
'Teng teng teng'
Loceng pulang berbunyi,karena tragedi yabg terjadi tadi siang siswa dipulangkan lebih awal dan rapat serikat siswa diliburkan.
Himawari yang masih ketakutan berjalan dilorong sekolah dan memegamg erat-erat saku dijasnya,lalu Zian datang menghampiri Himawari.
"Hai.. Hima"sama Zian yang berjalan bersebelahan dengan Himawari,namun Himawari hanya termenung diam.
Zian pun menepuk pundak Himawari,barulah Himawari tersadar dari lamunannya "oh kau Zian"jawab Himawari dengan tersenyum.
"(Pasti kau masih sangat kaget karena kejadian tadi)"batin Zian lalu menggandeng tangan Himawari.
Himawarin yang sadar tangannya digandeng seketika tersenyum manis "(terimakasih Zian)"batin Himawari lalu tersenyum.
"Oh ya bagaimana kalau kita pergi kemall kita main disana kamu setuju?"usul Zian dengan tersenyum.
"Wahhhh tentu ayo kita kesana"jawab Himawari dengan semangat.
Mereka berdua berjalan kehalte dan menaiki bus bersama.
"Kau duduk disebelahku Zian"ucap Himawari yang duduk disebelah kaca.
Zian duduk disebelah Himawari dan Himawari menyenderkan kepalanya kebahu Zian lalu menutup matanya.
Zian hanya tersenyum dan memegang erat tangan Himawari,lalu dia seketika tersadar perbuatan yang akan dia lakukan "(benar aku harus membunuh orangtua Hima)"batin Zian yang kearah Himawari.
Lalu dia menyenderkan kepalanya kebelakang kursi.
'Hufffhh'
"Aku tidak akan mungkin melakukannya"berutu Zian dengan pelan dan menyadarkan Himawari dalam tidurnya.
"Kau bicara sesuatu Zian?"tanya Himawari yang masih menutup matanya.
"Tidak,tidurlah Hima" jawab Zian "(apakah dia dengar?)"tanya Zian pada dirinya sendiri.
Tak butuh waktu lama mereka sampai dimall lalu mereka langsung menuju ketempat permainan.
__ADS_1
Dengan semangat Himawari berjalan didepan Zian,Zian yang melihat tingkah Himawari seketika langsung tersenyum.
"Ayo cepet Zian"ucap Himawari yang berhenti lalu menoleh kearah Zian.
Kibasan rambutnya yang sangat indah membuat hati Zian seketika berdetak kencang.
"(Apakah?)"tanya Zian pada dirinya sendiri dan memegang dada kirinya.
Himawari langsung menghampiri Zian,menggandeng tangannya dan langsung menarik Zian kearena menyanyi lalu masuk kedalam ruangan tersebut.
"Aku tidak bisa bernyanyi Hima"ucap Zian lalu duduk, "coba saja dulu"jawab Himawari lalu memberikan microfon dan memilih lagu yang akan dinyanyikan.
"Tapi suaraku jelek Hima" balas Zian yang menerima microfon, "disini ada lagu yang kamu bisa contohnya Dear god dari Avenged Sevenfold" ucap Himawari yang melihat kearah tv didepannya.
"Ada yang versi indonesia Hima?"tanya Zian, "sebentar" ucap Himawari yang mencari lagu "ada Zian,aku dulu ya" sambung Himawari lalu menyalakan music dan mulai bernyanyi.
Mereka berdua asik bermain Himawari pun terkagum dengan suara merdu Zian,sebaliknya Zian juga terkejut mendengar suara Himawari yang begitu lembut saat bernyayi dan tibalah disalah satu reff.
🎶"Tuhan hanya satu pintaku pada-Mu"-Himawari yang menatap Zian.
Lalu mereka berdua pun saling menatap satu sama lain.
🎶" Kubutuhkan orang yang tulus pada-Mu"-Himawari.
🎶" Tapi kutinggalkan dirinya saat aku berjumpa"-Zian.
🎶"Ku sendiri dan ku lelah,Kumerindukanmu... sayang"-Himawari.
🎶"Dan lagi..."-Zian.
"Hebat"puji Himawari yang tersenyum lalu tepuk tangan.
"Kau berlebihan Hima" jawab Zian lalu meletakkan microfon diatas meja.
"Ayo kita kepermainan yang lainya Zian" ucap Himawari lalu berdiri.
"Tentu ayo"jawab Zian,lalu menggandeng tangan Himawari dan pergi ketempat lainnya.
__ADS_1
"Zian ayo kita mengambil potret"ajak Himawari dengan menunjuk kearah tempat foto.
"Ayo Hima"jawan Zian,lalu Himawari langsung menarik tangan Zian dan menuju keruang foto.
"Kau berdiri disini Zian"ucap Himawari yang menata tempat dia berdiri,lalu Zian langsung merangkul lengan Himawari,sebaliknya Himawari juga merangkul pinggang Zian.
'Cekrek'
Lalu mereka berubah gaya foto,Himawari dengan gaya tersenyum dan membuat bentuk love,sedangkan Zian dengan gaya formalnya.
'Cekrek'
Setelah mengambil beberapa foto dan mencetaknya Himawari dan Zian langsung pergi ketempat makan lalu memesan makanan.
Tak butuh waktu lama makan yang mereka pesan sudah tertata diatas meja mereka berdua pun makan sambil melihat foto yang mereka cetak tadi.
"Wah kau Zian,gaya fotomu begitu Formal"ucap Himawari dan menujukkan fotonya.
"Sudah lama sekali aku tidak pernah berfoto"jawab Zian lalu menyedot cola dingin dari gelasnya.
"Memang berapa lama?"tanya Himawari lalu memakan kentang goreng.
"Emm,mungkin lima tahun"jawab Zian,lalu dia teringat sesuatu,Zian langsung membuka tasnya lalu memberikan barang tersebut keHimawari.
Seketika Himawari langsung tersenyum "boneka lumba-lumba"seru Himawari karena begitu denang,dia langsung memeluk erat-erat boneka itu "lembut" sambung Himawari.
"Syukurlah kalau kamu menyukainya"ucap Zian yang tersenyum.
"Kapan kau membeli ini?"tanya Himawari dengan mengelus-elus kepala boneka.
"Sudah lama"jawab Zian lalu melihat kearah jam "sudah pukul 17.00,ayo pulang Hima"sambung Zian.
Himawari bergegas menghabiskan makanannya,lalu mereka berdua pulang dengan menggunakan bus yang sama.
...**...
Sesampai dirumah Himawari pergi mandi dan berbaring diatas kasur sambil melihat-lihat foto yang dia cetak,sesekali Himawari tersenyum.
__ADS_1