
Beberapa menit kemudian Zian keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan memakai kaos dia menghampiri Himawari.
"Sekali lagi terimakasih Hima" ucap Zian yang baru keluar dari kamar mandi.
"Ya"jawab Himawari lalu menoleh kearah Zian,dalam beberapa detik Himawari tidak berkedip sama sekali karena melihat tubuh Zian yang begitu proposional saat memakai kaos.
"Apakah bajunya tidak cocok?" tanya Zian dengan penasaran.
"Tidak,tunggulah diluar"ucap Himawari yang sadar dari lamunannya "(apa yang aku pikirkan tadi)"pikir Himawari.
Himawari membawa dua cangkir coklat hangat lalu menaruh diatas meja "minumlah" ucap Himawari dengan dingin.
Zian yang duduk didepan Himawari cukup senang karena Himawari sudah perhatian dengannya.
"Hmmm,hangat Hima"ucap Zian yang sangat menikmati coklat panas buatan Himawari,namun Himawari hanya diam tidak memberikan respon apapun.
"Hima aku ingin juju,sebenarnya aku membunuh orangtuamu bukan tanpa sebab,aku melakukan itu demi melindungi oba dan keluarganya,aku diancam apabila tidak membunuh orangtuamu,keluarga oba akan dibantai"ucap Zian dengan nada sedih.
Mendengar hal tersebut seketika Himawari teringat akan oba,pembantu tua yang tinggal bersama Zian "aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan jadi tolong maafkan aku Hima"ucap Zian.
"(Pasti berada diposisinya sangat berat dimana harus memilih keluarga atau orangtua orang yang dia suka)"batin Himawari dan tidak sengaja menumpahkan sedikit coklat panas dijarinya.
"Auh"jerit kecil Himawari.
Zian yang melihat jari Himawari terkena coklat panas sontak meraihnya dengan lembut "biar aku lihat" ucap Zian dengan lembut.
"Tak apa nanti akan sembuh dengan sendirinya"jawab Himawari dengan menarik kasar tangannya.
"Aku tahu nanti akan sembuh tapi jika tidak diobati akan lebih lama sembuhnya" balas Zian lalu melihat tangan Himawari,lalu mengambil salep dan plester dari saku celanannya "seperti hati,jika hati sakit harus segera diobati agar cepat sembuh " sambung Zian dengan memberi salep ditangan Himawari lalu membalut lukanya dengan plester.
__ADS_1
'Deg..deg..deg'
Seketika jantung Himawari berdetak kencang "(apa yang sebenarnya terjdi)"pikir Himawari.
"Jika kau masih terperangkap dalam masalalu maka hatimu tidak akan sembuh,bagaimna cara menyembuhkannya? Yaitu dengan melupakan masalalu dan membuka lebaran kehidupan yang bari,selesai" ucap Zian dengan lembut lalu tersenyum kearah Himawari.
Tanpa Himawari sadari dia juga tersenyum.
'Jjuueederrrr'
Terdengar suara petir yang sangat keras Himawari pun reflek memeluk Zian,Zian yang merasa dipeluk oleh Himawari seketika tersenyum "tak apa,aku ada disini,aku akan melindungimu" ucap Zian dengan lembut dan menepuk pelan punggung Himawari.
Kali ini Himawari larut dengan dekapan pelukan Zian yang hangat "(nyaman)"batin Himawari.
Pukul 20.00
Hujan telah reda dan saatnya Himawari menutup tokonya,setelah dia menutup toko pergi untuk mengambil sepeda miliknya dan pulang namun sebelum itu terjadi Zian memberi kalung berbentu bunga matahari keHimawari lalu memasangnya.
"Ya,sangat indah"balas Himawari lalu mereka pulang kerumah masing-masing.
...**...
Keesokan harinya saat Himawari hendak menjempuk Ichiro yang pulang sekolah dari seberang jalan Himawari melihat Zian dan Ichiro sedang bermain ditaman,Himawari pun menghampiri mereka lalu duduk ditaman "(bahagianya Ichi saat dengan Zian)"batin Himawari dengan tersenyum.
Melihat Himawari yang sedang duduk ditaman Zian pun menghampirinya lalu duduk disamping Himawari "sangat menyenangkan rasanya bisa bermain dengannya"ucap Zian dengan tersemyum kearah Ichiro.
"Ya kau benar,apa kamu tidak keuks VSA?"tanya Himawari dengan ramah.
"(Sejak kejadian kemarin Hima menjadi lebih ramah) oh ya aku lupa memberi tahumu kalau sekarang aku sudah diterima kerja disalah satu rumah sakit yang bekerja sama dengan kantor Danta" jawab Zian dengan sangat senang.
__ADS_1
"Oh benarkah itu,berarti nanti kau akan sibuk" balas Himawari dengan menatap Zian.
"Tidak juga,buktinya aku masih bisa bermain dengan Ichi" ucap Zian dengan ramah.
Himawari pun menyenderkan kepalanya kepundak Zian "aku sangat merindukanmu" jawab Himawari dengan lembut.
Mendengar hal tersebut Zian menjadi senang lalu menggengam erat tangan Himawari.
"Bubun,om cian apa yang cedang kalian lakukan?"tanya Ichiro dengan polos dan menghampiri mereka berdua.
Sontak Himawari mendorong Zian dengan sangat keras hingga terjatuh "kami hanya bermain" ucap Himawari yang mencoba tenang.
"Hima,apa kau melupakanku" jawab Zian yang bangun dan membersihkan bajunya.
"Maaf Zian" balas Himawari lalu membatu Zian membersihkan badannya,dan saat membersihkan perut Zian menarik tangan Himawari hingga wajah mereka dekat "suatu hari aku akan menikahimu" ucap Zian dengan suara kecil.
Himawari yang mendengar ucapan Zian seketika mendorong pelan tubuh Zian,tak lama setelah itu Janu datang untuk menjemput Ichiro.
"Bukankah kau adiknya Danta?"tanya Janu yang baru datang.
"Iya" jawab Zian dengan lembut.
"Terimakasih telah membatu menjaga Ichiro"ucap Janu.
Lalu setelah itu Janu mengajak Ichiro pulang "oke lah tugas selesai saatnya kelas" seru Himawari sambil melihat jam ditangannya.
"Mau aku antar?" tanya Zian dengan ramah.
"Tidak aku bisa naik bus."
__ADS_1
"Ayo lah Hima" timpal Zian yang langsung menarik tangan Himawari lalu membukakkan pintu mobil "masuklah" sambung Zian.
"Baiklah Zian" jawab Himawari lalu duduk didalam mobil,disusul oleh Zian lalu mereka berangkat bersama.