
Tak butuh lama untuk sampai di VSA setelah sampai Himawari keluar dari mobil,berterimakasih kepada Axell yang masih didalam,lalu Axell pun pergi setelah Axell pergi Himawari berjalan kedalam gerbang kampus.
Dari parkiran Zian melihat Himawari yang telah keluar dari mobil seseorang pria,Zian pun berlari untuk menyusul Himawari.
"Hima" panggil Zian dengan berlari.
Mendengar suara yang tidak asing baginya,Himawari pun mulai berjalan dengan cepat,namun lantai licin membuatnya hendak terjatuh dan dia menutup matanya, namun siapa sangka Zian berlari dengan sangat cepat dan menangkap tubuh Himawari yang hendak terjatuh.
Saat Himawari membuka matanya dia melihat mata Zian dengan lekat-lekat,dan tidak disadari jantung Himawari berdetak sangat cepat dan disaat itu pula dia teringat kejadian yang menimpa orangtuanya 5 tahun silam.
Himawari pun berdiri dan mendorong Zian "kau tidak apa-apa Hima?" tanya Zian yang tampak khawatir.
Namun Himawari tidak memberi jawaban dan meninggalkan tetapi Zian menarik tangan Himawari "siapa yang bersamamu tadi?" tanya Zian dengan nada cemburu.
Himawari pun berhenti lalu menoleh kebelakang lalu melihat tangannya yang dipegang oleh Zian lalu melepaskannya "itu bukan urusanmu" ucap Himawari dengan dingin lalu meninggalkan Zian.
Zian yang mendengar ucapan Himawari mencoba untuk tegar "(ini salahku,ini dosaku jadi aku harus menanggungnya)" pikir Zian yang melihat Himawari berjalan menjauhinya.
Disisi lain Himawari mencoba untuk tidak menitihkan Airmata,lalu dia pergi ketoilet dan berdiri didepan wastafel "(harusnya aku membencinya)" batin Himawari sambil melihat pantulan dirinya sendiri dari kaca.
Lalu dia melihat tangannya yang telah dipegang Zian dia membuka kran wasftafel dan mencuci pergelangan tangannya "(aku harus mencucinya)" bantin Himawari dan mencuci tangannya sampai membuat kulisnya sedikit terkelupas.
Setelah merasa cukup Himawari mematikan kran air,lalu pergi dari toilet tersebut dan pergi kekelas vokal.
"Hima.." panggil Dealova dari tempat duduknya.
Himawari hendak menghampiri Dealova tetapi dia teringat dengan luka ditanganya,Himawari pun berjalan kearah Dealova dan duduk didepannya.
"Kau tau Hima,Zian ternyata sudah menjadi dokter" seru Dealova dengan semangat.
"Benarkah?,cepat sekali" ucap Himawari yang terkejut mendengar berita dari Dealova.
"Ya,dia disini hanya melakukan praktek saja dan dia lulus dalam prakteknya" jawab Dealova.
"Lalu mengapa dia masih berkeliaran disini?" tanya Himawari.
__ADS_1
"Entahlah,kudengar juga nanti akan ada pemilihan grub girl/boy band" jawab Dealova.
"Wah hebat,tapi mengapa cepat sekali?" tanya Himawari.
"Tidak,kan satu tahun lagi kita lulus dan resmi menjadi girlband" jawab Dealova.
"Woo iya kau benar" jawab Singkat Himawari.
Beberapa menit setelah itu guru pembimbing masuk kekelas dan membagi kelompok girlband beserta posisinya.
Betapa bahagianya Dealova setelah mengetahui bahwa dia satu tim dengan Himawari lalu ditambah dengan Azura,Yuki dan Emma.
Mereka berlima pun berkumpul ditempat duduk Himawari "baik kita harus memilih leader dahulu" ucap Yuli dengan tersenyum.
"Bagaimana kalau yang jadi leader Hima" seru Azura.
"T-tidak aku lelah dengan posisi ketua" ucap Himawari yang mencoba melebarkan senyumannya.
