
5 hari sebelum acara hari ampion merah,semua anggota sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing termasuk Himawari,dia mondar mandir melihat persiapan stan dan panggung untuk pentas,lalu setelah itu dia pergi ke VSA untuk mengatur persiapan.
"Jadi semuanya sudah lengkap?"tanya Hugo yang tengah membaca buku novel,"ya kak tinggal barang untuk stan dan pentas bisa dibawa ke FSA"jawab Himawari yang membawa catatan.
Tiba-tiba ponsel Himawari berbunyi"Halo Hima gawat"ucap Arga karena panik,"ada apa?coba jelaskan"jawab Himawari.
"Burung bangaunya kurang 100 buah"balas Arga dari telfon,"apa??,bagaimana baru bilang sekarang"ucap Himawari karena kaget,"aku akan mengurus stan Hima"balas Arga lalu menutup telfonnya.
"Bagaimana ini"gerutu Himawari sambil menggigit ujung bolpoin,"ada apa?"tanya Hugo dengan dingin,"burung bangaunya kurang 100 buah"balas Himawari,lalu dia menelfon Danta.
"Halo kak,burung bangaunya kurang 100 buah"ucap Himawari,"bagaimana bisa!!!,bukankah dulu sudah diatur"jawab Danta dengan nada tinggi,lalu mematikan telfonnya.
"Karena besok hari minggu pergilah kerumahku pukul 08.00 akan kubantu kau membuat bangau"ucap Hugo lalu memberi alamat rumahnya dan pergi,Himawari pun tersenyum dan kembali keFSA.
Himawari langsung pergi ke ruang serikat siswa dan membuat burung bangaunya sendiri karena semua anggota sibuk dengan pekerjaannya,lalu tak lama kemudian Danta datang sambil menggebrakkan meja.
"Astaga"ucap Himawari karena kaget,lalu Danta tertawa dan duduk disamping Himawari"yang lain pada kemana?"tanya Danta,"sibuk kak"balas Himawari dengan singkat.
Lalu Danta membantu Himawari membuat burung bangau hingga pukul 18.00 dan tanpa sadar Himawari terlelap tidur,"woy kenapa belum ja.."ucap Danta yang terputus karena melihat Himawari tertidur,dia menatap Himawari dalam-dalam,lalu tersenyum dan tampa sadar Danta menyibakkan poni Himawari,dan Himawari membuka matanya sontak Danta kaget dan bersikap normal.
__ADS_1
"Woy bangun ini sudah pukul 18.15 kau mau tidur disini atau pulang"bentak Danta,Himawari pun terbangun lalu mengucek matanya"ayo pulang kak"ucap Himawari yang masih mengantuk lalu mencoba berdiri dan hampir terjatuh namun badan Himawari ditangkap oleh Danta lalu mereka saling menatap.
Danta menatap Himawari dalam-dalam,dan Himawari berdiri dan itu membuat lamunan Danta buyar lalu dia mengambil tas dan pergi,Lalu Himawari menutup pintu dan pergi kehalte.
Bus berhenti tepat didepan halte lalu Himawari naik bus dan duduk"(hari yang melelahkan)"gumam Himawari.
...**...
Karena hari ini hari minggu Himawari pergi kerumah Hugo dengan membawa barang-barang lalu menaiki bus,setelah sampai dihalte dekat rumah Hugo Himawari langsung mencari rumah Hugo dan dia menemukan alamatnya.
Himawari pun mengetuk pintu,lalu Hugo yang masih memakai celemek membuka pintunya"oh sudah datang masuklah"sapa Hugo,Himawari pun masuk lalu Hugo menutup pintu.
Lalu Hugo datang dengan membawa cemilan dan minuman,"oke mari langsung dibuat kurang berapa burung?"tanya Hugo dengan dingin,"kurang 60 burung"ucap Himawari dengan mengeluarkan kertas lipat,lalu mereka mulai membuat burung bangau.
"Kak rumah kakak kok sepi?"tanya Himawari dengan melipat kertas,"aku tinggal sendiri"balas Hugo dengan dingin,"wah apakah kesulitan tinggal sendiri?"tanya Himawari dengan polos,"tidak"balas Hugo dengan singkat,"apa kah"belum selesai Himawari bertanya sudah dipotong Hugo"sekali lagi kau bertanya,kubunuh kau"ucap Hugo karena Himawari terlalu banyak bertanya.
1 jam kemudian
"Wah sudah dapat 30"ucap Himawari lalu tiba-tiba ada telfon dari Danta"kau dimana?"tanya Danta ditelfon dengan nada tinggi,"akan kukirimkan alamatnya"jawab Himawari lalu mematikan telfon dan mengirimkan alamat.
__ADS_1
"Siapa?"tanya Hugo yang sedang mengambil kertas,"ketua serikat siswa"jawab Himawari,"o"balas Hugo dengan singkat.
Lalu tak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu Hugo pun berjalan kearah pintu "oh kau Danta"sapa Hugo dengan ketus,"begitukah kau sapa sepupumu yang baru datang"balas Danta,lalu langsung masuk kedalam dan duduk,Hugo pun menutup pintu.
Danta duduk disofa dan langsung mengambil cemilan dimeja"aku belum menyuruhmu makan"ucap Hugo dengan ketus,"pantes gak pernah punya pacar kau sendiri pelit dan dingin"ejek Danta.
"Wah ternyata kalian sudah saling kenal"ucap Himawari yang melipat kertas,"ya,Danta sepupuku"jawab Hugo lalu melipat kertas.
"Cih sepupu"gerutu Danta,"cepat buat"ucap Hugo dengan dingin lalu mereka melanjutkan membuat burung bangau.
"Hufff Akhirnya selesai"ucap Himawari dengan menghembuskan nafasnya,"ayo pulang sudah pukul 17.00"jawab Danta lalu berdiri pergi keluar rumah lalu pulang.
Himawari mengambil sapu tangan yang memiliki bordiran huruf H,"ini punyamu kan?"ucap Himawari sambil memberikan sapu tangan,"oh kau masih ingat"balas Hugo lalu memasukkan sapu tangan dalam saku.
"Ya kamu memberikannya disaat aku sedih dan dulu kamu juga yang meminjamkan tanganmu bukan?"ucap Himawari dengan tersenyum,"ya"jawab Hugo dengan ketus,lalu Himawari mengeluarkan gantungan kunci berbentuk bunga matahari dari dalan tasnya dan memberikan pada Hugo.
"Tidak terimakasih"ucap Hugo,lalu Himawari memegang tangan Hugo membuka telapak tangabnya dan meletakan diatasnya,"simpan lah kak"jawab Himawari,lalu pergi keluar.
Saat ditengah-tengah gerbang Himawari menoleh lalu melambaikan tangannya dengan tersenyum,tanpa sadar Hugo melambaikan tangannya,Himawari yang melihat itu seketika tersenyum sampai memperlihatkan gigi gingsulnya dan kembali menghadap kedepan lalu pergi.
__ADS_1
"Gadis yang menarik"ucap Hugo lalu menutup pintu rumah.