Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 34


__ADS_3

Tok tok tok' suara ketukan pintu dari rumah Hugo,"oh sudah datang masuklah Hima"sapa Hugo yang membuka pintu rumahnya,Himawari pun masuk,dan Hugo menutup pintunya.


"Maaf menunggu lama kak"ucap Himawari lalu memberikan sekuntum bunga,"ya,buat apa ini bunganya?"tanya Hugo.


"Biar perpustakaannya jadi terang dan hangat,kasihan buku-bukunya kedinginan karena sikap kakak"ejek Himawari sambil menjulurkan lidahnya.


"Kau ini ya"ucap Hugo lalu mengusap-usap kepala Himawari "ayo bantu"sambungnya,lalu mereka pun keperpustakaan milik Hugo.


"Wau...."seru Himawari karena kagum dengan buku Hugo yang begitu banyak,lalu dia mengambil satu buku dan membaca judulnya "wah bukankah ini novel yang langka,katanya cuma ada 10 didunia"sambung Himawari.


"Oh benarkah"jawab Hugo yang mengambil buku dan meletakkannya diatas meja,"ya kak,pasti ini harganya mahal"balas Himawari.


"Aku tidak tahu,ayah yang memberikannya,jika kau mau ambilah"ucap Hugo yang menata rak buku.


"Bolehkah?"jawab Himawari dengan semangat,"ya kalau kau selesai membersihkan semua buku"ucap Hugo yang membersikan buku.


"Baik"balas Himawari,lalu Himawari membersikan buku dibagian atas dengan kursi,dan tidak sadar Himawari berjalan ketepi Kursi lalu Himawari pun terjatuh.


Namun badan Himawari tangkap dengan Hugo yang dibawahnya,lalu mereka saling menatap 'Deg' suara detak jantung Hugo yang berdetak kencang,dan pipi Himawari berwarna semu merah jambu.


"(mengapa jantungku berdetak sangat kencang)"gumam Hugo yang memandang wajah Himawari.


Tiba-tiba bel rumah berbunyi mereka berdua pun tersadar dan bersikap normal "lain kali hati-hati"ucap Hugo lalu meletakkan buku dirak "tolong bukakan pintu didepan"perintah Hugo yang menata buku.


"Baik"jawab Himawari lalu pergi dengan membawa beberapa buku 'Brakk'suara buku terjatuh "Hima"ucap Hugo lalu bergegas menyusul Hima.


Sesampai didepan ruang tamu Hugo melihat Himawari menjatuhkan yang dibawanya dan melihat Axel yang melihat Himawari dengan perasaan gemas sampai mimisan.


Hugo menghampiri Axel lalu menampar pipinya "sakit Hugo"ucap Axel yang memegang pipinya,"usap darah dihidungmu"jawab Hugo dengan dingin lalu pergi keperpustakaan.

__ADS_1


"M-maaf Hima,aku tidak bermaksut"belum selesai Axel menjawab Himawari langsung menghampiri Axel dan mengusap darah dihidungnya dengan sapu tangan yang ada disakunya.


"Tak apa tenang lah"ucap Himawari dengan lembut lalu Axel mencubit kedua pipinya"moci"jawab Axel.


"Kalian sudah selesai atau belum"teriak Hugo dari dalam perpustakaan,"mari kak"ajak Himawaru sambil berjalan dan Axel mengikuti dari belakang dan mereka pergi keperpustakaan.


"Jadi apa yang harusku lakukan"tanya Axel,"bersihkan buku disebelah sana"jawab Hugo, lalu Axel pun pergi ketempat yang Hugo tunjukan.


Mereka bersih-bersih perpustakaan sampai sore "kak Hugo aku pamit pulang ya"pamit Himawari dari depan pintu rumah,"ayo Hima pulang bersama"ajak Axel,"t-tidak perlu kak"jawab Himawari," kau masih takut denganku? tenanglah Hima aku bukan lelaki mesum"ucap Axel dengan tersenyum,"baiklah"jawab Himawari lalu Axel dan Himawari pulang bersama dengan menggunakan motor.


