
Himawari pun berbaring dikasur dan mengingat-ngingat apa yang terjadi dengannya tadi sore "Seharusnya aku tidak perlu memangiskan?,tapi mengapa?,why?,lalu siapa pria yang memberikan aku payung".
Tiba-tiba Kara masuk kekamar Himawari dan duduk dipinggir kasur "kak kan sudah Hima bilang ketuk dulu pintunya kara sekarang udah 18 tahun bukan gadis berumur 6 tahun" ucap Himawari sambil memanyunkan mulutnya.
"Kakak dengan kamu berbicara sendiri jadinya kakak masuk kakak kira kamu ganguan mental" ejek Kara, "ih kok gitu sih"jawab Himawari sambil memukulkan boneka berbentuk bunga matahari ketangan Kara.
Kara pun tertawa namun dia melihat kearah mata Himawari yang sembab lalu memegang kedua pipi Himawari"kamu habis nangis?" tanya Kara.
"Ah ini t-tidak kak"jawab Himawari dengan gugup,"kamu berbohong pasti kamu habis nangis"jawab Kara,"tidak kak,tadi kan hujan mata Hima kemasukan air jadinya bengkak"balas Himawari.
"(Pasti ada yang ditutup-tutupi)baiklah Hima kalau ada yang menyakitimu bilang kekakak ya" ucap Kara lalu pergi keluar kamar, "iya" jawab Himawari.
...**...
FSA pukul 07.30
"Morning Hima"sama Alexa dari tempat duduknya,lalu menghampiri Himawari.
"Morning juga" balas Himawari lalu duduk ditempatnya, "mata kamu kenapa Hima,jarang-jarang matamu sembab apa kamu habis menangis?" tanya Alexa yang duduk didepan Himawari.
Arga pun mendengar ucapan Alexa,dia langsung menatap Himawari,namun Himawari tidak tau "tidak,aku baik-baik saja"ucap Himawari sambil tersenyum.
Tiba-tiba Dealova menggebrak meja BRAKK,semua murit yang ada dikelas pun kaget "woy siapa yang berani nyakitin Himawari,siapa yang buat dia nangis" ucap Dealova.
__ADS_1
"Lova tenanglah aku baik-baik,lihat ini tanganmu sampai merah" ucap Himawari sambil mengusap tangan Dealova,tak lama kemudian guru pun datang bersama dengan Zian,dia pun langsung duduk disebelah Himawari.
Zian melihat Himawari yang sedang membaca buku,lalu mata Zian fokus kemata Himawari yang sembab. "Hima kenapa matamu?".
"Eh,tidak apa-apa kok"ucap Himawari sambil tersenyum,Zian pun membuka tasnya lalu mengambil permen berbentuk bunga matahari ke Himawari"kamu ingat permen ini kan?,makan lah Hima agar kamu tidak sedih lagi"ucap Zian sambil menata kacamatanya.
"ini kan,baik terimakasih Zian"jawab Himawari dengan tersenyum sampai terlihat lesung pipinya,mereka berdua pun fokus membaca buku.
'Teng teng teng'
Lonceng istirahat berbunyi Himawari bersiap-siap untuk keruang kepala sekolah,Zian yang melihat Himawari sedang menyiapkan beberapa dokumen penting langsung membantunya.
"Mau dibawa kemana Hima",keruang kepala sekolah"jawab Himawari.
Himawari pun pergi keruang kepala sekolah bersama dengan Zian yang membantunga membawakan berkas-berkas,saat dilobi sekolah Himawari berpapasan dengan Arga.
Himawari pun tersenyum namun Arga hanya melihat Himawari lalu Arga memegang tangan Himawari untuk berhenti,Himawari pun kaget "tunggu Hima" ucap Arga.
"Himawari dan Zian pun berhenti" ada yang ingin aku katakan Hima,kejadian kemarin tidak seperti yang kamu pikirkan kami tidak memilili hubungan apa-apa"
Himawari pun tersenyum,melepas tangan Arga lalu ia memegang bahu Arga"tak apa Arga,aku sama sekali tidak sakit hati,dan dia kekasihmu atau tidak itu bukan urusa ku,yang terpentin kita masih berteman"ucap Himawari dengan tersenyum sampai memperlihatlam gigi gingsulnya,dan pergi meninggalkan Arga.
"(Mengapa harus secanggung ini)"gumam Arga.
__ADS_1
Himawari dan Zian masuk keruangan kepala sekolah,lalu Himawari menjelaskan tujuan Himawari kesana kepada kepala sekolah
"Apa?,kamu mau berhenti dari posisi ketua serikat siswa,Arga tadi juga habis dari sini dan juga mau mengundurkan diri,padahal kalian tim yang sangat cocok"ucap kepala sekolah.
"I-iya pak,saya sudah 2 tahun jadi ketua dari kelas 1 sampai kelas 3,dan kelas 3 ini saya ingin berhenti"balas Himawari sambil menundukkan badannya.
"tidak bisa kita belum ada calonnya lagi,tunggu sampai 5 bulan lagi baru diganti"jawab kepala sekolah.
"B-baik pak terimakasih,saya pergi dulu"pamit Himawari,lalu meraka berdua pergi.
"Hima ayo kekantin"ucap Zian sambil menata kacamatanya.
"Ayo Zian"jawab Himawari,lalu mereka pun kekantin mengambil jatah makan dan duduk dikursi.
"Hima apa kamu suka dengan jus stroberi?"tanya Zian "begitu lah Zian,apapun yang berbau stroberi aku suka" jawab Himawari lalu meneguk jus stroberi "oh begitu" balas Zian.
tiba-tiba ada beberapa preman sekolah menghampiri mereka lalu menarik kerah baju Zian"woi kau murit baru disini kan,kau tahu sistem pajak setiap makan disini,sekarang bayarlah"ucap ketua preman sekolahan.
Himawari pun berdiri dan langsung memisahkan mereka"maaf tapi disekolahan ini tidak ada sistem seperti itu"jawab Himawari.
Ketua preman itu melepaskan kerah Zian lalu memepetkan Himawari kedinding"oh ini ketua serikat siswa,aku dengar kau selalu dilindungi oleh Arga dan Dealova,tapi mereka sekarang tidak disini"ucap ketua preman.
"Pergilah,kami ingin makan dengan tenang"ucap Himawari,"eih anak ini banyak cakap"jawab preman,lalu hendak memukul Himawari namun tangan preman itu berhasil dipegang oleh Zian.
__ADS_1
Zian melepas kacamatanya lalu meletakkan dimeja dan menekuk sedikit lengan bajunya,lalu tangan preman itu berhasil ditekuk kebelakang hingga preman itu kesakitan.