebun dengan tatapan tajam,dan pria tersebut mengampiri Himawari dan Ichiro.


"Om tampan..." Seru Ichiro dan langsung memeluk Zian.


Zian pun tersenyum lalu menggendong Ichiro.


"Turun Ichi" Ucap Himawari yang tidak senang melihat Ichiro digendong dengan Zian.


"Tidak bun,Ichi mau cama om tampan"Jawab Ichi yang memeluk Zian erat-erat.


"Ichi mau pergi kemana?" Tanya Zian dengan ramah.

__ADS_1


"Ichi mau pelgi ketaman cama bubun" Balas Ichi dengan lugu dan tersenyum sampai memperlihatkan giginya yang tanggal.


"(Bukankah ini kesempatanku untuk memperbaiki hubunganku dengan Hima)" Batin Zian "bagaimana kalau kita ketaman ria,nanti kita beli permen kapas" Sambung Zian.


Ichiro mendengar ucapan Zian seketia tersenyum lebar " aywooo" Seru Ichiro.


"Tidak" Balas Himawari dengan singkat.


"Om turunkan Ichiro" Bisik Ichiro ketelinga Zian,Zian pun menurunkan Ichiro.


Ichiri memeluk Himawari dan mendongakkan kepalanya "bun ayoo" Ucap Ichiro sambil mengeluarkan ekspresi imut.


Himawari memalingkan wajahnya untuk mengabaikannya "bun.."Rayu Ichiro.


Himawari pun luluh akhirnya mengiyakan ajakan Zian.


"(Yes berhasil)"Batin Zian,lalu Zian menggendong Ichiro dan menaikkannya keatas motor dibagian depan,dan Zian naik keatas motor lalu mengenakan helm.


"(Apakah harus)" Batin Himawari dengan ragu. "Ayo bun cepattt" seru Ichro yang bersemangat.


"Iya" Balas Himawari.


Himawari berjalan menghampiri Zian,lali Zian memberikan helm,Himawari menerima helm tersebut lalu langsung memakainya.


Akan tetapi Himawari sulit untuk naik karena dia memakai rok dan motor Zian juga tinggi bagi Himawari yang bertubuh pendek.


"Naiklah Hima" Ucap Zian sambil mengulurkan tangannya.


"Tidak aku bisa sendiri" Ujar Himawari dengan percaya diri dan Zian pun menurunkan tanggan.


Setelah beberapa lama Himawari masih kesulitan naik keatas motor "mari kubantu" Ucap Zian dengan ramah dan mengulurkan tangannya.


Himawari terpaksa menerima uluran tangan dari Zian dan akhirnya bisa naik keatas motor.


"(Lembut)" batin Zian yang tersenyum karena memegang tangan Himawari.


Himawari yang menyadari ekspresi Zian langsung melepaskan tangannya dari tangan Zian.


"Ayo berangkat..."seru Ichiro dengan semangat,Zian menyalakan mesin motor dan mulai menjalankannya.

__ADS_1


__ADS_2