
Gambar ilustrasi para tokoh
...Azura...
...Yuki...
...Emma...
...Arthur...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Sampai di VSA,Zian memarkirkan mobilnya disamping gerbang "Akhirnya sampai" seru Himawari lalu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil dan hendak pergi.
"Hima tunggu dulu" panggil Zian dari dalam mobil lalu membuka kaca mobil.
Himawari mendekat kearah Zain dan menundukkan kepalanya,Zian pun mengeluarkan tangannya lalu memegang pipi Himawari "semangat ya" ucap Zian dengan lembut.
Seketika itu Himawari terasenyum manis,lalu memedang tangan Zian yang berada dipipinya "pasti" balas Himawari.
Zian pun melepaskan tangannya dari pipi Himawari "aku akan pergi dulu,sampai jumpa nanti" ucap Zian dengan melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa nanti" jawab Himawari dengan tersenyum,lalu Zian menutup kaca mobilnya dan pergi.
__ADS_1
Setelah Zian pergi Himawari berhenti melambaikan tangannya lalu tersenyum tajam "(mana mungkin aku tidak lupa bahwa kau yang membunuh orang tuaku)" batin Himawari lalu pergi kedalam gerbang.
"Hima.."
Panggil seorang pria dari belakang Himawari dengan memakai sweter berwarna hijau dan celana jens, Himawari berbalik dan melihat orang yang ada dibelakangnya, seketika itu senyum manis dari Himawari keluar sampai memperlihatkan lesung pipinya.
"Arga" seru Himawari.
Arga pun berlari mendekati "sudah lama kita tidak bertemu" ucap Arga dengan tersenyum.
"Ya itu karena kau Debut terlebih dahulu" balas Himawari dengan menepuk pelan bahu Arga.
Mendengar hal itu Arga tertawa kecil "ya itu karena timku terlalu semangat,bagaimana kalau kita kekantin aku rindu dengan makanan kantin.
"Tentu ayo" balas Himawari lalu mereka berdua pergi kekantin.
Disepanjang perjalanan menuju kekantin para mahasiswi terkesima melihat ketampanan Arga.
"Wah bukankah dia Arga "
"Iya kau benar"
Himawari menurunkan sedikit pundak Arga "Kau dengar itu, kau sudah terkenal dikalangan para gadis" bisik Himawari dengan terjinjit ketelinga Arga lalu kembali normal.
"Percuma saja kalau tidak membuat satu gadis yang kukenal terpukau denganku" balas Arga dengan tersenyum.
"Wah lihatlah sekarang Arga sudah mulai bisa jatuh cinta dengan cewek lalu Silvia mau kau buang kemana" jawab Himawari dengan tertawa kecil.
"Kubuang ditempat sampah" balas Arga dengan tertawa.
"Walau kau sudah debut tapi kau masih sama" jawab Himawari dengan menepuk bahu Arga.
__ADS_1
"(Gadis yang kumaksud itu kau Hima, tapi dihatimu mungkin sudah ada Zian)" batin Arga dengan tersenyum kearah Himawari.
Tetapi Himawari tidak tahu karena dia terlalu Fokus menatap lorong didepannya. Tak terasa mereka sudah memasuki area kantin, mereka berdua duduk dikursi kantin.
"Kau mau makan apa Arga?" tanya Himawari dengan membaca buku menu.
"Aku ingin cappucino dan roti bakar" jawab Arga yang duduk didepan Himawari.
"Hmm baiklah, bibi kantin" panggil Himawari.
Lalu tak lama setelah itu pelayan kantin seorang gadis berumur 19 tahun yang memili rambut panjang datang menemui mereka berdua.
"Cappucino satu, roti bakar satu, jus stroberi satu, lalu puding susu satu" ucap Himawari lalu tersenyum.
"Baik mohon ditunggu ya" balas gadis tersebut namun dia tidak sengaja melihat Arga yang fokus bermain ponselnya "(wah tampannya)" batinnya lalu pergi.
Himawari melihat hal itu lalu mengambil ponsel yang dipegang Arga "Hima apa yang kau lakukan" ucap Arga yang mencoba mengambil ponselnya.
Namun Himawari menyembunyikannya dibelakang badannya "no Arga,kau tidak tahu?" tanya Himawari.
"Tahu apa? Kembalikan ponselku Hima" jawab Arga yang mencoba mengambil ponselnya.
"Tenanglah Arga" ucap Himawaru dengan tersenyum.
Lalu Arga menurunkan tangannya dan meletakkannya diatas meja "ada apa?" tanya Arga dengan tersenyum.
"Gadis yang kesini tadi tampak manis Arga" jawab Himawari dengan tersenyum,lalu meletakkan ponsel diatas meja.
Arga mengambil poselnya lalu memasukkannya kedalam saku "lalu? Ayolah Hima,aku sedang tidak tertarik dengan gadis" balas Arga.
Gadis tadi datang dengan membawa pesanan mereka "silahkan" ucapnya dengan meletakkan pesanan diatas meja, sedikit melirik Arga lalu kembali kebelakang.
__ADS_1
Arga menyadari hal itu namun mengabaikannya, dia menarik gelas cappucino dan roti bakar lebih dekat dengannya lalu meminumnya "akhhh segar" ucap Arga.
"Ya memang segar" balas Himawari lalu meminum jus stroberi.