Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 42


__ADS_3

Hugo melepaskan apronnya lalu melegakkan diatas kursi "kau tunggu disini" ucap Hugo lalu pergi kekamarnya untuk mengambil sesuatu "(apa yang sebenarnya sedang dia ambil)" batin Himawari.


Tak lama kemudian Zian turun dengan menggunakan switer dan celana panjang "ayo aku antar" ucap Hugo dengan membuka pintu diruang tamu.


"Tidak perlu kak,aku bisa naik mobil" jawab Himawari, "apa kau akan membuatku merasa rugi karena telah ganti pakainan dan siap-siap?" Balas Hugo dengan ketus.


"T-tidak kak"ucap Himawari dengan gugup, "kalau begitu biar aku yang antar"jawab Hugo lalu menutup pintu danbHimawari pun keluar dari rumah.


"Tunggu disini"ucap Hugo lalu pergi kegarasi,tak lama kemudian Hugo keluar dari garasi dengan mengenderai mobil antik,Himawari yang melihatnya seketika terkagum-kagum melihat keantikan mobil itu,lalu menghampirinya.


"Wah,mobil ini kan sudah tua"ucap Himawari dengan memegang pegangan pintu mobil, "ya masuklah" jawab Hugo dengan dingin lalu Himawari pun masuk kedalam mobil.


"(Harum seperti bau badan kak Hugo)"batin Himawari dengan menatap wajah Hugo,Hugo yang menyadari tatapan dari Himawari seketika tersipu malu.


"A-apa yang sedang kau lihat Hima" ucap Hugo dengan malu,lalu menyalakan mobil dan berangkat.


"Tidak kak"jawab Himawari dengan tersenyum lalu kembali fokus kedepan, "(tadi itu sangat menegangkan)"batin Hugo sambil fokus menyetir mobil.


"Oh ya kak!!"teriak Himawari dengan semangat,sehingga membuat Hugo terkejut "eih apa Hima" ucap Hugo dengan dingin.


Himawari pun tertawa "maaf kak,oh ya aku melihat mobil ini dimedia sosial kabarnya mobil ini hanya ada beberapa didunia".


"Benarkah,aku tidak pernah tau itu"jawab Hugo lalu berhenti di perempatan jalan lampu merah.


"Oh ya memang kakak mendapat mobil ini dari siapa?"tanya Himawari karena penasaran.


"Dari kakekku,ini mobil kesukaannya lalu diberikan kepadaku,aku tidak terlalu suka mengendarai mobil jadi tidak pernah ku pakai"jawab Hugo.


"Oh begitu kah,tapi walaupun mobil antik, kualitas mesinnya tetap bagus"balas Himawari,lalu dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya lalu meletakkannya diatas ac mobil dekat kaca mobil.


"Apa ini?"tanya Hugo yang fokus menyetir.


"Ini hiasan berbentuk bunga matahari,agar suasana mobil ini tetap hidup walaupun jarang dipakai" jawab Himawari sambil tersenyun dan memperlihatkam lesung pipinya.


Hugo yang melihat hiasan itu seketika tersenyum Himawari yang melihat senyuman Hugo seketika terkesima "(tak kusangka dia kak Hugo bisa tersenyum)"batin Himawari.


...**...


"Aku akan langsung pulang"ucap Hugo dari dalam mobil, "apakah kakak tidak mampir dulu?"jawab Himawari.


Hugo pun menyalakan mesih mobil "aku akan pergi dulu,salam pada ayah ibumu" pamit Hugo lalu pergi meninggalkann rumah Himawari.

__ADS_1


Diperjalanan sesekali Hugo melihat hiasan yang ada didepannya lalu mendengus "sungguh sangat tidak disangka"ucap Hugo.


Disisi lain setelah Hugo pergi Himawari langsung masuk kerumah lalu melihat sekelilingnya "(wah meriah sekali,padahal hanya acara pertunangan)"batin Himawari lalu pergi kekamarnya.


Sesampai dikamar Himawari meletakkan kue tart diatas meja lalu menjatuhkan tubuhnya dikasur lalu menutup matanya "(sangat melelahkan)"batin Himawari lalu tiba-tiba ponsel dari tasnya.


"Halo kak Danta"sapa Himawari, "oh iya halo Hima,ada apa kau menelfonku?"balas Danta dari telfon.


"Hah?kan kakak sendiri yang telfon"ucap Himawari sambil memilih baju yang akan dia kenakan nanti.


"Benarkah?oh aku tidak tahu" jawab Danta dari telfon dengan nada tidak bersalah "baiklah kalau gitu lain kali jangan telfon aku"sambung Danta lalu mematikan telfon.


"Eihh,yang telfon kamu malah marah-marah"gerutu Himawari lalu pergi mandi.


Pukul 18.00


Satu jam lagi acara pertunangan Janu akan dimulai namun Himawari belum tau calon kakak iparnya.


Himawari pun mondar dan mencicipi makanan yang tersedia "(hebat kalo ga ada acara seperti ini gak bakalan makan makanan yang enak)"batin Himawari.