"Yang pantas sebagai leader hanya kau Hima" ujar Dealova dan menepuk pundak Himawari.
"Nah iya betul itu" sahut Emma.
"Apa kau mencari Zian?, dia sekarang bukan murit lagi sekolah mengangkatnya sebagai kepala uks untuk sementara" ucap Dealova yang peka kepada Himawari.
"Aku tidak mencarinya" jawab Himawari dengan percaya diri.
"(Hilih,padahal jelas-jelas dia mencarinya)" batin Dealova dengan tersenyum kecil.
"Baiklah bapak sudah membagi tim,untuk minggu depan kalian akan lebih difokuskan untuk latihan menjadi girl/boy band yang sesungguhnya,sekian untuk kelas hari ini" ucap Dosen lalu meninggalkan kelas.
"Wah tidak terasa kelas hari ini sangat singkat" ucap Dealova lalu mengambil tas dan berjalan keluar dari kelas,disusul oleh Himawari dan mereka berjalan bersama.
"Ya kau benar" jawab singkat Himawari,lalu menyibakan rambutnya dan tidak sengaja memperlihatkan lukanya.
Melihat tangan Himawari yang terluka Dealova langsung memegang tangannya "kenapa tanganmu selalu terluka" ujar Dealova dengan khawatir.
__ADS_1
"Eh ini,biasa tadi terasa gatal" ucap Himawari dengan menggaruk kepalanya walau tidak gatal.
"Hilih,ayo kita keuks" ujar Dealova yang langsung membawa Himawari keuks.
Tak lama kemudia Dealova masuk keruang uks.
"Zian cepat obati luka tem" belum selesai Dealova berbicara dia tidak menemukan Zian berada dalam uks "cih kemana anak itu"gerutu Dealova.
Melihat situasi yang menguntungkan bagi Himawari,dia pun membuat alasan kepada Dealova "lihatlah,dia tidak disini dan aku harus pergi" ucap Himawari sambil melepaskan tanganya dari tangan Dealova.
"Ya kau benar,ayo kita pulang" jawab Dealova dan mereka pulang.
Sesampai didepan parkiran Dealova bertanya pada Himawari "mau pulang bersama?."
"Tidak aku ingin naik bus" kata Himawari sambil tersenyum "aku pulang dulu da" sambungnya lalu melambaikan tangan dan berjalan keluar gerbang.
"Anak itu aneh sekali" batin Dealova.
Disisi lain Himawati yang hendak pergi kehalte mendengar seorang anak kecil yang memanggil namanya dari seberang jalan.
"Bubun.."
Himawari pun berhenti lalu mencari asal suara itu lalu dia melihat Ichiro yang sedang melambaikan tangannya,Himawari membalas lambaian tangan Ichiro.
Lalu dia pergi kepersimpangan lampu lalulintas,dia melihat lampu sudah berwana merah dan dia menyebrang jalan.
Namun dari dalam mobil yang berhenti tepat didepan jalan yang dilewati Himawari terlihat seorang pria yang mengenal Himawari "(bukankah itu Hima)" pikir pria tersebut dengan melihat Himawari berjalan melewati mobilnya.
"Wah Ichi sudah pulang" seru Himawari sambil menggendong Ichiro.
"Ya katanya dia rindu denganmu" ujar Janu yang keluar dari mobil dan menghampiri Himawari.
"Benarkah itu Ichi?" tanya Himawari dengan melihat wajah lucu Ichiro.
"Iya bun,benel itu,Ichi lindu dengan bubun" jawab Ichiro sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"(Apakah itu anak Hima,bagaimana secepat itu)" batin pria yang berada didalam mobil dan melihat Himawari lekat-lekat.Lampu warna hijau sudah terlihat,mobil yang dikendarai oleh pria itu mulai berjalan menjauhi Himawari.
"Sudah ayo pulang" ucap Janu yang masuk berjalan masuk kemobil,disusul Ichiro dan Himawari dari belakang lalu masuk kemobil.