Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 53.S2


__ADS_3

"Yeee,campee" Seru Ichiro dengan semangat.


Sesampai ditaman ria Himawari turun terlebih dahulu melepaskan helm lalu membayar tiket masuk,sedangkan Zian dan Ichiro menunggu didepan pintu masuk.


Tak butuh waktu lama untuk Himawari membayarnya dia kembali dan menghampiri Ichiro dan Zian yang menunggunya.


"Ayo kita macukk" Seru Ichiro lalu mengandeng tangan Himawari dan Zian dengan kedua tangannya lalu mereka bertiga masuk kedalam area taman ria.


Disepanjang jalan para orang yang ada diarea taman ria bergosip tentang Zian,Himawari dan Ichiro.


"Lihatlah mereka serasi ya,bahkan juga punya anak tampan."


"Ya kau benar,pasti mereka keluarga yang bahagia."


Mendengar hal tersebut Zian seketika tersenyum sambil memandangi Himawari "(pasti jika kami bersama pasti akan sangat menyenangkan)"Batin Zian.


Himawari yang melihat Zian tersenyum padanya merasa aneh "(sepertinya otaknya sedang bermasalah)" Batin Himawari.


"Bubun,om" Panggil Ichiro sambil melihat kearah Zian dan Himawari.


"Iya Ichi" Jawab Zian dan Himawari secara bersamaan,menyadari hal itu mereka saling menatap dan kembali fokus ke Ichiro.


"Ichi pingin makan es krimm stlobeli" Ucap Ichiro dengan lembut.


"Oh kalau begitu Ichi sama bubun tunggu dikursi dulu ya biar om yang beli" Jawab Zian dengan tersenyum.


"Tidak perlu,aku yang akan beli,kau temani Ichiro" Jawab Judes Himawari.


"Tidak apa,biar aku yang beli" Balas Zian lalu melepaskan gandengannya "om tinggal dulu ya jaga bubun ya" Sambung Zian dengan membungkukan badannya dan mengusap pipi Ichiro.


"Pasti om,tenang caja" Ucap Ichiro dengan tersenyum.


Zian yang mendengar hal tersebut seketika tersenyum "baiklah kalau begitu om pergi dulu ya" Jawab Zian yang berdiri melambaikkan tangganya dan berjalan pergi.


Himawari menundukkan badannya lalu tersenyum pada Ichiro " ayo duduk disana" Ucap Himawari sambil menunjuk kearah kursi taman.


Himawari melihat ada tiga pria tidak dikenal menghampiri mereka,disisi lain Zian juga masih belum kembali,akhirnya Himawari menyibukkan diri dengan bermain bersama Ichiro.

__ADS_1


"Haii cantik"Ucap pria berbaju Hitam yang berdiri disamping Ichiro.


"Wah sendirian aja nih" Sahut pria berbaju Biru tua yang berdiri didepan Himawari.


Namun Himawari mengabaikkannya "ayo Ichi kita pergi" Ucap Himawari lalu melihat kearah Ichiro dan berdiri.


"Ayooo" Balas Ichiro lalu berdiri dan menggandeng tangan Himawari.


Saat hendak berjalan lengan Himawari ditarik oleh pria berbaju Hitam "eits,cepet amat,mau kemana sih" Ucap pria tersebut dengan tersenyum miring.


Himawari menatap tajam pria tersebut "lepas atau kubunuh kau"Ucap Himawari dengan nada mengancam.


"Santai saja gadis muda"Balas Pria tersebut sambil mengusap pipi Himawari.


Dari kejauhan Zian melihat melihat Himawari diganggu oleh tiga orang tidak dikenal,dia pun berlari sambil melepas kacamatanya dan menghajar pria berbaju Hitam sampai terjatuh.


"Aku pastikah akan membunuhmu" Ucap Zian sambil tersenyum menyeringai dan memegang kerah bajunya


"(Zian...,dia tetap sama seperti dulu)"Batin Himawari lalu memeluk Ichiro agar tidak melihat tindakan Zian.


Zian memukul kepala pria berbaju Hitam dengan sangat keras hingga pingsan.


'Bukk'


Suara pukulan balok kayu yang mengenai punggung Zian,Zian pun menjadi semakin liar dia pun menghajar kedua pria tersebut sampai tepar.


Disisi lain pria berbaju hitam tiba-tiba sadar dan menarik Ichiro dari pelukan Himawari "kau ingin membunuhku bukan" Sindir pria tersebut sambil mengarahkan pisau keleher Ichiro.


Himawari melihat Ichiro yang ketakutan "bun.." Ucap Ichro dengan memgeluarkan airmata.


Himawari menatap tajam pria tersebut "bunuhlah aku" Ujar pria tersebut.


'Dorrr'


Suara tembakan yang keras dari Himawari yang melesatkan peluru kekepala pria tersebut,Zian yang melihat Himawari tampak begitu terkejut begitu pula dengan Ichiro.


Pria yang ditembaknya pun terjatuh dan mengeluarkan banyak darah,Zian langsung menarik Ichiro dan memeluknya.

__ADS_1


Himawari menghampiri pria yang dia tembak "bukankah aku sudah bilang,aku akan membunuhmu" Ujar Himawari dengan tatapan tajam.


Pria tersebut menatap Himawari dengan ketakutan lalu mati dengan mata terbuka,Himawari pun berlutut dibelakang Ichiro,Ichiro pun memutar badannya "ingat,tidak ada yang bisa menyakitimu" Ucap Himawari sambil tersenyum.


"Terimakasih bun,Ichi tau Bubun orang yang baik"Balas Ichiro dan orang diarea taman ria yang melihat kejadian itu menjadi takut dan pura-pura tidak melihatnya.


Zian mengeluarkan ponsel dari sakunya lalu menelefon anak buahnya "taman ria."


"Baik,ditunggu saja tuan" Balas anak buah Zian dari telfon,lalu Zian mematikan telfon.


Untuk mencairkan suasana Zian berinisiatif untuk mengajak Ichiro dan Himawari ketoko eskrim yang terkenal dikota.


"Bagaimana kalau kita pergi ketoko eskrim" Ucap Zian sambil menundukan badannya kearah Ichiro.


"Wah cepeltina celu" Seru Ichiro dengan semangat.


"Baiklah sudah diputuskan" Ucap Zian yang berdiri lalu memasang kacamatanya.


Ichiro pun mulai menggandeng tangan Zian dan Himawari lalu pergi kearah motor dan berangkat ketoko eskrim.


"Selamat datang" sapa pelayan toko lalu mempersilahkan duduk.


Mereka bertiga pun duduk dekat dengan jendela,pelayan datang lalu memberikan buku menu "silahkan anda mau pesan apa" Ucapnya dengan ramah.


"Ichi mau eskrim stlobeli,bubun juga sama?" Tanya Ichiro dengan polos.


"Iya,sama dengan Ichiro"Balas Himawari sambil tersenyum dan mengelus kepala Ichiro.


"Oke eskrim stroberi tiga" Ucap Zian sambil memberikan bukumenunya.


"Baik ditunggu ya" Jawab pelayan lalu pergi.


"Bun Ichiro bermain disana dulu ya" Ucap Ichiro sambil menunjuk kearah area bermain.


"Iya hati-hati ya,kalau ada apa-apa teriak ya"Ucap Himawari dengan lembut.


"Siap bun" Balas Ichiro lalu berlari dan bermain.

__ADS_1


__ADS_2