
Danta yang melihat 20 orang mendekat kearah mereka seketika tersenyum miring,lalu dia mengambil mengepalkan kedua tangannya lalu mengangkatnya setara dengan hidungnya.
Dan para anggota tersebut menyerbu Danta dan yang lainnya.
'Bukkk'
Pukulah Danta melesat tepat dihidung salah satu gank,Himawari yang melihat Situasi tersebut berjalan kebelakang sedikit sedikit demi sedikit untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
'Brakk'
Zian melempar salah satu gank tersebut kearah tumpukan meja dan kursi sehingga membuat kepala orang tersebut berdarah.
Zian sedikit sedikit demi sedikit mendekat kearah orang tersebut lalu berlutut memegang rambut dan menariknya keatas "menyenangkan bukan?"ucap Zian dengan tersenyum menyeringai.
Danta yang melihat perbuatan adik tirinya seketika mendengus "masih sama".
Zian pun kembali kearena pertarungan dan menghajar para anggota gank tersebut.
"Tuan pertarungan sedang berlangsung"ucap Kenzo yang sedang menelefon seseorang "bagus lanjutkan buat semuanya jera"jawab orang tersebut lalu mematikan telfonnya.
Setelah itu Kenzo langsung menyerah Danta dari belakang dengan menusuknya dengan belati,Danta yang menyadari langsung menghindar sehingga hanya terkena lengannya saja.
"Lihat lah permainan yang sangat tidak menyenangkan"ucap Danta dengan tertawa "begitu pengecutnya kah dirimu" Zian dengan tersenyum.
"(Cih bisa-bisanya dia menghindar,aku harus mencari kelemahan mereka berdua)"pikir Kenzo lalu pergi kebelakang.
Disisi lain Zaky dan Farel dihajar habis-habisan karena tidak bisa bertarung,mereka berdua babak belur dan sekarang Arga lah yang harus melindungi Himawari.
"Ini sungguh tidak menyenangkan"ucap Arga sambil memukul musuhnya.
'Brukkk'
"Akhhh,bedebah...."
Pukulan balok kayu yang mengenai kepala Arga hingga membuatnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.
"Arga!!"teriak Himawari.
__ADS_1
"Woii kalian"teriak Kenzo yang mengarahkan pisau keleher Himawari.
"Lepas payah"ucap Himawari yang terus berusaha melarikan,namun gerakan itu percuma karena Kenzo memegang erat-erat tangan Himawari.
"Hima.."ujar Danta dan Zian secara bersamaan lalu berjalan kearah Himawari, "lepaskan dia" bentak Danta dengan mengepalkan tangannya.
"Stop berhenti disana,kalau tidak gadis ini akan mati karena kehabisan darah dilehernya"ucap Kenzo dan tertawa.
"Akan kubunuh kau"jawab Zian dan mengancam Kenzo.
"(Eihh,aku harus bagaimana ini)" batin Himawari lalu dia melihat garpu disampingnya dan berusaha mengambilnya dengan perlahan.
"Jika kalian ingin aku melepaskan gadis ini berlututlah" ucap Kenzo dengan menyombongkan dirinya sendiri.
Danta dan Zian pun hendak berlutut demi menyelamatkan Himawari.
Himawari berhasil mengambil garpu lalu menusuk lutuk kenzo dengan sangat keras hingga berdarah "(rasakah)"
"Akhhhhhh"teriak Kenzo yang tanpa sadar menggores pipi kiri Himawari dan terjatuh.
Darah yang menetes dan mengalir dari lututnya membuatnya tidak bisa berdiri lagu, Himawari yang sadar telah menusuk kaki Kenzo seketika terjatuh dan melihat telapak tangannya yang penuh akan darah Kenzo.
"Gadis sialan"ujar Kenzo dengan memegang lututnya.
Himawari hanya termenung diam karena perbuatannya tadi,Zian dan Danta mendekat dan membaru Himawari berdiri.
"Tak apa tenanglah"ucap Danta dengan lembut, "lihat lah darah"jawab Himawari yang mencoba tersenyum dan memperlihatkan telapak tangannya ke Danta dan Zian.
"(Aku tidak tau kalau kau sangat takut dengan darah)"batin Zian lalu memeluk Himawari.
Himawari yang sadar akan pelukan Zian seketika menangis "tak apa menangislah"ucap danta dengan lembut dan menepuk-nepuk punggung Himawari.
"Kalian juga jangan hanya diam,tapi hajar mereka!!"perintah Kenzo untuk para anak buahnya,dan mereka hendak menyerang Himawari dan yang lainnya.
"Berhenti disana"teriak Dealova dengan terengah-engah karena habis berlari.
Kenzo dan yang lainnya pun menoleh kearah Dealova "(lova)"batin Himawari.
__ADS_1
"(Hima..)"batin Dealova yang melihat tangan Himawari berdarah "(Zaky)" sambung Dealova yang melihat Zaky babak belur.
"Pffhhhh hahahah"
Tawa dari Kenzo yang mencoba berdiri lalu menghampiri Dealova "hai gadis muda"ucap Kenzo yang berada didepan Dealova.
Dealova yang melihat Kenzo berada dihadapannya merasa geli dia menatap tajam kearah kenzo dan melihat kearah lutut.
Kenzo yang menyadari tatapan Dealova langsung mencabut garpu dikakinya dan membuangnya.
"Apa yang kau lakukan disini gadis muda"goda Kenzo yang hendak memegang pipi Dealova namun tangan Kenzo dipegang agar tidak menyentuh pipinya.
"Jangan sentuh"ucap Dealova dengan dingin dan tatapan sinis,lalu melepaskan tangan Kenzo.
"Cih,apa yang akan kau lakukan ha?,lihat teman-temanmu"jawab Kenzo dan tertawa "kami ber20 dan kamu sendiri"sambung Kenzo.
"Dengar aku tidak sendiri ada semua warga sekolah bersamaku" ujar Dealova dengan lantang, "apa kau bermimpi"ucap Kenzo dengan tertawa.
"Teman - teman!!!" seru Dealova.
Tak lama kemudian semua warga sekolah berkumpul dikantin,Himawari pun berjalan menghampiri Kenzo "pergilah dari sini,atau kau masih ingin bertarung"ucap Himawari dengan tersenyum.
Kenzo yang melihat itu seketika kaget "(a-apa?)"
"Bunuh saja dia"teriak salah satu murit, "ayo kita serang mereka"jawab murit lainnya dan mereka menyerbu gank blood namun dihentikan oleh Danta.
"Kalian tenanglah,kita beri pilihan untuk ketua gank ini"sindir Danta dengan tersenyum miring.
Kenzo yang tampak kebingungan untuk melawannya memutuskan untuk pergi "kita pergi dari sini",dan semua gank tersebut pergi.
Para warga sekolah juga bubar,lalu tiba-tiba Dealova memeluk Himawari "syukurlah kau tidak apa-apa".
"tenanglah aku baik-baik saja selama kau masih bersamaku"ucap Himawari dengan lembut lalu melepaskan pelukannya.
Arga,Farel,dan Zaky dibawa keuks dan Himawari masih berdiri disana "betapa menakutkannya tadi"ucap Himawari sambil melihat telapak tangannya.
"Kau hebat Hima"puji Danta yang menepuk bahu Himawari,Himawari pun tersenyum.
__ADS_1