
'Ting tung'
Terdengar suara bell pintu dari luar apartemen, Himawari pun terbangun dari tidurnya lalu meraih ponsel yang ada diatas mejanya "hmm ini masih pukul 01.50,siapa yang bertamu sepagi ini" gerutu Himawari dengan marah.
Dia memakai sweter lalu melangkahkan kakinya kedepan pintu lalu melihat siapa yang bertamu diapartemennya lewat lubang dipintu dan betapa terkejutnya Himawari saat melihat "Zian" ucapnya lalu membuka pintu.
Zian yang berdiri diluar apartemen dengan baju yang masih basah langsung memeluk Himawari "Hima" ucapnya.
Himawari langsung melepaskan pelukan dari Zian lalu memegang kedua lengannya "kenapa kau bisa tahu apartemenku dan untuk apa kau kesini sepagi ini" ujar Himawari.
Tiba-tiba Zian langsung pingsan didepan pintu "apa yang terjadi denganku" ucap Himawari yang shook lalu menampak dengan pelan pipi Zian,Zian pun tersadar lalu Himawari membantu Zian berdiri memapahnya menutup pintu lalu membawa kekamarnya.
Sesampai dikamar Zian langsung pingsan "(untuk apa dia kesini)" batin Himawari, saat hendak keluar kamar dia melihat bercak darah berceceran dilantainya lalu dia mengikuti bercak tersebut dan ternyata perut Zian terluka.
Himawari langsung mengambil kotak P3K dan meletakkannya diatas meja "bagaimana bisa separah ini" ucap Himawari yang shook.
Lalu dia melepaskan jas dan baju Zian lalu melihat luka tusukan diperut Zian "(aku harus segera mengobatinya)" batinnya dengan mengambil kapas dan obat merah, lalu dia teringat akan masalalunya saat Zian membunuh orangtuanya tepat didepan matanya.
__ADS_1
"Tidak, tidak mungkin aku menolongnya" ucap Himawari dengan meletakkan kapas dan obat merah diatas meja, tetapi dia melihat Zian yang sedang kesakitan dia mengalahkan kebenciannya dan mengobati luka Zian.
1 jam kemudian.
"Huff akhirnya selesai juga" ucap Himawari dengan mengusap keringat didahinya, lalu dia mengambil air hangat memasukkannya di baskom lalu membawanya kekamar,tak lupa dia juga mengambil kain untuk membersihkan badan Zian.
"(Jika tidak diganti dia juga akan masuk angin)" batin Himawari lalu dia naik keatas ranjang melepas kacamata dan meletakkannya diatas meja lalu membuat Zian duduk dan meletakkan kepala Zian kebahu Himawari.
Setelah itu dia memasukkan kain kedalam air lalu mengusap punggung Zian, tidak sengaja dia melihat beberapa luka ditubuh Zian "(pasti sakit)" batin Himawari, setelah semuanya selesai Himawari memakaikan kaos dan menidukkannya tak lupa dia juga menyelimuti tubuh Zian.
"Tidurlah" ucap Himawari dengan mengelus kepala Zian yang sedang tertidur.
Keesokan harinya..
Zian mulai terbangun dari tidurnya sedikit demi sedikit dia membuka matanya dan melihat sekitar ruangan yang dia tempati "(ini dimana)" batinnya lalu mencoba mengingat kejadian yang terjadi semalam namun pikiran Zian masih kacau.
Saat hendak bangun Zian merasa kesakitan namun menahannya lalu dia luka diperutnya dan menemukam bahwa perutnya sudah dijahit.
__ADS_1
Lalu dia melihat Himawari yang sedang tertidur dikursi dan meletakkan kepalanya diatas ranjang "(dia tertidur)" batin Zian dengan tersenyum, dia hendak mengusap kepala Himawari namun Himawari sedikit terbangun.
Zian mengurungkan niatnya lalu pura-pura tidur, Himawari yang terbangun melihat Zian masih tertidur langsung berdiri lalu melihat luka diperut Zian "syukurlah lukanya sudah tertutup" ucap Himawari dengan suara serak.
Setelah itu dia keluar dari kamar.Zian menyipitkan matanya untuk melihat Himawari sudah keluar dari kamat atau belum dan ternyata Himawari keluar dari kamar dia langsung membuka lebar matanya.
"(Kenapa aku bisa kesini)" pikir Zian lalu dia mengikat kejadian kemarin malam.
Flashback on
"Jangan lari kau bedebah!" Ujar seorang pria yang berlari dari belakang.
"Sial kenapa bisa ada mereka, tidak mungkin aku melawan mereka, apalagi luka diperut ini semakin membesar" ucap Zian yang berlari dengan memegang perutnya yang terluka.
Saat dijalan dia melihat bunga matahari didepan apertemen "bunga matahari? Sebaiknya aku meminta bantuan padanya" ucap Zian lalu memencet bell.
Dan saat itu lah Himawari membuka pintu apartemen "(Himawari, syukurlah ini ternyata apatemenmu)" batin Zian dan perlahan kesadarannya menghilang.
__ADS_1
Flashback off
"Berani-beraninya menyerah saat aku lengah,ini tidak bisa dibiarkan" gerutu Zian dengan tatapan tajam.