
Zian pun berbisik ditelinga preman itu "ingat jangan pernah ganggu Hima,jika kau mendengar nama Zian berlarilah"ucap Zian sambil tersenyum menyeringai hingga terlihat gigi taringnya.
Lalu Zian melepaskan tangannya,para preman yang lainnya pun ikut menyerang Zian,mereka saling berkelahi dikantin.
Himawari pun kaget karena Zian berkelahi dengan menggu akan gerakan yang belum pernah dia lihat"(Z-zian,dia bukan Zian yang aku kenal,saat melepas kacamatanya dia menjadi orang yang sangat berbeda)"gumam Himawari dan para preman dilumpuhkan oleh Zian.
Dimengambil kacamatanya dan memakainya serta merapihkan lengan bajunya lalu mereka dipergi keruang kesiswaan.
Zian dan Himawari pun duduk ditaman sekolah,Himawari mengambil plester dari sakunya lalu menutupi luka Zian dikening dengan plester"lain kali jangan seperti itu Zian".
"M-maaf Hima,aku hanya tidak terima kalau kamu disakiti oleh mereka"jawab Zian sambil menundukkan kepalanya.
"(Nah lihat ini kekuatan apa yang ada dikacamanya)tak apa oh iya apa yang kamu bisikan kepada para preman itu?"tanya Himawari sambil tersenyum.
Zian pun mengangkat keoalanya dan melihat Himawari tersenyum DEG,tiba-tiba jatung Zian berdebar kencang.
__ADS_1
"Hei kamu lihat apa Zian?"tanya Himawari,Zian pun tersadar dari lamunannya"t-tidak,ayo kekelas kita sudah terlambat".
Himawari pun melihat jam ditangannya lalu kaget "oh iya kamu benar Zian ayo kekelas"ucap Himawari,dia pun berdiri dan menarik tangan Zian dan berlari kekelas,"(tangan Hima lembut)"guman Zian dengan melihat tangannya.
...**...
Jam pulang pun datang,Himawari hendakk pulang namun"Hima tunggu"suara Arga dari dalam kelas yang memanggil Himawari didepan loker kelas.
Lalu Arga menghampiri Himawari "kenapa kamu terus menghindar Hima".
"Tidak,aku tidak menghindar hanya saja,(tidak aku tidak boleh bilang kalau aku menyukai Arga)"balas Himawari,"hanya gimana Hima jelaskan"ucap Arga.
Arga pun melepas tangannya"tunggu Hima jangan pergi dulu"sahut Arga,"kenalin aku Silvia dari kelas 3C,ya walaupun aku gak sekelas dengan kamu dikelas 3A,tapi kelas kita berdekatan"ucap Silvian dengan tersenyum dan mengarahkan tanganya kedepan Himawari untuk berjabat tangan.
Himawari pun tersenyum lalu menerima jabat tangan dari Silvia"tenanglah Silvia Arga milikmu,aku tidak akan mengambilnya".
__ADS_1
Silvia melepaskan tangannya"ya baguslah itu",Himawari pun tersenyum lalu pergi,"tunggu Hima"ucap Arga yang memegang tangan Hima namun Himawari melepaskan dengan perlahan dan pergi.
"(Padahal aku ingin mengungkapkan perasaanku padamu)semua ini gara-gara kau"ucap Arga dengan nada tinggi dan pergi,Silvia hanya tersenyum miring"(dengar Arga kamu itu hanya milik Silvia)"gumam Silvia.
Himawari pun mulai berjalan dengan menunduk dan menitihkan airmata,tiba-tiba dia menabrak seseorang,tanpa melihat keatas Himawari langsung membungkukkan badannya"m-maaf aku tidak sengaja".
orang itu meraih tangan Himawari lalu memberinya kain kecil untuk mengusap airmatanya"jangan menangis saat didepanku"ucapnya,lalu pergi melewati Himawari yang masih membungkukkan badannya.
Himawari pun menegakkan lagi badannya hendak berterimakasih namun orang itu pergi,dia melihat kain tersebut lalu terdapat huruf H yabg terbordir sangat indak dipojok kain tersebut"(H?,apakan dia orang yang sama)tanya pada dirinya sendiri.
Himawari pun mengusap air matanya lalu melanjutkan jalannya.
Himawari sampai dihalte bus,lalu menaiki bus disana,dia lalu mencari kursi kosong dan duduk,Himawari menutup matanya dan menyenderkan kepalanya kekaca lalu dimengingat-ngingat hal yang terjadi dengannya tadi siang.
"Bukankah manusia memiliki keunikan dan hal yang menarik yang belum kita lihat"ucap seorang nenek yang duduk disebelah Himawari lalu meletakkan satu bungan dipangkuan Himawari,Himawari pun mulai membuka matanya,dan melihat bunga matahari yang indah,lalu dia melihat nenek tersebut.
__ADS_1
Nenek tersebut pun tersenyum"dengar anak muda jangan pernah samakan manusia didunia ini mereka berbeda,jika kamu putus asa akan ada seseorang disekelilingmu yang ada untukmu,dan apabila ada satu manusia yang membuatmu sakit akan ada satu manusia yang akan mengobati lukamu"ucap nenek itu,lalu dia berdiri dan turun dihalte bus.
"(Benar apa yang nenek itu katakan tapi kenapa dia bisa tahu?)"gumam hima lalu dia melihat bunga matahari itu lalu membawanya pulang,dan saat Himawari pulang dia melihat.