
"Mana mungkin aku akan membencimu Zian"ucap Himawari lalu melepaskan pelukan,Zian pun matap Himawari dalam-dalam lalu mengusap air matanya "Kau tau Hima,aku begitu membenci orang-orang yang membuatmu terluka" ucap Zian dengan tersenyum.
Lalu mereka duduk ditaman dan bercerita
"Kamu dari mana saja,sudah dua minggu aku menunggu"ucap Himawari sambil menggembungkan pipinya,Zian pun mencubit kedua pipi Himawari karena gemas,"sakit Zian"rengek Himawari lalu menutupi kedua pipinya dengan telapak tangganya.
"Aku hanya ingin kamu jauh lebih tenang,dan kamu boleh menjauh dariku aku tidak apa-apa"balas Zian dengan tersenyum.
"Mana mungkin Zian,ya aku akui awalnya aku takut,dan aku mulai menyadari bahwa itu dirimu yang sebenarnya aku tidak bisa merubahnya,tapi jika kamu memakai kacamata seperti ini,kamu seperti seorang pria yang bershabat"ucap Himawari dengan tersenyum sanpai memperlihatkan gigi gingsulnya.
"Apa sekarang kamu tidak takut?"tanya Zian dengan nada penasaran,"tidak,walaupun kamu membunuh preman itu,tapi aku yakin kamu tidak akan membunun seaeorang tanpa alasan"balas Himawari lalu dia mengeluarkan bunga matahari dari dalam tasnya dan memberikannya pada Zian.
"Ini untukku?"tanya Zian, "ya tentu,itu sebagai ucapan maaf karena mungkin kata-kataku membuatmu sakit hati"balas Himawari.
Zian menghembuskan nafasnya "hussfff,kamu tahu Hima,kacamata ini pemberian ibukku,dia memberikan ini disaat aku berumur 8 tahun,dia membelikan ukuran yang besar agar aku bisa menggunakannya selalu,anggap saja kacamata inj sebagai pengontrol emosiku"ucap Zian yang melepaskan kacamatanya.
Lalu Hiamawari memasangkannya lagi"kalau gitu saat ini pakai saja,hari ini tidak akan ada yang membuatmu emosi"ucap Himawari dengan tersenyum.
__ADS_1
Lalu Himawari melihat jam dan dia berpamitan kepada Zian untuk pulang"biar aku antar"ucap Zian,"tak apa Zian"balas Himawari lalu dia mengambil pisau dari dalam saku tasnya.
"Lihat aku juga punya"sambungnya,Zian pun menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mengusap kepala Himawari"bagus Hima"ucap Zian.
Lalu Himawari pun pulang,dia menggunakan bus.
...**...
1 bulan kemudian
Saat didepan pintu masuk ada seseorang yang melihat Zian dari dalam mobil dan membuka kaca mobil "bukankan itu Zian?"ucapnya kepada sopir.
"Benar tuan dan perempuan yang memakai tas bergambar bunga matahari itu teman tersekatnya"balas sopir, orang itu pun tersenyum miring "lihatlah dia begitu bahagia,tidak akan kubiarkan dia bahagai,tunggu saja 5 bulan lagi"ucapnya lalu menutup kaca mobil dan pergi.
Sampailah mereka didepan pintu masuk,mereka membayar biaya masuk,dan langsung berjalan-jalan.
Tanpa sadar tangan tangan kanan Arga menggandeng tangan kiri Himawari dan tangan kanan Zian menggandeng tangan kiri Zian menggandeng tangan kanan Himawari.
__ADS_1
Dealova yang berada dibelakang mereka tersenyum,Zaky yang melihat Dealova tersenyum ikut tersenyum "(lama-lama kalo senyum gini manis juga)",dan tiba-tiba Zaky menggandeng tangan Dealova,Dealova yang menyadari tiba-tiba pipinya bersemu merah jambu.
Alexa dan Farel menghilang entah kemana karena mereka berjalan-jalan sendiri.
Himawari pun baru menyadari bahwa kedua tangannya digandeng dia pun bertanya "mengapa harus digandeng"ucap Himawari dengan polos,"biar kamu tidak hilang karena kamu pendek"ucap Zian dan Arga secara bersamaan.
Dealova yang mendengarnya tertawa"biar tidak Hilang Hima"ucapnya, Zaky yang disamping Dealova pun juga ikut tersenyum.
"Apa??"ucap Himawari karena kesal,"oh ya kita mau menaiki apa nih"sambung Himawari.
"Bagaimana kalau bianglala,pasti seru"ucap Zaky,"a-apa?"sahut Himawari dengan gugup,"apa kamu takut Hima?"tanya Zian kepada Himawari, "(aku terlalu gengsi untuk mengakuinya)tidak jelas aku berani"ucap Himawari dengan percaya diri.
Lalu akhirnya mereka memutuskan untuk menaiki biang lala,Zian duduk disebelah Himawari disebelah kiri,dan Arga duduk sendirian disebelah kanan.
Himawari menggenggam erat tangan Zian karena takut,Zian yang menyadari dia pun tersenyum,Arga hanya dia dan melihat "(memang Zian yang pantas denganmu,dia bisa nelindungimu)"ucap Arga,lalu melihat kearah jendela.
Setelah menaiki bianglala mereka bermain permainan lainnya Hingga sore,lalu mereka pulang bersama.
__ADS_1