Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 56.S2


__ADS_3

Zian menarik tangan Himawari dengan lembut dan membuka telapak tangannya "aku tau tangamu baik-baik saja oleh sebab itu aku ingin membuatnya lebih baik lagi" Ucap Zian dengan lembut dan tersenyum kearah Himawari lalu mengolesi tangan Himawari dengan salep tersebut.


Kali ini Himawari tidak menarik tanganya,dia hanya terdiam melihat hal yang dilakukan Zian,walau pipi kiri Zian telah ditampar olehnya,namun Zian masih bersikap lembut padanya.


"Aauu." Jerit kecil dari mulut Himawari.


"Apakah perih,aku akan meniupnya." Ucap Zian,lalu meniup tangan Himawari yang terluka "(kenapa bisa tangan sekecil ini bisa terluka)."Pikir Zian.


"Sudah,tanganku sudah baik-baik saja." Ucap Himawari dengan nada dingin.


"Benarkah itu?lebih baik sebelum dioles salep atau sesudah?" Tanya Zian dengan memandang wajah Himawari.


Tanpa sepatah kata apapun Himawari langsung menarik tanganya "(aku tidak boleh melupakan dendamku)" Batin Himawari dengan menatap tajam Zian.


Ziam hanya tersenyum melihat tatapan Himawari "(mungkin dengan ini aku bisa berbicara dan memegang tanganmu Hima)" Bantin Zian.


Bell pertanda pulang berbunyi,Himawari pergi mengganti baju,lalu pergi keparkiran,saat dia hendak masuk kedalam mobil dia melihat motor yang dipakai Zian kemarin berada tepat disampingnya,dia mengambil permen berbentuk bunga matahari lalu meletakkanya diatas tangki bengsin.


Melihat Zian yang berjalan dari kaca sepion mobilnya,Himawari bergegas masuk kemobil,menyalakan mesin mobil lalu pergi.


Zian yang melihat ada permen diatas tangki bensinnya seketika tersenyum "(dia masih membenciku,tapi dia masih ingat cara berterimakasih tanpa mengungkapkan dengan kata)." Batin Zian lalu mengambil permen tersebut,memasukkanya kedalam saku jaket,memakai helm lalu pergi.


...**...


Sesampai diapartemen Himawari menutup pintu,menyalakan semua lampu lalu pergi kekamarnya.


Melihat ranjang milikinya kosong Himawari langsung berbaring diatas ranjang sambil memandangi tangannya yang diberi salep oleh Zian "(aku tidak boleh kembali menyukainya)."batin Himawari lalu pergi mandi.


'Krukk'


"Uukhh lapar sekali." Ucap Himawari sambil memegang perutnya,dia pun berjalan kearah kulkas namun dia tidak menemukan apapun dikulkasnya "apartemen apa ini tidak ada makannya" gerutu Himawari.


Lalu dia kembali kekamar untuk memakai Hodie dan celana panjang,tidak lupa pula dia membawa ponsel dan dompet setelah itu dia pergi keluar untuk membeli makanan.


"Hari ini aku hanya ingin makan nasi goreng." Ucap Himawari yang tengah menyetir mobil lalu dia berhenti dipersipangan,dia memarkirkan mobilnya ketepi lalu masuk ketempat nasi goreng.


"Nasi goreng satu porsi." Ucap Himawari,lalu duduk ditempat pelanggan.


"Minumnya apa nona."

__ADS_1


"Jus stroberi." Jawab Himawari lalu memainkan ponselnya "(oh ada pesan masuk dari Lova)."batin Himawari lalu membalas pesan tersebut.


Kau tau Hima,aku dengar dari ruang guru akam diadakan


perkemahan untuk siswa kelas 3


20.00


^^^Wah benarkah itu pasti menyenangkan^^^


^^^20.02^^^


Jika benar pasti akan menyenangkan


20.03


^^^Saat Himawari tengah asik bertukar pesan dengan Dealova pesanan nasi goreng dan jus stroberi tiba.^^^


^^^Maaf pesanan nasi gorengku sudah datang aku akan makan dulu Lova^^^


^^^20.05^^^


Oh baiklah Hima selamat makan


Himawari mengakhiri pesan tersebut lalu memakan nasi goreng didepan.


"(Emmm,nasi goreng memang makanan yang enak)." Batin Himawari dengan memakan sesuap nasi goreng.


"Hima." Panggil Rajen yang baru datang lalu duduk didepan Himawari.


"Oh hai Rajen,kau juga beli nasi goreng?" Tanya Himawari lalu meneguk jus stroberi.


"Tidak,aku kesini ingin makan mie." Ucap Rajen sambil tersenyum.


"Benarkah,kau sudah pesan?" Tanya Himawari lalu memakan sesuap nasi goreng.


Rajen melihat nasi goreng ditepi mulut Himawari lalu membersihkannya dengan tisu "iya begitu lah" Jawabnya.


Himawari terkejut karena tiba-tiba Rajen membersihkan mulutnya lalu melihat mata Rajen,Rajen pun membalas tatapan Himawari dengan lekat-lekat "(mata yang indah)" Batin Rajen.

__ADS_1


"Pesanan sudah siap."


Suara pelayan yang mengagetkan Himawari dan Rajen,lalu mereka bersikap normal lagi.


Tak lama kemudian ada anak kecil yang lusuh menghampiri mereka,melihat hal tersebut pemilik tempat makan hendak mengusir anak kecil tersebut namun dihentikan oleh Himawari.


"Tak apa,biarkan dia makan bersama kami." Ucap Himawari dengan lembut kepada pemilik toko.


Pemilik toko tersebut pun pergi meninggalkan mereka.


"Apa kau mau makan?" Tanya Himawari sambil menundukkan kepalanya dan melihat anak tersebut.


Anak tersebut hanya mengangguk,melihat hal itu Himawari membantu anak tersebut untuk duduk "duduklah." Ucap Himawari dengan lembut.


Rajen merasa kagum saat melihat Himawari merasa tidak jijik dengan anak lusuh tersebut "(bahkan dia masih bisa tersenyum)."


"Pilihlah mana yang akan kamu makan." Ucap Himawari sambil menunjukkan buku menu tersebut.


Anak itu hanya menunjuk kemakanan yang dia inginkan "oh kamu mau bubur dan es teh,baiklah akan aku pesankan" Ucap Himawari sambil tersenyum.


"Biar aku saja yang pesan Hima" Sahut Rajen lalu dia memesan makaan tersebut.


"Kamu kelas berapa?" Tanya Himawari sambil memegang pundak anak itu.


Namun anak itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya yang berarti tidak.


"Kamu tidak sekolah?" Tanya Himawari lagi.


Dan anak itu menganggukkan kepalanya.


"Lalu dimana orang tuamu?" Tanya Rajen dengan mencoba untuk tersenyum.


Dan untuk kesekian kalinya dia menggelengkan kepalanya.


"Apakah mulutmu sakit?" Tanya Himawari karena penasaran anak tadi tidak berbicara sama sekali.


Anak itu membuka mulutnya dan memperlihatkan lidahnya yang telah terpotong.


Himawari yang melihat hal tersebut seketika kaget "kenapa dengan lidahmu?" Tanya Himawari sambil memegang kedua pipi anak tersebut.

__ADS_1


Namun anak tersebut mulai menitihkan airmatanya,reflek Himawari langsung memeluk erat anak itu dan mengusap-ngusap kepala anak itu dengan lembut


"tenanglah" Ucap Himawari dengan lembut.


__ADS_2