
Para prajurit hitam itu pun mencoba melepaskan ikatannya dan salah satu dari mereka berhasil lepas,Danta yang hanya mengawasi dari dalam seketika dia tersenyum miring,lalu dia kembali keatas atap dan berjalan menghampiri para prajurit itu lalu berdiri didepan mereka.
"Gimana rasanya bernafas diudara yang segar seperti ini,segar bukan"ucap Danta lalu hendak membuka permen namun prajurit yang berhasil lolos itu hendak menusuk Danta dari belakang namun Danta sudah menyadari dia pun menghindar dan menusuk kepala prajurit itu dari belakang.
Jlep "akh"jerit prajurit itu lalu terjatuh didepan para prajurit lainnya,"bukankan sudahku beri kesempatan?"ucap Danta,lalu dia menyeret prajurit yang sekarat itu lalu menjatuhkan dari atap gedung.
Danta kembali lalu duduk dikursi"kalian tahu,aku paling malas membunuh tapi jika nyawa kalian hilang ditanganku berarti kalian beruntung"ucap Danta lalu membuka permen karet lalu memakannya,Danta melihat para prajurit itu dengan mata tajam.
"Siapa yang menyuruh kalian"tanya Danta,"k-kami tidak tahu,kami mendapat tugas dari telfon,dan korban kami nona Hima bukan kamu"jawab salah satu prajurit itu.
"Hmmm tapi yang seharusnya membuat Hima sengsara aku,bukan kalian PAHAMMMM!!!!"bentak Danta,para prajurit itu hanya diam,lalu Danta menjentikkan jarinya setelah itu para algojo keluar dari dalam dan menuju keDanta.
__ADS_1
"Habisi mereka"perintah Danta kepada para algojo dan pergi"baik tuan"jawab salah satu algojo,lalu menghajar para prajurit itu.
"Tolong"teriak salah satu prajurit,mendengar jeritan itu Danta pun berhenti lalu menoleh kebelakang"teriaklah sesuka hati kalian karena tidak akan ada yang mendengar kalian sebab ini hutan namun ada gedung ditengah tengahnya,menarik bukan"ucap Danta lalu kembali kedepan dan tertawa meninggalkan mereka.
Lalu dia pergi dan masuk kemobil lalu dia melihat belati yang dia pegang"belatih yang indah,harus segera kembali kepemiliknya"ucap Danta,lalu dia melihat jam diponselnya"masih pukul 19.30"sambungnya lalu dia menyalakan mesin dan pergi kerumah Himawari.
Tok tok tok,suara ketukan pintu dari luar rumah,Himawari pun berjalan membuka pintu dengan terpincang-pincang"ya silahkan,loh kak Danta silahkan masuk kak"sapa Himawari yang mempersilahkan Danta masuk,lalu Danta pun masuk,"(ternyata tampilan Hima saat dirumah sangat berbeda)"gumam Danta karena melihar Himawari yang memakai celana pendek dan kaos bergambar bunga marahari lalu mengikat rabutnya kebawah,Himawari menutup pintu lalu duduk kesofa.
"Silahkan duduk kak"ucap Himawarilalu Danta duduk dan meletakkan belati dimeja"ini aku mau mengembalikan belatinya"jawab Danta.
"Itu belati yang indah,kau membelinya dimana?"tanya Danta karena penasaran,"aku tidak membeli,aku diberi oleh seseorang"jawab Himawari dengan lembut,"diberi kekasihmu?"tanya Danta,"tidak tahu,aku mengangapnya temanku,tapi entahlah"jawab Himawari lalu menutup belatinya dan meletakkan dimeja.
__ADS_1
"Kakak mau minum sesuatu?,mama dan papa tidak ada dirumah,lalu kakakku juga pergi"ucap Himawari,"tidak terimakasih,berarti kamu dirumah sendiri?"tanya Danta.
"Tidak masih ada pembantu dan satpam"jawab Himawari,"bagaimana kondisi kakimu?"tanya Danta,"sudah tidak sakit,terimakasih"balas Himawari.
"Hima aku harus pulang karena ada urusan,sampai jumpa besok"pamit Danta lalu pergi,"iya(baunya seperti Darah)"ucap Himawari lalu menutup pintu dan kembali kekamar.
Danta kembali kegedung untuk melihat para algojonya,sesampai digedung dia langsung keatap dan menghampiri para prajurit.
Para prajurit hitam sudah tepar karena dihabisi oleh algojonya,lalu Danta duduk"berhenti"perintah Danta untuk para algojonya agar berberhenti menghajar.
"Aku ingin curhat,aku punya satu adik laki-laki kandung,dia tidak suka membunuh tapi,dia lebih suka menghajar seseorang,kami memiliki sifat yang menarik bukan"ucap Danta lalu dia menyiram para prajurit dengan minyak tanah dan menyuruh algojonya pergi,lalu Danta pun berjalan kedalam gedung.
__ADS_1
Lalu dia berhenti,melemparkan korek api ke para prajurit,lalu seketika para prajurit itu terbakar,mereka pun berteriak-teriak.
Mendengar teriakan mereka Danta pun tertawa lalu berjalan pergi"ya walaupun sama dengan si adik tiri itu tapi boleh lah"ucapnya.