Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 43


__ADS_3

Acara pertunangan pun selesai Himawari memutuskan untuk pergi kekamar,berganti pakainan lalu Himawari berbaring diranjangnya sambil memeluk guling disampingnya.


"Wah tidakku sangka bu Lily akan menjadi kakak iparku,tapi ya dia baik juga,pasti bisa menjaga kakak"batin Himawari,lalu dia menutup matanya.


'Kring kring kring'


Suara telfon yang berbunyi dari atas mejanya,Himawari pun mengambil telfon lalu menjawab telfon tersebut"halo" sapa Himawari dengan setengan mengantuk.


"Hai, Hima urusan kita belum selesai"ucap si penelepon lalu tertawa,Himawari pun terkejut lalu membuka matanya dan melihat nomor yang sedang meneleponnya tidak ada dalam kotak telefon.


'Tut tut tut'


Sipenelepon itu mematikan telfonya dengan mendadak "(siapa dia tadi)"pikir Himawari,lalu ada pesan masuk dari Zian.


Ini fotonya Hima


23.00


Dan Zian mengirim gambar keHimawari,Himawari yang melihat fotonya dengan Zian seketika tersenyum.


^^^Terimakasih^^^


^^^23.04^^^


Himawari terus memandani fotonya dengan Zian sampai


tertidur.


Disisi lain Zian juga tersenyum melihat foto dirinya Himawari,lalu dia menelefon anak buahnya "cetak gambar yang aku kirim"perintah Zian, "baik tuan" jawab anak buah Zian.


"(Akan ku pajang foto ini)"batin Zian lalu mematikan ponselnya,melepas kacamatanya dan tidur.


...**...

__ADS_1


Kediaman keluarga Francisco pukul 06.00


Pagi-pagi sekali Zian ditelfon oleh ayahnya untuk pergi kerumah utama,setelah sampai dirumah tersebut Zian langsung pergi keruang kerja ayahnya,saat memasuki ruangan dia melihat Danta yang sedang emosi dan Rangga yang mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Bagaimana mungkin bisa!!"bentak Danta pada ayahnya sendiri,Zian yang baru datang langsung berjalan kearah ayahnya.


"Apa??"ucap Zian dengan kaget "membunuh orang tua Hima?,bagaimana mungkin"sambung Zian yang menggebrak meja.


"Tenang lah,ini demi kebaikan perusahaan,dan ayah dengar kakek Himawari adalah musuh besar keluarga kita"ucap ayah dengan meneguk kopi didepannya.


"Kami tidak akan melakukannya"jawab Danta dengan tegas, "lagi pula hang bermasalah kakek Hima,bukan ayah atau ibu Hima"sahut Rangga yang mencoba memberi pengertian kepada ayahnya.


"Lalu bukankah kakak Hima dan ayah melakukan kerja sama perusahaan,lalu apa yang membuat pikiran ayah berubah"balas Zian dengan melepas kacamata dan meletakkannya diatas meja.


'Tok tok tok'


Suara ketukan pintu dari luar "aku masuk nih om"ucap seorang gadis dari luar lalu membuka pintu dan menghampiri ayah Zian,Rangga,Danta.


Zian yang melihat perempuan tersebut seketika terkejut "(Gladis,apa yang dia lakukam disini)"batin Zian.


Gladis hanya tersenyum miring lalu menaikan alis kirinya "tenanglah kak Danta,aku disini hanya untuk bermain".


"Danta!!...,lepaskan Gladis"bentak ayah kepada Danta,lalu Danta melepaskan kerah baju Gladis.


Gladis pun merapihkan kerah bajunya "keluarga Hima juga telah merusak perusahaan dengan mengambil keuntungan yang sangat besar" ucap Gladis.


"Jangan bohong kau bedebah" bentak Danta dengan kasar.


Gladis pun mendengus "aku tidak bohong,aku punya buktinya".


"Cih,mana buktinya"ucap Rangga yang menatap tajam Gladis.


Gladis pun mengeluarkan beberapa dokumen dari tasnya dan memperlihatkannya "apakah aku masih berbohong?"ucap Gladis dengan tersenyum.

__ADS_1


"Jadi jika kalian ingin menjadi anak yang berbakti bunuhlah orangtua keluarga Dierja"jawab ayah dengan nada tegas.


Danta,Zian dan Rangga yang melihat dokumen tersebut merasa tidak percaya kalau keluarga Himawari mengambil keuntungan yang sangat besar sendiri.


"(Bagaimana mungkin ini terjadi)"batin Zian dengan melihat dokumen tersebut dengan amatbsangat teliti.


"(Bagus bencilah bunuhlah dan buat Hima menderita)"batin Gladis dengan senyum miring.


"Sekali lagi aku tegaskan kami tidak akan membunuh orang tua Hima"bentak Danta lalu mengambil tas dan berjalan kearah pintu dan hendak membuka pintu dan memegang pegangan pintu disusul oleh Rangga dan Zian yang mengambil kacamatanya dan memakainya.


"Dengan jika kalian tidak ingin membunuh orang tua Hima,berarti ayah akan menyuruh orang untuk membunuh Hima"ucap ayah.


"Tidakk!!' Jawab Danta yang melepaskan pegangan pintu,Rangga,Dan Zian juga ikut menjawab secara bersamaan dan menoleh kebelakang.


"Keputusan ada ditangan kalian,ayah tunggu sampai acara pernikahan Janu selesai"ucap ayah lalu membuka laptop.


"(Rencanaku berjalan lancar)"batin Gladis dengan tersenyum.


Zian,Rangga dan Danta pun pergi kesekolah dengan menggunakan mobil yang sama.


"Jadi bagaimana ini?"tanya Danta yang menyetir mobil.


"Entahlah aku tidak sanggup membunuh mereka"jawab Zian dengan lemas lalu menyenderkan kepalanya dijendela mobil.


"Jika kita tidak melakukannya mereka akan membunuh kak Hima"sahut Rangga.


"Kalau begini biar aku dan Zian saja yang membunuh kedua orang tua Hima,lalu kau Rangga bertugas mengawasi keamanan"ucap Danta dengan tegas.


"Tidak itu tidak mungkin"jawab Zian, "apa kau mau Hima terbunuh hah!!"bentak Danta ke Zian.


"Aku terlalu lelah untuk memikirkan ini,kita hanya bisa membunuh dan terus membunuh"ucap Rangga lalu membuka kaca mobil dan menyalakan rokok.


"Ini takdir kita (dibenci oleh orang yang kita sayangi"jawab Zian dengan lemas.

__ADS_1


"Ya kalian benar,jadi setelah ini mari kita pergi dari sini,suruh ayah untuk memindahkan kita kesekolah luar negeri agar kita tidak memiliki rasa bersalah" balas Danta lalu memasukkan mobil kedalam parkiran sekolah.


Zian keluar dari mobil dan berjalan kekelas,saat dihendak masuk kekelas Zian melihat Himawari yang mengganti bunga dengan amat ceria.


__ADS_2