
Pergi kehutan Himawarin bersembunyi dibalik pohon,lalu dia melihat Zian yang sedang,berkelahi dengan para preman,Himawari melihat tatapan Zian yang sangat menakutkan"(benar jika tidak menggunakan kacamata,dia akan berubah)"gumamnya.
Zian menatap para preman itu dengan tatapan buas dan dengan senyum sangat menakutkan"kalian sudah meremehkan kebaikanku,dan mari kita bermain satu permainnya,jika kalian mati kalian kalah"ucap Zian dan tertawa.
"Banyak cakap kau"ucap preman itu lalu menembak Zian,namun Zian berhasil menghindar,"baik akan aku hitung kalian,satu,dua,tiga, oh hanya tiga mayat,akan aku buatkan liang lahat yang istimewa untuk kalian"ucap Zian,dengan tatapan buas.
Himawari yang bersembunyi dibalik pohon kaget saat mendengar kata-kata Zian,"(l-liang lahat)"gumamnya.
Ketiga preman itu terus menembaki Zian,Zian pun bersembunyi,dan tak lama kemudia para preman itu kehabisan peluru,Zian pun mulai beraksi.
Satu preman hendak memukul Zian,namun Zian dapat menangkis gerakannya,lalu mengunci gerakan preman itu dnegan tangan kirinya,lalu tangan kanan Zian mengarahkan pisau itu tepat dileher preman itu.
Kedua preman itu mengisi peluru kepistop lalu mengarahkan ke Zian,Zian pun tertawa"jika kalian menembakku,teman kalian juga yang mati,dasar bodoh"ucapnya,secara diam-diam preman yang bersama Zian hendak menembak kaki Zian,Zian mengetahuinya,lalu menggores tangan preman itu,lalu pistol itu pun terjatuh.
"T-tolong ampuni aku,bos t-tolong selamatkan aku"ucap preman yang bersama Zian,Zian yang hanya melihat preman itu dia tersenyum "sutttt,diamlah", lalu teman preman itu berhasil menembak tangan Zian,Sontak Zian langsung menggores leher preman yang bersamanya dengan sangat dalam dan darah dari leher preman itu terciprat sampai ke wajah Zian.
Himawari yang bersembunyi dibalik pohon pun kaget,dan mulai ketakutan.
__ADS_1
Zian pun tertawa menjatuhkan preman itu ketanah dan tubuh preman itu mengejang-ngejang dengan manta yang menatap Zian,Zian yang menyadari tatapan preman itu laku dia tersenyum dan akhirnya preman itu mati.
Lalu Zian memotong leher preman itu dengan pisaunya lalu menggelindikkan ke kedua preman itu "lihatlah itu hadiah untuk kalian"ucap Zian dengan senyum miring.
Para preman itu pun mulai gemetar"siapa kamu sebenarnya"ucap preman itu dengan tatapan takut,"Zian Francisco"ucap Zian dengan pelan,"a-apa?"balas preman itu.
"(Siapa namanya)"gumam Himawari karena tidak terdengar.
Zian pun mulai berjalan kearah kedua preman itu,lalu para preman itu langsung menembaki Zian namum meleset,Zian mengambil peluru dari sakunya mengisi pistol itu,lalu menembak salah satu mata dari preman itu.
Lalu dia menarik rambut preman yang dan menggores leher prema itu,preman itu pun mengejang.
Lalu Zian mendekati preman yang mulutnya tertembak,lalu dia menusuk-nusuk dadanya,lalu menggores lehernya,lalu dia juga mengejang,dan pada akhirnya mereka mati,dan baju Zian penuh dengan warna merah darah.
Zian mengambil posel dari sakunya lalu menelepon anak buahnya"hutan pinggir kota","baik tuan" balas anak buah itu.
Zian pun melihat ketiga mayatnya,Bruk suara tas yang terjatuh,Zian pun menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia melihat Himawari yang sedang ketakutan disana "H-hima".
__ADS_1
Dia menghampiri Hima,Himawari berjalan satu langkah kebelakang "pembunuh" ucap Himawari, lalu Zian yang mendekat Ke Himawari hendak memegang pipi Himawari namun dia melihat tanganya penuh darah,mengurungkan niatnya dan akhirnya Zian mengambil tas itu,memakai kacamatanya lalu berjalan kebelakang dan pergi.
Himawari hanya terpaku melihat kejadian yang dia lihat barusan,lalu Himawari pulang dengan keadaan ketakutan dan para mayat preman itu akhirnya dibakar oleh anak buah Zian.
Sesampai dirumah Himawari langsung pergi kekamar,mandi dan pergi tidur.
...**...
Sejak kejadian kemarin hubungan Himawari yang Zian menjadi renggang,Himawari yang melihat Zian dengan tatapan takut,terus mengalihkan pandangannya,sepanjang pelajaran mereka hanya diam membisu.
Saat istirahat pun Zian masih berdiam diri dikelas sendirian,dan Himawari pergi kekantin bersama Alexa dan Dealova,Himawari hanya terdiam dan melamun,menyadari sikap Himawari yang berbeda Dealova pun memutuhkan untuk bertanya"Hima apa yang sedang terjadi?".
"Ah tidak apa-apa,apa kamu kesulitan makan?"ucap Himawari yang menghawatikan Dealova karena tangannya patah.
"Apa kamu memikirkan Arga?,kudengar dia sudah siuman"ucap Alexa,"b-benarkah"sahut Himawari karena kaget, "iya Hima,ayo sepulang sekolah kita menjenguknya"ucap Dealova,"iya,ayo" balas Himawari dengan tersenyum.
Lonceng masuk berbunyi,para murit pun kekelas termasuk Himawari,Zian yang melihat Himawari duduk hanya bisa diam,Himawari pun melihat Zian balik lalu matanya fokus pada warna merah dilengan Zian,Himawari hendak memegangnya,namum Zian menutupi lengannya,lalu menjauh dari Himawari,Himawari pun mengalihkan pandangannya.
__ADS_1