Hugo pun menutup pintunya dan meletakkan bunga dari Himawari kedalam vas bunga lalu meletakkan dimeja perpustakaan "sunflower girl"ucap Hugo dengan tersenyum.


Disisi lain Himawari berboncengan dengan Axel "kudengar kau pernah jadi ketua serikat selama 2 tahun"ucap Axel,"hah??,gak kedengeran"jawab Himawari,lalu tiba-tiba Axel berhenti.


"Ada apa kak?"tanya Himawari,"lihatlah didepan"ucap Axel,lalu Himawari melihat kearah depan,dia melihat segerombolan geng bermotor.


Lalu Axel menyalakan mesinnya memutar balik motor dan mengendarai motor dengan kecepatan 80 km,Himawari pun memegang jaket Axel erat-erat dan para geng tadi mengikuti Axel dan Himawari.


"Teruslah menyetir"jawab Himawari dengan memeluk Axel,Axel pun tersenyum dan menambah kecepatan motornya.


Beberapa geng motor tadi terus mengejar Axel dan Himawari,Axel dan Himawari berhenti di pinggir hutan lalu mereka berlari ke dalam hutan.


"Ayo cepat Hima"seru Axel,"t-tunggu,aku"belum selesai Himawari menjawab Axel langsung menggendong Himawari dipunggungnya lalu lanjut berlari.


"Apa tidak berat?"tanya Himawari yang mengalungkan tangannya dileher Axel.


"Tidak,badanmu ringan"jawab Axel,lalu dia melihat satu rumah kosong lalu mereka masuk kedalam rumah itu dan menutup pintunya.


Axel pun menurunkan Himawari lalu menelepon seseorang "markas 4"ucap Axel,"baik tuan segera"jawab seseorang dari telfon.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba geng tadi menggebrak pintu rumah kosong itu,Axel pun melindungi Himawari dengan berdiri didepannya.


"Wah lihat ini sekarang Axel punya kekasih"ejek ketua geng itu lalu menghisap rokok ditangannya.


"Diamlah kau bedebah payah"ucap Axel dengan tersenyum miring,lalu menggengam tangan Himawari.


Himawari pun melihat kearah tangan Axel,lalu kembali fokus kedepan.


"Cih kau hanya tinggal menyerahkan panti itu semua urusan selesai"jawab ketua geng itu.


Axel pun mendengus "mana mungkin ku serahkan panti itu"balas Axel dengan tatapan sinis.


"Habisi mereka berdua!!!"perintah ketua geng,lalu Axel pun diserang namun dia tetap melindungi Himawari dengan badannya.


Badan Axel pun babak belur lalu terjatuh,Himawari yang melihat itu seketika marah.


Himawari pun berjalan kedepan Axel lalu mengeluarkan belati dari tasnya meletakkan penutup belati ditangan kirinya dan memegang belati ditangan kanannya lalu dia mengambil sikap pertahanan diri,dan Himawari menatap sinis para geng tadi.


"Sekarang habisi gadis yang bersamanya!!!!"perintah Ketua geng.


Para geng tadi menghampiri Himawari tapi tiba-tiba mendengar motor berhenti dirumah kosong itu lalu orang-orang tersebut masuk dan melihat Axel yang pingsan dan melihat seorang gadis yang melindungi Axel.


"Tuan muda"anak buah Axel,lalu mereka langsung menghabisi para geng tadi.


Lalu dari belakang ada satu geng yang hendak menghajar Himawari namun Axel mengambil pisau yang dipegang Himawari dan menusuk kepalanya dan seketika orang itu mati.


"lanjutkan sisanya"perintah Axel,lalu menarik tangan Himawari dan berjalan kearah motor lalu memasangakn helm dan mereka pulang.


Axel mengantarkan Himawari pulang kerumahnya sampai didepan gerbang"aku akan langsung pulang ada yang harus kuselesaikan"ucap Axel lalu langsung pergi.

__ADS_1


"(hati-hati lah)"gumam Himawari,lalu masuk kedalam rumah


__ADS_2