
"Pagi semua"sapa Himawari yang baru masuk kekelas,lalu mengganti bunga seperti biasanya,namun semuanya hanya diam,lalu dia duduk disamping Arga.
"Kenapa semunya pada diam?"tanya Himawari pada Arga yang disampingnya,lalu Arga juga terdiam lalu dia menghampiri Dealova dan Alexa.
"Sebenarnya ada apa ini?"tanya Himawari, "gak aku sangka kau akan melakukan ini Himawari"ucap Alexa dengan kesal.
"Apa maksud kalian?,aku tidak mengerti"jawab Himawari, "jangan terlalu polos Hima,aku yakin kau melakukan ini"balas Dealova.
"Apa?,apa yang telah aku lakukan?"tanya Himawari karena bingung,"kau kan yang telah membakar lap biologi,bukan kah kau tahu aku berusaha menumbuhkan biji kacang hijau"jawab Alexa.
"Aku tidak melakukannya"jawab Himawari dengan bingung,"Hima pergilah keruangan kepala sekolah"perintah guru yang baru masuk kekelas, "b-baik bu,permisi"pamit Himawari lalu pergi keruang kepala sekolah.
Disepanjang perjalanan Himawari terus ditatap oleh para siswa/siswi dengan tatapan sinis "(sebenarnya apa yang sedang terjadi disini)"batin Himawari.
Sesmpai diruang kepala sekolah dia mengetuk pintu "masuklah"ucap kepala sekolah dari dalam lalu Himawari pun masuk,lalu dia melihat Gladis,Silvia,Elena dan Evlyn disana,Himawari pun membungkukkan badannya kekepalasekolah,lalu Himawari melihat kepala sekolah,tatapan kepala sekolah tampak seperti kesal.
"A-ada apa pak?"tanya Himawari karena gugup lalu tiba-tiba kepala sekolah menggebrak meja,Himawari pun kaget,Gladis melihat Himawari sambil tersenyum miring.
"Apa kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan!!!!"bentak kepala sekolah,"t-tidak pak"jawab Himawari,"kau telah merusak fasilitas yang paling berharga disekolahan ini!!" bentak kepala sekolah.
"Saya tidak merusak apapun pak"jawab Himawari untuk membela dirinya sendiri, "jangan berbohong, Gladis,Silvia,Elena dan Evlyn melihat kau membakar lap biolongi"ucap kepala sekolah.
"Tapi mereka tidak punya buktinya pak"jawab Himawari, "eits siapa bilang kami tidak punya buktinya,tujukkan Silvia"perintah Gladis sambil tersenyum lalu Silvia mengeluarkan ponselnya dan membuka vidio.
__ADS_1
Himawari yang melihat vidio itu terkejut "(bagaimana bisa ini terjadi,itu bukan aku)"batin Himawari.
"Kau mau mengelak apa lagi Hima,bukti sudah jelas-jelas didepan mata"ucap Gladis dengan tersenyum miring.
"Pak itu bukan saya"ucap Himawari dengan gugup, "kau masih mengelak?keluar dari ruangan ini!!!"bentak Kepala sekolah,lalu Himawari pun membungkukan badannya lalu pergi.
"(Bagus,mudah sekali membuat bukti palsu)bagus Silvia"bisik Gladis keSilvia,"tentu saja"balas Silvia.
Sesampai didepan kelas Himawari hendak masuk namun dicegah oleh guru pengajar "kau tidak boleh masuk sampai pembangunan lap biologi selesai,kau hanya dikelas saat istirahat!!"bentak guru pengajar lalu masuk kekelas.
"(Bagaimana aku bisa difitnah seperti ini)"batin Himawari lalu dia melihat kejendela dan mencari Zian,namun tidak ada "(apakah Zian absen hari ini?)"batin Himawari.
Lalu Himawari berdiri diluar kelas sampai istirahat,Dealova,Alexa,Arga,Farel, dan Zaky keluar kelas mereka melihat Himawari yang berdiri diluar kelas,Himawari juga melihat mereka "apakah kalian hendak kekantin?"tanya Himawari,namun Dealova,Alexa,Arga,Farel, dan Zaky mengabaikannya dan pergi.
saat Himawari mencari tempat duduk para siswa/siswi bergumam "bukankah dia yang membakar lap"ucap siswa A,"ya padahal dia kan wakil serikat siswa" siswi C.
Himawari mengabaikan ucapan mereka lalu menemukan tempat duduk dan tidak sengaja ada kaki seorang siswi yang berada tepat didepan kaki Himawari,dan Himawari pun tersandung sampai semua makanan dinampannya terhambur dimana-mana.
Lalu dia melihat kaki yang membuatnya tersandung "Gladis"ucap Himawari, "ups..,aku tidak sengaja Hima"jawab Gladis dengan tertawa,para siswa/siswi dikantin hanya melihat.
Dealova,Alexa,Arga,Farel dan Zaky juga melihat Himawari terjatuh namun mereka mengabaikkannya.
Himawari pun berdiri membersihkan kotoran dikakinya lalu mengambil nampan lalu Himawari tersenyum kepada Gladis "terimakasih"ucap Himawari lalu mengembalikan nampannya lalu pergi.
__ADS_1
"Cih seperti biasanya"gerutu Gladis karena marah,"tidak perlu risau Gladis ini hanya permulaannya"ucap Silvia dengan tersenyum miring.
Setelah dari kantin Himawari langsung pergi ketoilet dan berdiri didepan kaca wastafel "(apakah mereka yang ku anggap sebagai teman hanya menganggapku sebagai perusak)"batin Himawari dengan melihat kearah kaca.
Lalu dari pantulan kaca dia melihat Gladis,Silvia,Elena dan Evlyn masuk ketoilet dan menghampirinya lalu Himawari mencuci tangannya.
"Wah lihatlah seorang wakil serikat siswa termenung sendirian" ejek Silvia lalu merangkul Himawari dipundaknya.
"Kau salah Silvia aku tidak termenung aku hanya membersihkan tanganku"Ucap Himawari dengan tersenyum,lalu melepaskan tangan Silvia dari pundaknya
Lalu dari belakang Himawari Evlyn menyiram Himawari dengan Air,Himawari pun terkejut namun dia tetap tenang "(tenang Hima)"batin Himawari.
"Kau harus mandi dua kali Hima"ejek Evlyn lalu Gladis,Silvia,Elena pun tertawa dengan amat sangat puas.
Himawari pun mematikan kerannya lalu berbalik badan dan mengangkat kedua tangannya "sudah bersih bukan?,aku sudah mencucinya dengan sabun yang banyak"ucap Himawari dengan tersenyum.
Lalu dia menujuk kearah noda diroknya "namun noda ini susah Hilang padahal sudah kucuci berulang-ulang namun belum saja Hilang,and anggap saja noda ini seperti kalian"sindir Himawari.
"Dan terimakasih Evlyn sudah membantuku membersihkan noda ini,ya walaupun tidak terlalu bersih tapi lumayan lah"Sindir Himawari dengan tersenyum.
"Kau!!!"bentak Gladis dengan mengangkat kedua tangannya dan hendak menampar Himawari namun pergelangan tangan Gladis dipegang oleh Himawari lalu Himawari berbisik "dengar lah aku akan membiarkanmu,namun jika lebih dari ini kau akan terima akibatnya"bisik Himawari dengan mengacam lalu menatap mata Gladis secara tajam,lalu melepaskannya dan pergi.
"Kau tidak apa-apa Gladis?"tanya Silvia, "Cih aku pastikan akan membuatnya menderita aku pastikan itu"gerutu Gladis.
__ADS_1