Llau dari kejauhan Himawari melihat Zian,Danta dan Rangga menuju pintu masuk,Zian yang menyadari keberdaan Himawari langsung melambaikan tangannya dan mereka bertiga menghampiri Himawari.


Zian yang memakai setelan jas berwarna biru tua dan memakai kacamata,lalu Danta yang mamakai setelan jas berwarna hitam,dan Rangga memakai setelan jam berwarna merah marun dalam sekejap menyita perhatian para tamu.


"Masak kak Zian saja yang tampan"sahut Rangga dengan menyatukan alisnya, "kamu juga tampan Rangga"jawab Himawari sambil menepuk pundak Rangga.


"(Aku tidak mau mengakuinya tapi dia tampak cantik hari ini dengan dress berwarna violet dia nampak sangat cantik)"batin Danta dengan menatap Himawari.


"Baik untuk para Hadirin dipersilahkan duduk"ucap mc dengan tersenyum,lalu mereka pun duduk ditempat masing-masing termasuk Zian,Danta,Hima, dan Rangga.


"Untuk calon mempelai laki-laki dipersilahkan masuk keatas panggung,mari kita beri tepukan tangan untuk calon mempelai laki-laki"ucap mc dengan lalu berjalan kesamping panggung dan para tamu undangan bertepuk tangan.


Janu yang memakai setelan jas berwarna putih dan dasi merah marun berjalan keatas panggung lalu berdiri didepan para tamu.


"Baik karena calon mempelai pria sudah datang saatnya kita sambut calon mempelai perempuannya"ucap mc.


Lalu seorang perempuan memakai gaun berwarna merah jambu dan memakai mahkotandikeoalanya berjalan kearah pintu masuk dan menuju keatas panggung.


Himawari yang melihat calon kakak iparnya begitu terkejut "(bu Lily?)"tanya Himawari pada dirinya sendiri.


"Wah ternyata bu Lily yang akan menjadi kakak iparmu"ucap Zian dengan membersihkan kacamatanya.

__ADS_1


"Ya kau benar"jawab Himawari dengan serius.


Bu Lily pun keatas panggung,Janu yang awalnya memalingkan mukanya memutuskan untuk menatap wajah calon istrinya,dan bu Lily yang awalnya menundukkan wajahnya berani untuk mengankat wajahnya dan menatap Janu.


Lalu mereka pun terkejut satu sama lain "(tampan..)"batin bu Lily, "(oh ini calon istriku,lumayan cantik)"batin Janu.


Mc memberikan kotak cincin keJanu "baik sekarang waktu yang ditunggu yaitu pertukaran cincin,untuk tuan Janu silahkan".


Janu pun menarik dengan perlahan tangan bu Lily lalu memasukkan cincin kejari manis "(tangannya begitu lembut)"batin Janu.


"Oke sekarang gantian nona Lily silakan nona"ucap mc.


Lily pun mengambil cincin dari kotak,lalu memasukan cincin kejari manis Janu "(wah tangannya begitu besar dan kekar)"batin bu Lily.


"Baiklah sekarang kalian sudah resmi bertunangan,selamat untuk tuan dan nona,mari kita beri tepukan yang meriah untuk tuan Janu dan nona Lily"ucap mc dengan meriah,lalu para tamu hadirin pun bertepuk tangan.


Himawari yang melihat kakaknya sudah bertunangan tampak bahagia sampai tidak sadar menggenggam tangan Zian.


Zian yang menyadari bahwa tanganya digenggam dengan Himawari hanya bisa tersenyum kearah tangannya.


"Mari kita ambil foto bersama"seru Rangga sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.


"Ayo"jawab Himawari,lalu Danta,Zian,Himawari dan Rangga pun berfoto bersama.


'Cekrek'


"Nah lagi sekali lagi"ucap Rangga.


'Cekrek'


"Gimana hasilnya bagus"tanya Himawari yang duduk disampin kirinya dan menarik tangan Zian "ma-maaf Zian aku tidak sadar kalau memegang tanganmu"sambung Himawari.


"Tak apa tak perlu dipikirkan"jawab Zian dengan tersenyum,"bagus kak"ucap Rangga lalu Rangga menunjukkan hasil fotonya lalu mengirim keHimawari "bagus hasilnya"puji Himawari.


"Baik karena acara utama sudah selesai kalian bisa menikmati hidangan yang tersedia"seru mc lalu turun dari panggung, dan tamu undangan mulai berpesta.


Saat Himawari hendak pergi Zian menarik tangan Himawari "tunggu Hima mari kita ambil gambar bersama"ucap Zian dengan menundukkan kepalanya "tentu"jawab Himawari lalu mereka mengambil foto bersama.


'Cekrek'


"Terimakasi Hima,aku akan pulang"pamit Zian lalu berjalan pergi,ditengah perjalanan dia berhenti lalu menoleh kebelakang dan melambaikan.

__ADS_1


Himawari yang melihat kelakuan Zian seketika tersenyum lalu melambaikkan tanganny,lalu Zian pun pergi setelah melihat lambaikan tangan Himawari.


__ADS_2