
Halaman 5
"Loh Rangga kamu masih disini"Ucap Himawari sambil duduk dikursi perpustakaan,lalu meletakkan kedua tangannya diatas meja dan menekuk kedua tangannya kedepan.
"Eh kak Hima,iya nih lagi baca buku"Ucap Rangga lalu membalik halaman.
"Emm baiklah kalau begitu,saya cari buku dulu ya"Ucap Himawari beranjak dari tempat duduknya lalu pergi kerak buku.
"Baik kak Hima"Jawab Rangga.
"Eih,bukunya tinggi"Ucap Himawari sambil mendongakkan kepalamya keatas,lalu jinjin,tiba-tiba satu buku hampir jatuh.
Himawari pun menunduk untuk melindungi kepalanya,namun buku itu tidak jadi terjatuh karena seorang anak laki-laki memengang buku tersebut.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya anak laki-laki itu,"tidak apa,oh ternyata kamu,ternyata kamu tinggi juga ya"Ucap Himawari sambil mendongakkan kepalanya keatas,anak laki-laki meletakkan bukunya dimeja.
"Eh terimakasih atas pujiannya dan apa kamu tidak apa-apa Hima?"Tanya anak laki-laki itu.
"Tidak apa-apa Zian terimakasih ya and apa yang kamu lakukan disini?"Tanya Himawari sambil duduk dikursi.
Zian juga duduk kursi disamping Himawari"eh itu,aku sedang mencari buku".
__ADS_1
"Buku apa Zian?"Tanya Himawari,Zian langsung mengganti topik pembicaraan,karena dia sedang mencari buku yang sangat rahasia.
"Eh Hima kamu kok belum pulang?".
"Lagi nungguin kakak nih"Ucap Himawari,lalu mereka bercerita dan tertawa bersama sampai 1 jam kemudian.
Himawari melihat jam ditangannya lalu berdiri"eh Zian,aku kayaknya harus pulang",Zian pun ikut berdiri.
Himawari mengambil permen berbentuk bunga matahari dari dalam tasnya laluemberikan keZian.
Zian pun kaget,dan tersenyum menerima permen mungil dari tas Himawari.
"Ingat Zian,kamu jangan sedih,saat kamu sedih permen itu membantu kamu untuk tersenyum lagi,dadah"Ucap Himawari sambil melambaikan tangannya dan berjalan keluar.
...**...
Karena hari ini hari minggu Himawari memutuskan untuk berdiam diri dikamar dan tiduran ditempat tidur sampai pukul 10.00,tiba-tiba ada telfon berbunyi.
Himawari pun mengangkat terlfon tersebut.
"Hai Arga ada apa?"Tanya Himawari, "heh pasti kamu sedang tiduran dikasur seperti biasanya" Jawab Arga dari telfon.
__ADS_1
"Eih memang kenapa,aku lagi sedang ingin bermalas-malasan dikasur" Ucap Himawari,namun tidak ada jawaban,tiba-tiba ibu mengetuk pintu kamar" Hima ada Arga didepan,cepat bersiap dan keluarlah".
Himawari kaget"B-bagaimana bisa kan tadi baru telfon","sudah bersiap-siaplah"Jawab ibu dari luar kamar lalu pergi,Himawari pun bersiap-siap memakai tas bergambarkan bunga matahari,lalu pergi keruang tamu.
"Arga,cepat sekali kamu datang"Ucap Himawari yang menghampiri Arga,Arga pun langsung berdiri dan pamitan kepada orang tua Himawari lalu menarik tangan Himawari memakaikankannya helm,dan langsung menyalakan mesinnya tanpa menjelaskan apa yang terjadi.
"Arga kamu kenapa?"Ucap Himawari,lalu Arga pun menepi dan mematikan motornya,lalu dia turun dan memeluk Himawari yang masih diatas motor,Himawari pun menerima pelukan dari Arga menepuk-nepuk pundak Arga.
"Tenanglah Arga,Hima ada disini,saat Hima disini kamu jangan bersedih ya (tidak seperti Arga yang biasanya mengapa dia tampak begitu sedih)"Ucap Himawari lalu dia mengambil permen dari tasnya melepaskan pelukannya dan memberikan permennya.
Arga hanya diam terpaku,tanpa segan-segan Himawari mengupas bungkus permen dan langsung menyuapi Arga dengan permennya"setelah memakan ini kamu akan menjadi tenang,"(permen bunga matahari seperti biasanya)"gumam Arga lalu dia pun tersenyum
"Nah gitu dong senyum"Ucap Himawari dengan tersenyum sampai memperlihatkan gigi gingsulnya dan lesung pipinya,Arga pun kembali menaiki motor menyalakan mesih dan kembali jalan.
"(Sejujurnya saat melihat kamu bersedih seperti tadi rasanya hatiku begitu sakit,aku tak tahu apa artinya ini,tapi aku akan selalu ada di saat kamu dalam keadaan yang sulit)"gumam Himawari dan memeluk erah pinggang Arga.
Arga pun berhenti ditaman hiburan,mereka turun dari motor melepas helm dan berjalan-jalan,disepanjang jalan Arga menggenggam erat tangan Himawari.
"Bicaralah Arga mengapa kamu hanya dia" gerutu Himawati sambil menggembungkan pipinya.
Arga pun merasa gemas lalu mencubit kedua pipinya sambil tertawa"lihatlah ada ikan buntal disini"ejek Arga,"eih kamu mah gitu,suka ejek-ejek orang"gerutu Himawari sambil memukul pelan tangan Arga.
__ADS_1
Lalu Arga mengusap-usap kepala Himawari"tidak Hima,aku hanya bercanda,eh mau belu gula kapas?"Ucap Arga,"ayo kita berangkat"Jawab Himawari dengan sangat dan mereka pergi ketempat penjual permen kapas,sesampai di tempat sipenjual.