
Disisi lain Himawari sedang sibuk menyiapkan sarapan dia tak lupa memakai apron kesayangannya lalu mengambil roti tawar lalu measukkannya kepemanggangan, lalu membuat sup dan susu hangat.
Setelah semuanya selesai Himawari membawanya kekamarnya. Disisi lain Zian yang ada didalam kamar Himawari masih mengagumi suasana yang ada didalam kamar tersebut.
"(Wah banyak sekali ornamen bunga matahari dan baunya seperti bunga vanila, baru kali ini aku masuk kekamarnya)" batin Zian dengan tersenyum.
'Ceklek'
Terdengar suara pintu terbuka Zian pun kembali pura-pura tidur dan Himawari masuk kekamar lalu meletakkan sarapan diatas meja.
"Dia belum bangun" ucap Himawari dengan pelan lalu mengusap kepala Zian.
Dan tidak sengaja Zian membuka matanya Himawari yang melihat hal tersebut langsung menurunkan tangannya seolah-olah tidak melakukan apapun.
Namun Zian nampak bahagia karena Himawari mau mengelus kepalanya "oh kau sudah bangun" ucap Himawari yang langsung mengambil sarapan dan meletakkan disamping ranjang.
"Maaf sudah merepotkanmu" balas Zian dan tersenyum.
"Iya sekarang makanlah" jawab Himawari "kau bisa makan sendiri bukan?" Tanya Himawari.
"Maaf Hima, luka diperutku belum pulih seutuhnya (kesempatan agar bisa disuapi oleh Hima)" jawab Zian dengan memelas.
"Baiklah aku akan menyuapimu" ucap Himawari dan mengambil sesuap sup lalu menyuapi Zian.
Zian membuka mulutnya lalu memakan sup tersebut "auh" jerit pelan Zian.
"Apa masih panas?" tanya Himawari dengan khawatir lalu mengambil sesuap sup dan meniupnya.
"(Aku sangat bisa hidup denganmu)" batin Zian dengan tersenyum dan memandangi Himawari.
"(Tenanglah, setelah ini pasti dia akan segera pergi)" batin Himawari lalu menyuapi Zian.
__ADS_1
"Eumm, enak Hima" ucap Zian lalu mengunyah sup yang ada dimulutnya.
"Benarkah" balas Himawari dengan tersenyum.
"Kamu juga tidak ikut makan?" tanya Zian.
"Tidak makanlah" balas Himawari.
Setelah semuanya selesai Himawari meletakkan nampan tersebut diatas meja lalu kembali duduk dikursi disamping ranjang Zian.
"Sebentar lagi aku akan menjemput Ichi kau boleh disini sementara waktu" ucap Himawari lalu berdiri mengambil beberapa baju dan membawanya kekamar mandi.
Mendengar hal tersebut Zian merasa senang lalu dia melihat ponsel. Tak lama kemudian Himawari keluar dari kamar mandi dan duduk didepan meja rias.
"(Dia sama sekali tidak berubah)" batin Zian. Setelah selesai Himawari menghampiri Zian "aku akan berangkat" ucapnya.
"Baik, hati-hati Hima" balas Zian.
'Kring kring kring'
Terdengar suara nada dering telfon dari tas Himawari, dia langsung mengangkat telfon tersebut.
"Halo kak Janu ada apa?" tanya Himawari dan masuk kedalam mobil.
"Ichi sudah aku antar kesekolah kau tinggal menjemputnya" balas Janu dari telfon.
"Baiklah aku akan menunggunya" balas Himawari lalu mematikan telfon tersebut.
Dia menyalakan mesin mobil dan langsung pergi, saat berhenti didepan lampu merah dia teringat kedai samping tempat kerja kakaknya setelah lampu hijau menyala dia langsung ketempat tersebut.
'ceklek'
__ADS_1
Setelah sampai Himawari keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam kedai.
"Selamat datang" sapa Arthur yang ada disamping pintu.
"Oh hai Arthur" sapa Himawari dengan tersenyum lalu duduk disamping jendela.
"Silahkan" ucap Arthur dengan memberikan buku menu.
"Terimakasih Arthur" jawab Himawari "Hmm aku ingin Cappucino" sambung Himawari sambil melihat buku menu.
"Wah kali ini beda ya, biasanya kamu pilih jus stroberi" balas Arthur.
"ya kau benar, tapi kali ini aku ingin merasakan hal yang berbeda" ucap Himawari.
"Baiklah satu gelas cappucino akan segera datang" jawab Arthur dengan tersenyum lalu pergi kedapur "(wah senyumannya sangat menyilaukan)" batin Arthur.
Sambil menunggu Himawari mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memainkannya, tanpa Himawari sadari ada seorang pria yang duduk didepannya.
Himawari melihat orang tersebut dan terkejut ternyata pria yang ada didepannya adalah.
...૮₍ ˶ᵔ ᵕ ᵔ˶ ₎ა...
Hai...
Untuk teman-teman semua jangan lupa mampir dinovel keduaku ya judulnya
╰╮Life Or Death╭╯
Salam hangat dari author
⎙ My name is A⎙
__ADS_1